Sukses

Kiat Merawat Korban Malaria di Rumah

Apa yang perlu dipersiapkan saat merawat penderita malaria di rumah?

Klikdokter.com, Jakarta Setiap tanggal 25 April seluruh dunia menyambut Hari Malaria Sedunia. Malaria adalah penyakit menular yang masih endemis di beberapa pelosok nusantara, dan dapat membahayakan nyawa jika tidak ditangani dengan cepat dan tepat.

Melalui peringatan Hari Malaria Sedunia tersebut, WHO ingin mengajak seluruh dunia untuk terus memerangi malaria dengan mengambil tema “Ready to Beat Malaria” (bersiap untuk mengalahkan malaria).

Meskipun secara statistik angka kejadian malaria di wilayah Asia Tenggara mengalami penurunan dari 2,6 juta kasus pada 2010 menjadi 1,4 juta kasus pada 2016, serta penurunan angka kematian dari 1,403 pada 2010 menjadi 557 pada 2016, sepertinya Anda tidak dapat berbangga terlalu cepat. Masih banyak pekerjaan rumah yang harus dilakukan untuk memberantas malaria.

Berdasarkan laporan, pemilik kasus malaria terbanyak di Asia adalah India (90%), sementara Indonesia menyumbang 9%. Menurut data Kementerian Kesehatan, masih terdapat 248 kota di Indonesia yang endemis malaria. Wilayah yang masuk kelompok endemis tinggi adalah Papua, Papua Barat, dan Nusa Tenggara Timur.

Ditularkan oleh Nyamuk

Penyakit malaria disebabkan oleh parasit Plasmodium yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Anopheles. Mereka yang berisiko tinggi terkena malaria adalah orang yang tinggal atau mengunjungi daerah tropis di mana penyakit ini umum terjadi.

Karena ditularkan melalui gigitan nyamuk, selain mengonsumsi obat profilaksis bagi mereka yang akan bepergian ke daerah endemis malaria, cara utama yang tak kalah penting adalah menggunakan kelambu, baju lengan panjang dan celana panjang, serta losion pengusir nyamuk.

Mencegah selalu lebih baik daripada mengobati. Karena itulah, Anda harus waspada dengan tanda dan gejala malaria, kalau-kalau Anda atau orang-orang terdekat terjangkit penyakit ini.

Gejala awal dari malaria adalah demam tinggi, menggigil, dan berkeringat. Selain itu, dapat pula disertai dengan sakit kepala, muntah, dan diare. Gejala-gejala ini umumnya timbul beberapa minggu setelah penderita digigit oleh nyamuk Anopheles yang terinfeksi parasit Plasmodium.

Tidak seperti penyakit lain yang umumnya hanya menyerang satu kali, malaria dapat menyerang orang yang sama beberapa kali. Namun, orang yang sudah terkena malaria beberapa kali umumnya memiliki kekebalan tubuh parsial, sehingga gejala yang diderita tidak separah saat ia menderita malaria pertama kali.

Apabila Anda atau orang terdekat mengalami gejala seperti yang telah disebutkan, dan merasa memiliki faktor risiko, segera temui dokter untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.

Perawatan di Rumah

Jika penderita telah mengalami perbaikan dan diperbolehkan pulang ke rumah setelah perawatan di rumah sakit, Anda harus mengetahui kiat-kiat untuk merawat korban malaria di rumah.

Hal utama yang harus diperhatikan adalah penderita harus banyak istirahat selama proses pemulihan. Makanan yang bergizi lengkap dan seimbang harus diberikan setiap hari untuk membantu mempercepat pemulihan. Sejauh tidak memiliki alergi, tidak ada pantangan bagi penderita.

Berikan karbohidrat berupa nasi, kentang, bubur, atau sagu. Protein dapat diperoleh dari ayam, ikan, daging sapi, telur, tahu, dan tempe. Jangan lupa untuk memberikan sayur dan buah. Apabila penderita masih mual, hindari pemberian makanan yang digoreng (tinggi lemak), terlalu pedas, dan terlalu berbumbu.

Jangan lupa juga untuk memberikan penderita minum air yang cukup untuk menghindari dehidrasi, minimal 2 liter per hari. Selain itu, obat pulang juga harus diberikan secara teratur, sesuai dengan aturan pemakaiannya.

Apabila kondisi penderita malaria makin memburuk atau ada hal tidak biasa yang terjadi pada mereka, jangan ragu untuk segera menghubungi dokter.

[RS/ RH]

0 Komentar

Belum ada komentar