Sukses

Rahim Kecil, Mungkinkah Hamil?

Dokter mendiagnosis bahwa rahim Anda kecil? Jangan pesimis dulu.

Klikdokter.com, Jakarta Kebanyakan wanita pasti suatu saat ingin menjadi seorang ibu. Memiliki buah hati dari rahimnya sendiri dianggap sebagai suatu anugerah terindah dan punya kebanggaan tersendiri. Sayangnya, banyak wanita yang harus berjuang karena memiliki rahim kecil, atau dikenal juga dengan istilah hipoplasia uterus. Kondisi tersebut dianggap menyulitkan wanita untuk hamil. Namun, jangan bersedih hati dulu, karena faktanya tak selalu demikian.

Ukuran rahim normal

Rahim yang normal berbentuk seperti buah pir, berongga, dan dilapisi oleh dinding otot rahim yang tebal. Organ ini memiliki panjang 7,5 cm, lebar 5 cm, dan kedalaman 2,5 cm. Sedangkan volume rahim normal bervariasi antara 75-125 mL.

Di kedua sisi atas rahim (fundus) terdapat saluran telur (tuba fallopii) yang menghubungkan rahim dengan indung telur (ovarium). Di saluran inilah pembuahan terjadi dan kemudian embrio yang terbentuk akan disalurkan ke dalam rahim.

Fungsi utama rahim yakni untuk melindungi dan memelihara janin sebelum dilahirkan. Secara normal, rahim akan membesar mengikuti usia kehamilan untuk mengakomodasi perkembangan janin yang semakin membesar.

Rahim kecil dan peluang untuk hamil

Hingga kini, belum ada batasan yang pasti tentang ukuran rahim yang dianggap kecil. Ini karena beberapa faktor dapat membuat rahim tampak kecil, seperti tinggi dan berat badan, riwayat keluarga, serta ras atau etnis Anda. Memiliki otot perut atau rongga panggul yang kuat juga dapat membuat rahim tampak kecil pada pemeriksaan.

Atas dasar inilah, kondisi rahim yang kecil bisa merupakan variasi normal atau kelainan, yang dapat maupun tidak memengaruhi peluang hamil. Dari berbagai studi, banyak pakar berpendapat bahwa wanita dengan ukuran rahim 25 persen lebih kecil dari normal tetap bisa hamil, selama tidak ada kelainan anatomi organ reproduksi, serta tidak ditemukannya gangguan hormonal.

Meski demikian, memang peluang hamil bagi wanita dengan rahim kecil akan jauh lebih kecil, apalagi jika disertai oleh kelainan bentuk dan kondisi medis lain. Bila akhirnya hamil, risiko terjadinya keguguran dan komplikasi kehamilan lain pun meningkat. Janin yang terus membesar tidak dapat terakomodasi dengan baik, sehingga dapat memicu ketuban pecah sebelum waktunya. Akibatnya, bisa terjadi kelahiran prematur. Bayi yang lahir prematur tentunya membutuhkan perawatan ekstra.

Tanda-tanda rahim kecil

Anda mungkin tidak menyadari bila rahim Anda kecil. Namun, bila Anda kerap mengalami gangguan haid atau nyeri perut bawah, Anda perlu waspada.  Gangguan haid yang muncul bisa berupa haid yang tidak teratur, haid yang jarang atau bahkan tidak haid sama sekali. Meski demikian, sebagian besar wanita dengan rahim kecil dilaporkan tidak mengalami keluhan apa pun.

Bila setelah melalui pemeriksaan dokter mendiagnosis Anda memiliki rahim kecil, jangan dulu berkecil hati. Anda tetap bisa hamil selama faktor-faktor lain yang memengaruhi peluang hamil tidak mengalami masalah. Untuk memastikan hal ini, dokter akan menyarankan beberapa pemeriksaan lanjutan, yang biasanya mencakup pemeriksaan hormonal dan evaluasi fungsi organ reproduksi lainnya. Bila dalam pemeriksaan ditemukan kelainan, sebagian dapat segera ditangani sehingga meningkatkan peluang terjadinya kehamilan.

Jadi, sampai di sini diketahui bahwa memiliki rahim kecil tidak serta-merta membuat seorang wanita sulit hamil. Satu hal yang penting, segera setelah Anda mengetahui bahwa Anda memiliki rahim kecil, konsultasikan dengan dokter spesialis kebidanan dan kandungan, agar bisa dilakukan pemeriksaan lanjutan dan evaluasi dengan penanganan terbaik.

[RN/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar