Sukses

5 Penyakit Berbahaya di Balik Diare Berkepanjangan

Jangan anggap sepele diare berkepanjangan. Ini penyakit berbahaya yang ada di baliknya.

Klikdokter.com, Jakarta Diare menjadi suatu kondisi yang kerap dianggap sepele. Padahal, keadaan tersebut dapat merenggut nyawa penderitanya jika tidak ditangani dengan cepat dan tepat. Bahkan, diare juga dapat menjadi pertanda adanya penyakit yang lebih serius.

Diare merupakan peningkatan frekuensi buang air besar menjadi 3 kali atau lebih dalam sehari, dengan bentuk tinja lunak atau cair. Penyakit ini umumnya dapat diatasi dengan obat-obatan yang dijual bebas, dan akan sembuh dalam waktu 2-3 hari. Namun pada kasus tertentu, diare dapat berlangsung hingga berminggu-minggu meski sudah mengonsumsi obat antidiare.

Diare berkepanjangan meningkatkan risiko penderita untuk berakhir pada kondisi kekurangan cairan atau dehidrasi. Jika tidak segera diatasi, risiko penderita untuk kehilangan nyawa menjadi semakin tinggi.

Penyebab diare berkepanjangan

Diare berkepanjangan dapat terjadi bersamaan dengan penyakit lain. Beberapa penyakit yang dimaksud, di antaranya:

1. Sindrom usus besar

Sindrom usus besar alias irritable bowel syndrome (IBS) merupakan gangguan sistem saluran cerna yang terjadi dalam jangka panjang. Penyakit ini memiliki gejala diare berkepanjangan, yang disertai dengan sembelit, perut kembung, nyeri punggung, nafsu makan menurun, dan dada terasa panas.

Hingga saat ini, penyebab pasti sindrom usus besar masih belum diketahui. Para ahli menduga bahwa keadaan ini dipicu oleh stres atau depresi yang terjadi secara berkelanjutan.

2. Penyakit celiac

Penyakit celiac terjadi di saluran cerna, dan disebabkan oleh reaksi sistem kekebalan tubuh yang tidak normal terhadap gluten–protein yang ditemukan pada gandum. Beberapa golongan orang yang lebih sering terkena penyakit ini, misalnya penderita lupus, penderita diabetes mellitus tipe 1, penderita kanker usus, dan mereka yang punya riwayat keluarga dengan penyakit serupa.

Selain diare berkepanjangan, penyakit celiac juga menyebabkan bentuk tinja pucat, berlemak atau berbau busuk, mudah lelah, mudah marah, perut begah dan nyeri perut.

3. Penyakit Crohn

Penyakit ini adalah kondisi gangguan kronis yang disebabkan oleh peradangan pada lapisan sistem pencernaan. Peradangan pada kasus penyakit Crohn dapat menyerang semua bagian sistem pencernaan, mulai dari mulut hingga ke anus.

Penyakit Crohn memiliki gejala berupa diare berkepanjangan dan berulang. Selain itu tinja berdarah atau berlendir, nyeri perut yang makin parah saat malam, penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas, serta mudah lelah.

4. Kolitis ulseratif

Ini adalah jenis peradangan usus yang terjadi dalam jangka panjang. Kondisi ini menyebabkan timbulnya ulkus atau luka pada saluran cerna. Pada penyakit kolitis ulseratif, diare berkepanjangan timbul bersama tinja berdarah atau bernanah. Selain itu terjadi pula kesulitan buang air besar meski mulas, penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas, serta nyeri atau kram pada perut.

Kolitis ulseratif dapat sangat menganggu aktivitas hingga menurunkan kualitas hidup. Penderita dianjurkan untuk segera berobat ke dokter, karena penyakit ini dapat mengancam keselamatan jiwa.

5. Kanker usus besar

Kanker usus besar alias kolorektal adalah kondisi yang paling sering terjadi pada orang berusia 50 tahun ke atas. Pada kasus ini, gejala yang paling sering timbul adalah perubahan pola buang air besar, baik berupa diare berkepanjangan atau sembelit (konstipasi). Keluhan tersebut turut disertai dengan gejala lain, berupa perut begah atau kembung, muntah berulang, mudah lelah, penurunan berat badan secara drastis, dan nyeri perut yang hilang timbul.

Sudah tahu ‘kan bahwa diare berkepanjangan tak melulu disebabkan oleh hal-hal sepele? Jadi, jika Anda mengalami diare yang tak kunjung sembuh, apalagi disertai dengan gejala yang merujuk pada penyakit-penyakit di atas, jangan tunda lagi untuk memeriksakan diri ke dokter. Semakin cepat dideteksi dan diobati, semakin besar pula kemungkinan untuk pulih.

[RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar