Sukses

Ibu Hamil, Perlukah Konsumsi Asam Folat?

Asam folat sangat diperlukan untuk ibu hamil, karena manfaatnya yang baik bagi ibu dan janin yang dikandungnya.

Klikdokter.com, Jakarta Asam folat merupakan salah satu jenis vitamin B yang banyak dijumpai pada sayuran, buah, dan daging.  Asam folat adalah satu nutrisi penting yang dibutuhkan selama kehamilan. Tak hanya untuk ibu hamil, asam folat juga bermanfaat bagi janin yang ada dalam kandungan.

Manfaat asam folat bagi ibu hamil

Asam folat merupakan salah satu bahan pembentuk sel darah merah. Asam folat akan membantu mencegah anemia selama kehamilan. Selain itu, asam folat juga berperan dalam pembentukan plasenta. Jika ibu hamil mendapatkan asam folat dalam jumlah yang cukup, maka plasenta akan terbentuk dengan baik sehingga aliran darah, oksigen, dan nutrisi dari ibu ke janin akan lancar.

Beberapa studi kedokteran juga membuktikan bahwa konsumsi asam folat selama kehamilan bermanfaat untuk menurunkan risiko terjadinya preeklamsia pada ibu hamil. Preeklamsia, atau secara awam dikenal dengan keracunan kehamilan, merupakan salah satu penyulit dalam kehamilan. Kondisi ini ditandai dengan tekanan darah yang tinggi dan kebocoran protein pada air seni ibu hamil.

Manfaat asam folat bagi janin

Asam folat yang dikonsumsi sejak awal pembentukan janin membantu mencegah terjadinya penyakit spina bifida, yaitu penyakit yang terjadi akibat tulang belakang tidak menutup dengan sempurna. Hal tersebut  bisa menyebabkan otak atau selaput otak keluar melalui tulang belakang. Konsumsi asam folat dalam dosis yang cukup terbukti menurunkan kejadian spina bifida hingga 70 persen. Tak hanya itu, asam folat juga dapat menurunkan risiko terjadinya bibir sumbing dan penyakit jantung bawaan pada janin yang dikandung.

Asam folat saat kehamilan sebaiknya dikonsumsi dalam bentuk suplemen. Selain itu, ibu hamil juga dianjurkan untuk mengonsumsi makanan yang mengandung asam folat, di antaranya adalah sayuran hijau (misalnya bayam dan brokoli), jeruk, lemon, kacang-kacangan, dan sereal. Asam folat juga bisa didapatkan dari daging merah, misalnya daging sapi.

Waktu yang tepat untuk mengonsumsi asam folat

Untuk memberikan manfaat pada ibu hamil dan janin yang dikandungnya, suplemen asam folat dianjurkan untuk dikonsumsi setidaknya mulai dari satu bulan sebelum hamil dan selama masa kehamilan. Meski demikian, karena sebagian besar kejadian hamil merupakan kejadian yang “tak terprogram”, Perhimpunan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) menyarankan agar semua wanita yang berada dalam usia subur mengonsumsi asam folat secara rutin.

Dosis asam folat yang dianjurkan adalah 400 mikrogram (mcg) per hari. Namun, pada ibu hamil yang obesitas dan mengandung bayi kembar, dosis asam folat yang dikonsumsi bisa lebih tinggi. Pada kehamilan kembar, ibu hamil sebaiknya mengonsumsi asam folat hingga 1000 mcg per hari. Selain itu, pada ibu yang pernah melahirkan bayi dengan spina bifida, dosis asam folatnya jauh lebih tinggi, yaitu 4.000 mcg per hari.

Ibu hamil tak perlu khawatir dalam mengonsumsi asam folat. Selain dapat memberikan banyak manfaat bagi ibu dan janin, asam folat juga merupakan salah satu suplemen yang jarang menimbulkan efek samping yang berarti.

Walaupun demikian, konsumsi asam folat pada ibu hamil, terutama jika akan mengonsumsi sebanyak lebih dari 400 mcg per hari, sebaiknya disesuaikan dengan petunjuk dari dokter kandungan. Meskipun asam folat diketahui membawa banyak manfaat, tapi overdosis asam folat bisa berdampak buruk terhadap kesehatan janin. Beberapa studi melaporkan bahwa asupan folat yang terlalu tinggi saat hamil berkaitan dengan kejadian autisme pada anak.

Setelah mengetahui manfaat asam folat bagi ibu hamil dan janin, bagi Anda yang berencana memiliki momongan, jangan ragu untuk mengonsumsinya. Namun, yang terbaik, berkonsultasilah dengan dokter sebelum Anda mulai mengonsumsinya sehingga kondisi Anda (dan janin dalam kandungan) tetap terpantau.

[RN/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar