Sukses

Ini Alasan Mengapa Tubuh Demam Saat Terkena Cacar Air

Banyak anggapan bahwa cacar air sekadar penyakit kulit. Lalu mengapa penderita mengalami demam saat kena cacar air?

Klikdokter.com, Jakarta Sebagian besar dari Anda pasti pernah mengalami cacar air. Sebelum cacar air muncul, mungkin Anda mengalami demam tinggi dan dapat disertai gejala batuk, pilek, dan badan lemas. Oleh sebab itu, Anda perlu mengetahui mengapa bisa terjadi demam tersebut untuk berjaga-jaga.

Setelah demam beberapa hari, saat terkena cacar air tubuh Anda akan mulai muncul lenting di kulit yang umumnya dimulai dari bagian badan dan kemudian menjalar ke seluruh tubuh. Kemudian lenting akan pecah lalu mengering, hingga akhirnya menghitam dan mengelupas. Begitulah memang tahapan yang akan Anda alami saat terkena penyakit cacar air.

Penyebab penyakit cacar air

Cacar air disebabkan oleh virus bernama Varicella zoster. Virus ini sangat mudah menyebar, baik melalui sentuhan maupun droplet. Waktu inkubasi penyakit ini adalah antara 10-21 hari. Artinya penularan sebenarnya sudah terjadi sejak 10-21 hari sebelum munculnya gejala.

Penularan penyakit ini bahkan sudah mulai terjadi sejak dua hari sebelum munculnya lenting merah hingga 4-5 hari setelah munculnya lenting merah pada kulit. Setelah sembuh, virus Varicella zoster ini tidak benar-benar hilang. Mereka bersembunyi pada serabut saraf. Sewaktu-waktu, virus ini dapat muncul kembali ketika seseorang mengalami daya tahan tubuh rendah.

Akan tetapi, gejala yang ditimbulkan bukanlah suatu gejala cacar air, melainkan cacar ular (Herpes zoster) yang hanya mengenai satu bagian tubuh saja.

Gejala penyakit cacar air

Gejala utama penyakit acar adalah munculnya lenting kemerahan berisi cairan di seluruh tubuh. Lenting pada mulanya berupa benjolan kemerahan. Kemudian lenting akan terisi cairan. Dalam beberapa hari ia akan pecah kemudian menghitam, dan akhirnya sembuh.

Lenting pada tubuh penderita cacar biasanya beraneka ragam, baik dari segi ukuran maupun tahapannya. Jadi ada sebagian lenting yang baru muncul dan sebagian yang sudah pecah. Lenting dapat terasa nyeri pada awalnya, dan gatal setelah pecah.

Tidak hanya lenting merah, cacar air juga dapat disertai berbagai gejala lain seperti demam, batuk, pilek, badan lemas, nyeri otot, mual, pusing, mata merah, dan turunnya nafsu makan.

Mengapa tubuh demam saat mengalami cacar air?

Demam merupakan salah satu gejala utama dari penyakit cacar. Walaupun banyak yang menganggap cacar adalah kelainan pada kulit, sebenarnya virus cacar menyebar di seluruh tubuh. Virus Varisella zoster masuk ke tubuh melalui saluran napas dan berkolonisasi pada saluran napas atas.

Dalam 2-4 hari virus bereplikasi (memperbanyak diri). Selanjutnya 4-6 hari kemudian, virus menyebar ke hati, limpa, dan tempat lain untuk memperbanyak diri. Setelah satu minggu, virus kemudian menyebar ke kulit, sehingga menyebabkan lesi pada kulit. Virus ini juga dapat menyebar ke saluran napas, sehingga dapat menimbulkan gejala peradangan paru (pneumonia).

Bahkan pada kasus berat, virus dapat menyebar ke sistem saraf dan menimbulkan gejala peradangan otak.

Penyebaran virus ke seluruh tubuh ini tentunya memicu sistem pertahanan tubuh untuk melawan virus. Tubuh membentuk antibodi untuk melawan virus cacar air. Proses perlawanan tubuh terhadap virus cacar air menyebabkan keluarnya berbagai macam sitokin, yakni zat kimia yang keluar akibat suatu peradangan.

Sitokin inilah yang menyebabkan Anda  mengalami demam saat terkena cacar air. Demam bisa mencapai 40o celcius dan terkadang menyebabkan rasa tidak nyaman. Anda dapat mengurangi gejala demam dengan banyak minum air putih,mengompres kepala atau meminum obat penurun demam. Namun jika dengan cara itu demam tak kunjung turun segera periksa ke dokter.

[NP/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar