Sukses

Kiat Orang Tua Berbicara pada Balita

Berbicara pada anak balita perlu trik khusus, terutama bagi Anda para orang tua baru. Ini dia pola asuh yang tepat!

Klikdokter.com, Jakarta Usia balita adalah saat yang tepat untuk anak belajar komunikasi secara verbal dan mulai memahami bagaimana berbicara dalam percakapan sederhana. Oleh sebab itu, Anda sebagai orang tua perlu mengetahui kiat yang tepat untuk berbicara pada balita agar tumbuh kembang balita berjalan secara optimal.

Tovah Klein yang merupakan Direktur Barnard College, New York, mengatakan bahwa anak membutuhkan orang tua untuk membimbing mereka melalui proses. Orang tua juga harus berbicara  dengan sederhana namun cukup jelas dan mudah dipahami oleh anak.

Berikut ini adalah kiat-kiat yang dinilai Klein cukup efektif untuk berkomunikasi secara tepat kepada balita:

1. Berbicara sambil berjongkok

Posisikan tubuh setara dengan anak Anda, sehingga ia dapat lebih terbuka dalam mengungkapkan sesuatu. “Kontak mata adalah salah satu cara bagi orang tua untuk memberikan tanda pada anak bahwa orang tua selalu ada mendampingi,” jelasnya.

Menurutnya, cara ini juga cukup membantu untuk mendapatkan perhatian anak dengan cara yang positif.

2. Berikan pilihan

Memberikan pilihan sangat penting bagi anak-anak. Dengan demikian, mereka menjadi belajar tentang proses pengambilan keputusan. Tawarkan kepada anak sepatu apa yang ingin digunakan atau buku mana yang ingin dibaca.

3. Menjadi pendengar yang baik dan berbicara dengan gesture

Anak perlu tahu bahwa orang tua akan mendengarkan mereka ketika mencoba untuk berkomunikasi. Orang tua tidak hanya harus hadir secara fisik. Sementara itu yang saat ini sering terjadi, orangtua sering lebih sibuk berbicara di telepon atau bermain gawai.

Selain itu, anak balita juga belajar berkomunikasi dengan mengamati cara Anda sebagai orang tua berkomunikasi dengan mereka. “Setiap gerakan atau suara yang digunakan orang tua untuk terhubung dengan anak selama percakapan dengan mendengarkan dan memberikan tanggapan,” ucapnya.

Cara ini sangat efektif untuk membantu anak-anak merasa didengarkan dan dihormati. Sehingga, ke depannya apa yang Anda sampaikan kepada balita Anda pun lebih diperhatikan.

4. Berikan contoh yang baik

Orang tua sudah semestinya menjadi teladan untuk perilaku yang baik, misalnya dengan mengatakan “tolong”, “maaf”, dan “terima kasih.”

Menunjukkan kesopanan sepanjang hari dengan cara yang tulus akan membuat anak-anak belajar bahwa apa yang mereka lihat adalah cara yang baik untuk memperlakukan orang lain.

Masa balita adalah masa observasi, mengamati dan mengawasi segala hal, kemudian menyerap perilaku layaknya sebuah spons. Jadi, berikan contoh yang baik bagi anak Anda dalam keseharian.

Menurut dr. Sepriani Timurtini Limbong dari KlikDokter, sebagai pribadi yang paling dekat dengan anak, orang tua berperan besar dalam tumbuh kembang anak. “Apa pun yang dilakukan orang tua, memiliki dampak tersendiri pada anaknya, termasuk bagaimana orang tua mengelola emosi,” jelasnya.

Menangapi soal pola asuh, dr. Sepri mempertegas bahwa anak yang emosional tak bisa disalahkan, karena bisa jadi anak mempelajarinya dari orang tuanya.

“Hal ini bisa saja terjadi arena anak akan belajar merespons suatu kondisi dan bagaimana cara mengendalikan emosi paling banyak dari orang tua,” tutupnya.

5. Hindari berbicara lebih banyak

Meski Anda terkadang gemas ingin berbicara lebih banyak dengan anak, Klein memperingatkan orang tua untuk tidak berbicara melebihi dosis anak.

Komunikasi dapat dilakukan dalam dosis yang lebih kecil untuk anak, sehingga Anda dapat menyimpan penjelasan untuk waktu berikutnya, saat anak benar-benar penasaran. Hal ini juga cara yang baik untuk menstimulus rasa ingin tahu anak.

Menjadi orang tua bukan berarti menjadi sosok yang harus selalu didengarkan dan dipenuhi permintaannya. Justru, pola asuh balita yang tepat adalah dengan memberikan kesempatan kepada anak untuk belajar banyak hal, termasuk bagaimana menyampaikan gagasan-gagasannya.

[RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar