Sukses

Stres Bikin Gejala HIV Semakin Parah

Stres menjadi suatu kondisi yang harus dihindari oleh mereka yang mengalami gejala HIV. Ini alasannya.

Klikdokter.com, Jakarta Saat dokter mengatakan bahwa Anda positif HIV, apa yang terlintas di pikiran? Stres, depresi, tertekan, atau tak ingin lagi menatap masa depan? Ya, seseorang yang terdiagnosis dan mengalami gejala HIV, memang sering mengalami keadaan tersebut. Jika mereka tak mampu mengusir perasaan tertekan, stres atau depresi, keadaan bisa menjadi semakin buruk.

Penting diketahui, Human Immunodeficiency Virus alias HIV merupakan penyakit yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia. Mereka yang terserang virus ini akan sangat mudah terserang berbagai penyakit lain.

Menurut dr. Fiona Amelia dari KlikDokter, seseorang yang baru pertama kali terinfeksi virus HIV disebut mengalami infeksi akut atau primer. Gejala HIV biasanya muncul dalam waktu 2-4 minggu setelah terinfeksi. Pada tahap ini, gejala yang timbul dapat berupa:

  • Nyeri otot
  • Demam ringan
  • Sakit kepala
  • Badan lemas
  • Mudah lelah
  • Bercak merah di tubuh

Hubungan gejala HIV dan stres

Gejala HIV yang terjadi bersamaan dengan stres akan membuat penderita semakin rentan terserang penyakit-penyakit lain. Kondisi ini terjadi karena HIV dan stres sama-sama dapat menyebabkan penurunan daya tahan tubuh. Dengan kata lain, jika seseorang positif HIV dan dirinya terus berada dalam keadaan stres, bukan tak mungkin laju perburukan penyakit akan menjadi semakin cepat.  Maka yang terjadi selanjutnya adalah AIDS. Kondisi ini merupakan fase terberat dalam tahapan penyakit HIV.

“Kapan penderita HIV jatuh dalam tahapan AIDS dapat berbeda-beda. Bila kekebalan tubuhnya rendah, fase ini dapat dicapai dalam waktu singkat. Sebaliknya, bila kekebalan tubuhnya cukup baik, fase ini dapat terjadi setelah 10 tahun dari pertama kali terinfeksi HIV,” ungkap dr. Dyan Mega Inderawati dari KlikDokter.

Menurutnya, kekebalan tubuh yang sangat rendah pada penderita HIV membuatnya lebih rentan terkena infeksi oleh berbagai virus, bakteri, jamur atau parasit lain.

Menyambung penjelasan tersebut, dr. Sepriani Trimurtini Limbong dari KlikDokter menyatakan bahwa sebagian besar penderita HIV yang sudah masuk ke tahap lanjut akan kesulitan untuk melakukan aktivitas sehari-hari.

“Mereka (penderita HIV) cenderung butuh bantuan orang lain saat beraktivitas, dan biasanya lebih banyak menghabiskan waktu untuk berbaring di tempat tidur,” kata dr. Sepri.

Pada fase ini, dr. Sepri menyebutkan bahwa penderita akan mengalami gejala HIV yang semakin bervariasi. Berikut beberapa gejala yang dimaksud:

  1. Penurunan berat badan secara drastis dan dalam waktu cepat. Penderita akan tampak sangat kurus dan lemah
  2. Buang air besar cair atau diare yang berlangsung terus-menerus selama satu bulan
  3. Demam dan sariawan yang menetap
  4. Infeksi tuberkulosis di paru, kelenjar getah bening atau sistem saraf
  5. Infeksi bakteri berat di paru, selaput otak, tulang maupun sendi
  6. Tumbuhnya jaringan tumor di kulit dan rongga mulut (sarkoma kaposi)
  7. Gangguan kesadaran
  8. Anemia berat

Ayo, bantu mereka!

Tahukah Anda mengapa banyak yayasan yang dibentuk sebagai tempat berkumpul para penderita HIV? Ya, yayasan tersebut bertujuan agar penderita HIV dapat saling berinteraksi dan saling mendukung satu sama lain. Pada akhirnya, mereka yang tergabung dalam yayasan tersebut tak terlalu stres atau tertekan dalam menghadapi penyakitnya.

Keadaan di atas memberikan pelajaran bahwa penderita HIV tidak seharusnya menjadi golongan orang yang dikucilkan. Mereka harus diberikan dukungan penuh, motivasi dan hal-hal mendukung lain agar dirinya tak berakhir pada kondisi stres. Bila tidak demikian, perburukan kondisi pada penderita HIV akan berlangsung lebih cepat.

Jadi, ayo, dukung penderita HIV untuk melawan penyakitnya. Ringankan beban mereka, dengan memberikan dukungan dan motivasi, agar mereka tak menjalani hari dengan stres atau depresi. Dan, yang tak kalah penting, jika Anda menemukan seseorang dengan keluhan yang mengarah pada gejala HIV, jangan ragu untuk mengajaknya berobat ke dokter. Salam sehat!

[NB/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar