Sukses

Menilik Peran Penting Pencitraan Kardiovaskular

Pencitraan kardiovaskular merupakan tindakan tepat untuk mencegah, mendeteksi dan mengatasi penyakit pembuluh darah.

Klikdokter.com, Jakarta Perkembangan teknologi turut membawa manfaat positif bagi bidang kesehatan. Kecanggihan yang ada saat ini membuat pencitraan kardiovaskular sebagai tindakan yang tak hanya mampu mendeteksi, tapi juga mencegah dan mengatasi berbagai penyakit pembuluh darah.

Pencitraan kardiovaskular memegang peranan yang amat penting dalam memahami penyakit pembuluh darah. Ini karena pencitraan kardiovaskular dapat menguraikan anatomi dan fisiologi tubuh, menyempurnakan penanganan, mengevaluasi akibat serta membantu penentuan prognosis pasien. Bahkan, tindakan ini juga dapat membantu para dokter untuk mengupayakan kesembuhan pasien yang mengalami penyakit terkait.

Namun, dalam pelaksanaannya, tindakan pencitraan kardiovaskular masih memerlukan banyak peningkatan. Ini sehubungan dengan ketersediaan tenaga ahli (SDM) dan alat yang memadai.

Sebagai jalan keluar dari masalah tersebut, Ketua Umum Pengurus Pusat PERKI, DR. dr. Ismoyo Sunu, SpJP(K), FIHA, mengatakan bahwa pihaknya telah menjalin kerja sama dengan Kemenkes.

“Kerja sama ini demi memenuhi kebutuhan nasional akan dokter spesialis jantung dan pembuluh darah kompetensi lanjut, yang diperlukan dalam pelayanan secara nasional terutama di rumah sakit rujukan,” ungkapnya.

Di kesempatan yang sama, dr. Ismoyo juga mengungkap bahwa PERKI telah menjalin kerja sama dengan Asosiasi Institusi Pendidikan Teknologi Biomedis Indonesia (AIPTBI).

“Diharapkan melalui kerja sama ini tenaga-tenaga ahli Indonesia akan mampu menciptakan berbagai peralatan kardiovaskular yang berkualitas dan ekonomis,” katanya.

Mengenal pencitraan kardiovaskular

Ketua Scientific ASMIHA 2018, dr. Dafsah A. Juzar, SpJP(K), FIHA, mengatakan bahwa pencitraan kardivaskular merupakan tindakan yang penting untuk memahami penyakit pembuluh darah.

“Pada awalnya, pencitraan kardiovaskular dianggap tidak lebih dari sarana untuk menggambarkan perubahan pada struktur dan anatomi. Namun, dengan penemuan teknologi baru, pencitraan kardiovaskular berperan dalam diagnosis biologis, fungsional, hemodinamik, dan beberapa proses patofisiologi,” tuturnya.

Bahkan, tambah dr. Dafsah, pencintraan non-invasif seperti echocardiography (EKG), CT scan, MRI, dan Radio Nuclear Imaging merupakan modalitas penting dalam tatalaksana penyakit pembuluh darah.

Echocardiography (EKG)

Echocardiography adalah tindakan pencitraan kardiovaskular dengan menggunakan gelombang suara ultrasonik untuk menilai jantung dengan akurat. Tindakan ini dapat membantu dokter untuk mengevaluasi struktur dan fungsi jantung.

Computerized Tomography (CT) Cardiac

Pencitraan kardiovaskular yang dikenal dengan istilah CT scan ini menggunakan sinar-X untuk mendapatkan gambar struktur jantung pasien secara cross-sectional. Keuntungannya, mendapatkan hasil pencitraan kardiovaskular yang lebih cepat dan dapat memperlihatkan anatomi jantung yang lebih nyata.

Magnetic Resonance Imaging (MRI) Cardiac

MRI menggunakan medan magnet dan gelombang radio kuat untuk menghasilkan gambar struktur jantung secara rinci. Pencitraan struktur jantung dengan tindakan ini lebih baik dibandingkan dengan CT, lantaran dapat memperlihatkan perbedaan jaringan dan pembuluh darah dengan lebih jelas.

Radio Nuclear Imaging

Pencitraan kardiovaskular yang satu ini menggunakan kamera gamma. Radio Nuclear Imaging membawa perubahan signifikan dalam perbaikan kualitas gambar, pengambilan gambar yang lebih cepat, dan dosis radiasi yang lebih rendah.

Yuk, sadar akan bahaya yang bersembunyi di balik penyakit pembuluh darah. Jika Anda mengalami gejala yang merujuk pada penyakit tersebut seperti dada terasa sangat nyeri, jangan ragu bila ingin memastikan kondisi dengan pencitraan kardiovaskular. Dengan demikian, diharapkan penyakit dapat dideteksi sedini mungkin dan perburukan kondisi bisa segera dicegah. Salam sehat!

[RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar