Sukses

Gejala Kanker Kelenjar Getah Bening yang Perlu Anda Tahu

Kanker kelenjar getah bening merupakan salah satu kanker yang sering menyerang orang usia muda. Kenali gejalanya dari sekarang.

Klikdokter.com, Jakarta Kanker kelenjar getah bening, atau secara medis disebut limfoma, merupakan salah satu kanker terbanyak yang dialami oleh orang usia muda. Penderitanya rata-rata berusia 20–30 tahun.

Angka harapan sembuh dari kanker kelenjar getah bening cukup besar bila tak terlambat diketahui. Oleh karena itu, penting bagi Anda untuk mewaspadai tanda dan gejalanya sejak dini.

Gejala Kanker Kelenjar Getah Bening

Kelenjar getah bening merupakan organ tubuh yang berperan untuk menjaga imunitas atau daya tahan tubuh.  Dalam tubuh manusia, terdapat ratusan kelenjar getah bening yang tersebar dari kepala hingga ke kaki.

Gejala kanker kelenjar getah bening bisa sangat bermacam-macam. Hal tersebut tergantung lokasi kelenjar getah bening yang mengalami kanker.

Secara umum, gejala kanker kelenjar getah bening yang dapat dikenali adalah demam naik dan turun yang berkepanjangan, keringat yang berlebihan di malam hari, dan adanya penurunan berat badan yang drastis.

Lokasi kelenjar getah bening yang paling sering menjadi lokasi dimulainya kanker adalah kelenjar yang terdapat di leher. Gejalanya berupa timbulnya benjolan di leher yang makin lama makin besar.

Umumnya benjolan tersebut tidak menimbulkan rasa nyeri, sehingga sering kali penderita mengabaikan gejala tersebut. Hal ini yang menyebabkan pengobatannya terlambat dan keberhasilan pengobatan menjadi lebih rendah.

Selain di leher, kelenjar getah bening di paru juga menjadi salah satu lokasi yang sering dipilih kanker untuk berkembang biak. Hal ini bisa menimbulkan gejala batuk kronik atau sesak napas yang semakin lama semakin progresif.

Tak jarang, kanker kelenjar getah bening di paru menyebabkan penumpukan cairan di rongga paru. Kondisi ini bisa menyebabkan sesak napas yang berat, bahkan dapat menimbulkan kematian jika tak lekas diatasi.

Setelah timbul di leher atau paru, umumnya kanker kelenjar getah bening akan menyebar ke rongga perut, yaitu ke organ hati atau limpa. Gejala di perut umumnya berupa perut yang makin membesar karena terisi cairan, terasa begah, diare, dan lemas.

 

1 dari 2 halaman

Deteksi Dini Kanker Kelenjar Getah Bening

Sayangnya, hingga kini belum ada alat pemeriksaan yang dapat mendeteksi dini kanker kelenjar getah bening. Hal yang dapat dilakukan adalah waspada terhadap gejala-gejala kanker kelenjar getah bening seperti yang dijelaskan sebelumnya.

Bila terdapat salah satu atau beberapa gejala kanker kelenjar getah bening, segera temui dokter. Biasanya dokter akan melakukan pemeriksaan fisik menyeluruh untuk meraba adanya pembesaran kelenjar getah bening di seluruh tubuh, khususnya di daerah leher, ketiak, dan lipat paha.

Setelah itu, umumnya perlu dilakukan pemeriksaan USG. Tujuannya untuk melihat adanya pembesaran kelenjar getah bening di organ dalam.

Jika ada kelenjar getah bening yang membesar dan mencurigakan ke arah kanker, selanjutnya akan dilakukan biopsi. Ini merupakan pembedahan kecil untuk mengambil sampel jaringan kelenjar getah bening dan dilanjutkan dengan pemeriksaan menggunakan mikroskop.

Biopsi diperlukan untuk memastikan apakah betul seseorang mengalami kanker kelenjar getah bening, sekaligus untuk mengetahui jenis sel kankernya. Secara umum terdapat dua jenis kanker kelenjar getah bening, yaitu Hodgkin dan Non-Hodgkin.

Pengobatan Kanker Kelenjar Getah Bening

Pengobatan kanker kelenjar getah bening tergantung pada jenis yang dialami (limfoma Hodgkin atau Non-Hodgkin). Namun secara umum, pengobatannya melibatkan tindakan kemoterapi dan radiasi.

Kemoterapi biasanya dijalani sebanyak 6–8 siklus. Sementara, radiasi dilakukan pada lokasi kelenjar getah bening yang berubah menjadi ganas. Pengobatan lain yang lebih spesifik tergantung jenis limfoma yang dialami. Jika pengobatan dilakukan pada stadium 1 dan 2 angka kesembuhannya sangat besar.

Agar terhindar dari bahaya kanker kelenjar getah bening, kenali gejalanya dan jangan pernah menganggapnya remeh. Bila Anda merasakan gejala seperti di atas, segera temui dokter dan periksakan diri sebelum terlambat.

[NP/ RH]

0 Komentar

Belum ada komentar