Sukses

Kiat Orang Tua Berbicara dengan Balita

Berbicara pada anak balita perlu trik khusus, terutama bagi Anda para orang tua baru. Ini dia cara berkomunikasi dengan balita yang perlu Anda perhatikan.

Usia balita adalah saat yang tepat untuk belajar komunikasi secara verbal dan mulai memahami bagaimana berbicara dalam percakapan sederhana. Oleh sebab itu, Anda sebagai orang tua perlu mengetahui kiat berkomunikasi dengan balita agar tumbuh kembangnya berjalan secara optimal.

Komunikasi merupakan hal yang mendasar dan perkembangannya dimulai sejak bayi. Pola komunikasi juga dipengaruhi oleh lingkungan, salah satunya adalah dari lingkungan keluarga atau orang tua.

Sayangnya, sering kali orang tua tidak menyadari bahwa cara komunikasinya dapat memengaruhi perkembangan anaknya. Agar tidak salah, perhatikan beberapa tips komunikasi dengan balita berikut ini:

1 dari 5 halaman

1. Berbicara Sambil Berjongkok

Tinggi badan Anda dan anak tentu berbeda. Maka dari itu, cara berbicara dengan anak kecil perlu diusahakan sambil berjongkok. Hal ini agar anak Anda merasa ‘setara’ dengan Anda sehingga ia akan lebih terbuka untuk mengungkapkan sesuatu.

Artikel Lainnya: Jenis-Jenis Pola Asuh dan Dampaknya pada Karakter Anak

2. Lakukan Kontak Mata dan Bahasa Tubuh

Ketika tubuh Anda dan anak pada posisi sejajar, Anda jadi bisa melakukan kontak mata. Jangan sepelekan kontak mata karena anak akan merasakan perhatian dari orang tuanya.

Komunikasi dengan balita penting dibarengi dengan kontak mata dan bahasa tubuh yang tepat. Sebab pada usia balita, anak Anda akan banyak memperhatikan banyak hal, termasuk cara komunikasi Anda.

Bahasa tubuh seperti gerakan tangan, senyum, dan intonasi suara ketika berkomunikasi, akan efektif membantunya merasa diperhatikan dan menangkap maksud perkataan Anda.

2 dari 5 halaman

3. Memberi Anak Pilihan

Cara berkomunikasi dengan balita memerlukan stimulasi. Salah satu cara penting yang bisa dilakukan adalah dengan memberikan anak pilihan.

Dengan memberikan si Kecil pilihan dalam menjawab, mereka menjadi terstimulasi untuk berpikir dan belajar tentang proses pengambilan keputusan.

Sebagai contoh, Anda bisa menawarkan kepada anak baju apa yang ingin digunakan atau buku mana yang ingin dibaca.

Artikel Lainnya: Gizi yang Cukup Bisa Tingkatkan Kemampuan Komunikasi Anak?

4. Menjadi Pendengar yang Baik

Sering kali orang tua hanya sekadar mendengar anak tanpa memberikan tanggapan yang membuatnya merasa didengarkan. Bahkan, orang tua mendengarkan cerita anak sambil main gawai.

Padahal, menjadi pendengar yang baik adalah kunci keberhasilan dalam komunikasi dengan balita. Hal ini mudah dilakukan, tetapi dampaknya besar.

Pertama-tama lakukan kotak mata, lalu tanggapi cerita anak Anda dengan kalimat seperti, “oh ya?”, “wow!”, “hebat!” dan sebagainya.

Selain itu, Anda juga bisa menanyakan pendapat atau hal yang lebih detail tentang ceritanya sehingga anak otaknya terus terstimulasi.

3 dari 5 halaman

5. Hindari Berbicara Terlalu Banyak

Komunikasi dengan balita dapat dilakukan dalam dosis yang secukupnya. Anda dapat menyimpan penjelasan untuk waktu berikutnya. Dengan begitu, anak menjadi penasaran sehingga rasa ingin tahunya akan sesuatu akan terstimulasi.

6. Berikan Contoh yang Baik

Orang tua sudah semestinya menjadi teladan untuk berperilaku baik. Begitu pula ketika berkomunikasi dengan balita. Anda harus menunjukkan kebiasaan sopan seperti mengucapkan kata “tolong”, “maaf”, dan “terima kasih”.

Contoh kesopanan dalam berkomunikasi akan membuat anak-anak belajar bahwa apa yang mereka lihat adalah cara yang baik untuk memperlakukan orang lain.

Artikel Lainnya: Mengapa Remaja Susah Curhat ke Orang Tua? Ini Kata Psikolog

Masa balita adalah masa observasi, mengamati, dan mengawasi segala hal, kemudian menyerap segala perilaku tanpa pilih. Jadi, jika Anda ingin anak Anda menjadi anak yang baik dan sopan, maka berikanlah contoh yang baik bagi anak Anda dalam keseharian.

4 dari 5 halaman

7. Hindari Kata-Kata yang Negatif

Tanpa disadari, orang tua sering mengucapkan kata-kata negatif yang dapat mempermalukan anak di depan orang lain.

Hindari memberikan cap atau label pada anak seperti “kamu anak bandel”, “kamu anak bodoh”, “kamu ga becus”, “kamu malu-maluin mama papa” karena akan mempengaruhi psikologisnya. 

Selain itu, hindarilah kata negatif lainnya ketika berkomunikasi dengan balita. Sebagai contoh, daripada menggunakan kalimat “jangan main keluar karena hujan”, gunakan kalimat, ”main di rumah saja, di luar hujan nanti kamu sakit”.

8. Berikan Anak Apresiasi

Salah satu cara berbicara dengan anak kecil adalah dengan memberikannya apresiasi atas setiap aktivitas yang dilakukannya. Puji anak Anda setiap ia berhasil melakukan sesuatu. Ketika mengalami kegagalan, berikan ia dukungan.

Dengan begitu, anak akan merasa dicintai apa adanya oleh orang tuanya sehingga akan tumbuh dengan mental yang sehat.

Cara berkomunikasi dengan balita tentunya berbeda dengan dewasa mengingat proses perkembangan yang sedang terjadi. Ingatlah bahwa apa yang diterapkan oleh orang tua dalam keseharian akan membentuk kebiasaan si Kecil hingga nanti dewasa, termasuk pola komunikasi.

Informasi menarik lainnya seputar pola asuh anak bisa Anda dapatkan di aplikasi KlikDokter. Unduh aplikasinya sekarang juga!

[WA]

0 Komentar

Belum ada komentar