Sukses

Orang-Orang Ini Rentan Terkena Meningitis

Siapa saja yang rentan terkena ancaman meningitis?

Klikdokter.com, Jakarta Meningitis adalah peradangan pada membran yang melindungi otak dan sumsum tulang belakang. Kondisi ini dapat terjadi pada semua orang, tetapi paling sering menyerang bayi, anak-anak, remaja, dan dewasa muda. Jika tak tertangani dengan baik, meningitis dapat menyebabkan keracunan darah dan berujung pada kerusakan otak dan saraf permanen.

Gejala meningitis dapat berkembang secara tiba-tiba dan bisa meliputi demam tinggi, sakit kepala, ruam kulit, leher kaku, sensitif terhadap cahaya, bingung, dan mudah mengantuk.

Biasanya meningitis disebabkan oleh infeksi bakteri atau virus. Meningitis bakteri termasuk jarang tapi lebih parah daripada infeksi virus. Infeksi dapat disebarkan melalui bersin, batuk, berciuman, dan berbagi alat makan, sikat gigi, atau rokok.

Jika Anda merasa mengalami gejala meningitis, segeralah temui dokter. Nantinya dokter akan merekomendasikan beberapa tes untuk memastikan diagnosis dan mengecek apakah kondisi Anda disebabkan infeksi bakteri atau virus.

Meningitis bakteri umumnya memerlukan perawatan di rumah sakit setidaknya selama seminggu. Anda akan diberikan antibiotik, cairan, dan oksigen. Untuk meningitis virus, biasanya akan membaik dalam 7 hingga 10 hari dan bisa ditangani sendiri di rumah.

Anda rentan terkena meningitis jika memiliki satu atau beberapa kondisi di bawah ini:

  • Genetik. Beberapa orang memiliki faktor genetik yang mempermudah mereka untuk terkena meningitis. Jika mereka bersinggungan dengan kuman penyebab infeksi meningitis, peluang mereka untuk terkena penyakit ini pun lebih besar dari orang pada umumnya. 
  • Jenis kelamin pria. Pria lebih sering terkena meningitis dibandingkan wanita.
  • Tinggal dalam komunitas atau grup yang besar. Misalnya, orang yang bersekolah di asrama, tinggal di rumah susun, kos, dsb.
  • Terpapar serangga dan hewan pengerat. Orang yang tinggal di tempat dimana serangga atau hewan pengerat berkembang biak, berisiko lebih tinggi terkena meningitis.
  • Tidak mendapatkan imunisasi tertentu. Mereka yang tidak diimunisasi untuk penyakit gondong, Hib, dan pneumonia sebelum usia 2 tahun lebih mungkin untuk terinfeksi meningitis.
  • Tidak mendapatkan vaksin pneumokokus. Orang yang berusia lanjut dan belum mendapatkan vaksin pneumokokus lebih mungkin terserang meningitis.
  • Limpa tidak bekerja dengan baik. Organ ini merupakan bagian dari sistem kekebalan tubuh.
  • Bepergian ke daerah rawan meningitis. Negara-negara sub-Sahara Afrika merupakan kawasan rawan meningitis. Pastikan Anda mendapatkan vaksinasi meningokokus sebelum bepergian ke sana.

Untuk mencegah meningitis, ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan, seperti:

  • Cuci tangan. Kebiasaan baik ini dapat membantu menghalau kuman. Lakukan sebelum makan, setelah buang air, setelah dari tempat-tempat ramai, setelah bermain dengan hewan peliharaan, dsb.
  • Jaga higienitas dengan baik. Hindari berbagi minuman, makanan, sedotan, alat makan, alat rias, dan sikat gigi dengan orang lain.
  • Terapkan gaya hidup sehat. Pertahankan sistem kekebalan tubuh dengan istirahat cukup, olahraga rutin, dan konsumsi makanan sehat dengan gizi seimbang.
  • Tutup mulut jika hendak batuk atau bersin.
  • Jika sedang hamil, berhati-hatilah dengan makanan, terutama daging. Pastikan daging dimasak benar-benar matang. Hindari keju yang dibuat dari susu nonpasteurisasi. Pilihlah keju yang dibuat dari susu yang telah dipasteurisasi.

Penyakit meningitis dapat terjadi pada siapa saja. Karena itu, kenalilah gejala-gejalanya agar Anda selalu waspada. Jika Anda mengalami gejala meningitis di atas, segera periksa ke dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

[RS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar