Sukses

Kiat Melindungi Keluarga dari Penyakit Malaria

Pendekatan ABCD dapat menangkal ancaman malaria dari keluarga Anda.

Klikdokter.com, Jakarta Penyakit malaria belum sepenuhnya musnah dari Indonesia. Menurut data Kementerian Kesehatan, sekitar 72 persen penduduk Indonesia tinggal di daerah bebas malaria. Namun, masih terdapat 10,7 juta penduduk yang bermukim di zona endemis menengah dan tinggi malaria. Papua, Papua Timur, dan Nusa Tenggara Timur dikategorikan sebagai wilayah endemis tinggi malaria.

Sebagai langkah untuk memberantas malaria, pemerintah telah melakukan berbagai strategi eliminasi, seperti penyemprotan rumah secara selektif, pekan kelambu massal, imunisasi, dan sebagainya. Ditargetkan Indonesia akan bebas malaria pada tahun 2030.

Malaria adalah penyakit serius yang ditularkan oleh nyamuk Anopheles betina yang terinfeksi parasit Plasmodium. Sebagian besar kasus malaria terjadi di negara-negara tropis dan subtropis. Orang-orang yang berisiko tinggi terkena penyakit ini adalah mereka yang tinggal di, atau bepergian ke, suatu daerah yang terdapat malaria. Gejala khas malaria meliputi demam tinggi, berkeringat dingin, dan menggigil. Bisa juga disertai dengan sakit kepala, muntah, serta diare. Biasanya gejala muncul dalam beberapa minggu setelah digigit nyamuk yang terinfeksi.

Pada wanita hamil, malaria dapat meningkatkan risiko kematian, keguguran, bayi lahir mati, dan berat badan lahir rendah. Wanita hamil disarankan untuk tidak bepergian ke daerah endemis malaria. Jika benar-benar tak dapat dihindari, sangat penting untuk melakukan berbagai langkah pencegahan. 

Seperti yang telah dijelaskan, bepergian ke daerah dengan malaria dapat meningkatkan risiko Anda terkena. Nah, apabila Anda dan keluarga hendak melakukan perjalanan ke tempat yang banyak mengalami kasus malaria, WHO menyarankan untuk memperhatikan pendekatan ABCD ini:

Awareness of risk (kesadaran akan risiko)

Bekali diri Anda sebanyak-banyaknya dengan informasi tentang malaria, seperti faktor risiko, cara penularan, masa inkubasi, serta gejala malaria.

Bite prevention (pencegahan dari gigitan nyamuk)

Untuk Anda yang tinggal jangka panjang di daerah endemis malaria atau hanya bepergian sebentar, sama-sama dapat menghindari gigitan nyamuk Anopheles dengan cara berikut:

o   Menggunakan losion antiserangga yang mengandung diethyltoluamide (DEET).

o   Mengenakan pakaian yang menutupi lengan dan kaki.

o   Memakai kelambu berinsektisida untuk tempat tidur.

o   Menyalakan pendingin ruangan, terutama saat malam hari, karena nyamuk ini tidak suka tempat yang dingin. Jika tak memungkinkan, pastikan pintu dan jendela tertutup dengan benar.

o   Hindari cara-cara yang belum tentu efektif, seperti dengan obat homeopati, alat pengeras nyamuk, bawang putih, dan minyak pohon teh. Tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa mereka dapat memberikan perlindungan terhadap gigitan nyamuk.

Cek apakah Anda membutuhkan obat antimalaria

Saat ini belum tersedia vaksin untuk mencegah malaria. Sebelum berangkat, diskusikan dengan dokter mengenai rencana perjalanan Anda dan tanyakan apakah Anda membutuhkan obat antimalaria. Namun obat antimalaria hanya dapat mengurangi risiko infeksi sekitar 90 persen, sehingga mengambil langkah untuk menghindari gigitan juga penting. Jika ternyata memang butuh, ikutilah petunjuk obat dengan saksama.

Diagnosis

Segeralah periksa ke dokter jika Anda merasa terserang gejala malaria. Penyakit ini dapat memburuk dengan sangat cepat. Karena itu, jangan menunda untuk berobat.

Malaria dapat disembuhkan secara total jika obatnya tepat. Namun penyakit ini dapat berlanjut bila tidak diobati atau jika ditangani dengan obat yang salah. Sebelum terlambat, lakukanlah tindakan pencegahan sebaik-baiknya untuk Anda sekeluarga.

[RH]

0 Komentar

Belum ada komentar