Sukses

Adakah Efek Samping Akupunktur bagi Kesehatan?

Manfaat akupunktur bagi kesehatan memang telah diakui banyak orang. Namun, Anda juga perlu tahu efek sampingnya.

Klikdokter.com, Jakarta Akupunktur merupakan metode pengobatan alternatif tradisional Tiongkok yang populer untuk mengatasi nyeri. Caranya adalah dengan menusukkan jarum kecil ke acupoint di permukaan tubuh dengan kedalaman tertentu. Di Indonesia sendiri, akupunktur diperkenalkan pertama kali tahun 1963 melalui kedatangan tim dokter ahli dari Cina yang mengobati Presiden Soekarno. Meski diyakini bermanfaat bagi kesehatan tubuh, tapi adakah efek sampingnya?

Dikatakan oleh dr. Sepriani Timurtini Limbong dari KlikDokter, terapi akupunktur memberikan banyak manfaat untuk tubuh. Teknik menusukkan jarum di kulit diyakini dapat membantu melancarkan alirah darah serta mengembalikan keseimbangan energi dalam tubuh. Untuk beberapa penyakit tertentu seperti tekanan darah tinggi, rinitis alergi, nyeri wajah, radang sendiri, dan nyeri otot, praktik akupunktur telah terbukti efektif secara ilmiah.

Efek positif dari akupunktur biasanya berupa kualitas tidur yang lebih baik, lebih berenergi, kejernihan mental, sistem cerna yang lebih baik, serta mengurangi stres. Meski demikian, akupunktur juga diketahui memiliki efek samping yang berlawanan pada setiap orang. Gejalanya pun bisa ringan hingga berat. Dikutip dari berbagai sumber, berikut ini adalah di antaranya:

1. Gejala yang dirasakan semakin parah

Sementara kebanyakan orang merasakan perbaikan pada kondisi kesehatannya setelah akupunktur, sebagian yang lain justru merasakan kondisinya memburuk. Dalam lingkaran pengobatan alamiah, kondisi ini disebut sebagai “krisis penyembuhan”.

Konsepnya adalah ketika tubuh melalui proses perubahan yang berhubungan dengan meningkatnya kesehatan, ada hal-hal yang menjadi kacau. Kondisi ini tak hanya dapat menyebabkan gejala-gejala yang dirasakan memburuk, tapi juga kambuhnya penyakit yang sebelumnya tidak aktif.

Akupunktur diyakini dapat membangkitkan kemampuan penyembuhan diri, dan kemampuan tersebut bisa datang bersamaan dengan “serangan” kesadaran jasmani. Hal ini biasanya adalah pengalaman positif, tetapi bisa juga berarti peningkatan sensitivitas atau toleransi untuk sesuatu yang sebelumnya dirasakan normal. Salah satu contohnya adalah seseorang yang secara tak sadar beradaptasi terhadap stres dengan cara mengencangkan atau membungkukkan bahunya.

Setelah perawatan akupunktur, begitu semua indra pada tubuh dibangkitkan, tekanan pada punggung atas dan leher akan terasa makin berat.Kabar baiknya, efek samping ini adalah suatu pertanda bahwa ada proses berjalan. Dalam kasus akupunktur, ini berarti tujuan utama Anda mulai terpenuhi.

2. Kelelahan

Beberapa orang dapat merasa kelelahan setelah akupunktur. Namun, Anda tak perlu khawatir karena kondisi ini merupakan sebuah pertanda bahwa Anda memang membutuhkan istirahat. Jika Anda merasakan ini, lebih baik Anda bersantai di rumah, mandi dengan air hangat, lalu tidur lebih awal. Esok paginya, setelah menjalani akupunktur dan istirahat yang berkualitas, Anda akan merasa bugar seolah baru terlahir kembali.

1 dari 3 halaman

Selanjutnya

3. Merasakan sakit atau nyeri

Bagian tubuh dimana jarum akupunktur ditusukkan bisa menjadi sakit setelah jarum dilepaskan, yang sering kali dirasakan di bagian tangan dan kaki. Anda mungkin juga bisa merasakan nyeri otot jauh dari titik-titik tusukan jarum jika pemicunya atau titik akupunktur Ashi (titik nyeri tekan) dibebaskan selama akupunktur berlangsung.

Rasa sakit akibat akupunktur biasanya akan menghilang dalam waktu 24 jam. Meski begitu, pelepasan titik pemicu yang besar dapat menyebabkan nyeri yang bisa dirasakan hingga beberapa hari. Biasanya, ahli akupunktur akan memperingatkan Anda mengenai efek samping ini setelah sesi selesai.

4. Timbul memar

Dibandingkan dengan timbulnya nyeri atau rasa sakit, timbulnya memar memang lebih jarang ditemui. Namun, memar tetap bisa muncul di tempat penusukan jarum. Kadang memar ini adalah akibat hematoma, kumpulan darah di bawah kulit yang terjadi akibat pembuluh darah di bawah kulit pecah. Dalam kasus ini, hematoma terjadi akibat tusukan jarum. Jika ini terjadi, memar butuh waktu lebih lama untuk hilang dibandingkan efek samping yang berupa rasa nyeri.

5. Kedutan pada otot

Seseorang bisa mengalami kedutan pada otot secara tidak sadar selama atau setelah akupunktur. Perlu diketahui, kedutan otot berbeda dengan kejang otot penuh. Jika selama atau setelah perawatan akupunktur Anda merasa salah satu otot mengalami kejang akut, terutama jika itu adalah otot yang baru saja ditusuk jarum, segera beritahu praktisi akupunktur yang menangani Anda.

2 dari 3 halaman

Selanjutnya

6. Pusing

Meski cukup langka, tapi kondisi juga bisa terjadi, bahkan dapat menyebabkan seseorang pingsan. Bangun dengan cepat dari meja akupunktur dapat menyebabkan pusing, apalagi jika perut Anda kosong ketika akupunktur. Perlu diingat bahwa sebelum memulai akupunktur, Anda sangat dianjurkan untuk makan.

Ketika sesi akupunktur selesai, tunggu beberapa saat sebelum Anda beranjak. Bergeraklah perlahan ketika Anda membereskan barang-barang untuk pulang. Jika Anda merasa pusing setelah terapi selesai, duduklah sejenak selama beberapa menit lalu ambil napas dalam-dalam. Akupunktur bisa menjadi pengalaman intens baik secara fisik maupun emosional, dan terkadang tubuh tak bisa pulih sesuai keinginan. Berikan tubuh waktu ekstra untuk perlahan pulih.

7. Pelepasan emosi

Kadang seseorang bisa menangis saat akupunktur berlangsung. Bukan karena kesakitan, tapi karena emosi yang mungkin selama ini tertahan jadi mengalir deras. Pelepasan emosi ini merupakan sesuatu yang positif. Namun kondisi ini tetap saja bisa mengejutkan, khususnya jika Anda tipe orang yang dapat mengontrol emosi dengan sangat baik.

Membuncahnya emosi ini saat sesi akupunktur berlangsung atau terasa hingga beberapa hari setelahnya adalah hal yang tak perlu dikhawatirkan. Ini juga tanda lain bahwa akupunktur sedang bekerja dalam tubuh Anda. Meski tujuan utama Anda adalah kesembuhan fisik, tapi meningkatnya ekspresi emosi mengindikasikan bahwa penyembuhan sedang terjadi.

Dari perspektif akupunktur, kesehatan fisik dan emosional berhubungan. Perubahan secara emosional juga menunjukkan adanya perubahan pada fisik ke arah yang lebih baik.

Lakukan dengan aman

Menurut National Institute of Health, akupunktur aman dilakukan oleh tenaga terlatih yang berpengalaman dengan menggunakan jarum yang steril. Perlu Anda ketahui, jarum tersebut hanya boleh digunakan untuk sekali pemakaian.

Menurut dr. Sepriani penggunaan jarum akupunktur yang tidak steril dan pemakaian secara berulang berpotensi menimbulkan banyak masalah kesehatan di kemudian hari. Banyak penyakit infeksi yang bisa tertular lewat penggunaan jarum tersebut, mulai dari yang ringan hingga berat seperti hepatitis B dan HIV.

Jika Anda merasakan satu atau beberapa efek samping dari akupunktur yang dijabarkan di atas, jangan khawatir. Anda lah yang paling tahu tubuh Anda sendiri. Namun, jika efek samping yang dirasakan tak juga mereda atau Anda menyadari adanya tambahan reaksi negatif setelah akupunktur dilakukan, lebih baik segera hubungi ahli akupunktur Anda atau dokter.

[RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar