Sukses

Berat Badan Naik 22 Kg Demi Film, Charlize Theron Depresi

Artis Charlize Theron terkena depresi setelah harus menaikkan berat badan untuk film barunya.

Klikdokter.com, Jakarta Artis pemenang Oscar, Charlize Theron, mengaku depresi gara-gara harus menaikkan berat badannya hingga 22 kg untuk film terbarunya Tully. Ia memainkan peran sebagai seorang ibu yang memiliki tiga anak. Hanya dalam waktu 3 bulan, ia harus mengubah drastis penampilannya.

“Saya ingin merasakan apa yang dirasakan wanita ini, dan saya pikir itu adalah cara bagi saya untuk lebih dekat dengannya dan masuk ke dalam pola pikirnya,” kata Theron, dilansir Marie Claire.

Pertama-tamanya, Theron merasa bersemangat dengan menu makannya. Ia dengan senang hati sarapan dua milkshake setiap hari. Namun tiga minggu kemudian, ia merasa kegiatan makan tersebut tak lagi menyenangkan dan menggiurkan. Semuanya terasa seperti pekerjaan alias beban.

Bahkan, agar berat badannya terus naik, ia harus memasang alarm pada tengah malam untuk makan. “Saya akan bangun jam 2 pagi dan menyantap makaroni dan keju.”

Theron juga menuntut dirinya untuk mengonsumsi sebanyak mungkin makanan olahan dan gula, yang menurutnya berpengaruh terhadap suasana hatinya. Selesai syuting, masalah tak juga selesai. Ia mengalami kesulitan dalam menurunkan berat badannya ke angka semula. Butuh waktu satu setengah tahun baginya untuk benar-benar berhasil. 

Kaitan antara diet dengan depresi

Dikutip dari INSIDER, banyak penelitian yang telah menemukan hubungan antara pola makan dengan depresi. Makanan olahan dan gula diyakini berkaitan dengan depresi dan mood swings. Studi tahun 2017 yang dimuat di Scientific Reports menyebutkan bahwa makanan dengan gula tambahan dapat memicu gejala depresi.

Penelitian lainnya yang dipublikasikan di British Journal of Psychiatry menemukan bahwa partisipan yang sering mengonsumsi makanan olahan berisiko 58% lebih tinggi terkena depresi ketimbang mereka yang lebih sedikit mengonsumsi makanan olahan.

Hantaman depresi yang menyerang Theron akibat kenaikan berat badannya juga punya kaitan secara ilmiah. Banyak studi menemukan bahwa kenaikan berat badan dapat menyebabkan depresi, dan sebaliknya.

Sementara itu, diet yang membatasi asupan gula dapat berdampak positif untuk kesehatan mental, dilansir MSN. Lihat saja diet Nordic atau Jepang yang rendah gula. Keduanya memberikan perlindungan yang luar biasa terhadap depresi dan demensia. Begitu juga dengan diet Mediterania yang berbasis tanaman, telah menunjukkan dapat menurunkan risiko depresi sekitar 40 hingga 50 persen. 

Depresi merupakan gangguan kesehatan mental yang tidak boleh disepelekan. Banyak orang mengira depresi hanyalah kesedihan biasa, padahal kondisi ini tidak sesederhana itu. Gejala depresi secara psikis, antara lain kesedihan berkepanjangan, putus asa dan tidak berdaya, mudah tersinggung, cemas, kehilangan minat dan motivasi terhadap apa pun, serta memiliki pikiran untuk bunuh diri.

Sedangkan gejala fisik dari depresi adalah bergerak atau berbicara lebih lambat dari biasanya, perubahan nafsu makan, konstipasi, libido rendah, perubahan pada siklus menstruasi, gangguan tidur, dan nyeri yang tidak dapat dijelaskan.

Sering kali depresi muncul secara bertahap, sehingga sulit bagi penderita untuk menyadari kondisi yang sesungguhnya. Karena itu, waspadalah dengan setiap gejala depresi. Anda dapat berkonsultasi dengan psikolog atau psikiater jika merasa memiliki gejala-gejala yang telah disebutkan 

Kini, Charlize Theron telah berhasil mengembalikan bentuk tubuhnya ke ukuran semula. Ia mengatakan bahwa pengalamannya berjuang dengan berat badan dan depresi tidaklah berbeda dengan karakternya di film Tully. “The struggle is real for everybody,” katanya.

[RVS]

1 Komentar