Sukses

Batu Ginjal Penyakit Kambuhan, Mitos atau Fakta?

Batu ginjal sering dianggap penyakit kambuhan. Benarkah demikian? Lalu bagaimana mengatasinya?

Klikdokter.com, Jakarta Batu ginjal merupakan salah salah satu penyakit terbanyak yang menyerang organ ginjal. Studi membuktikan bahwa setidaknya satu dari 10 orang dewasa pernah mengalami batu ginjal. Apakah Anda salah satu orang yang pernah mengalaminya?

Pada umumnya penyakit batu ginjal ditandai dengan keluhan nyeri atau rasa pegal-pegal di pinggang yang hilang-timbul. Gejala ini bisa disertai dengan air seni yang bercampur darah atau infeksi saluran kencing berulang.

Untuk mengobati batu ginjal umumnya dibutuhkan tindakan khusus di rumah sakit seperti tindakan extra corporeal shockwave lithotripsy (ESWL), percutaneous nephrolithotripsy (PNL), atau bahkan operasi membuka dan menyayat organ ginjal.

Selain pengobatannya yang invasif dan mahal, salah satu yang dikhawatirkan banyak orang tentang penyakit batu ginjal adalah bahwa batu ginjal merupakan penyakit kambuhan. Benarkah demikian?

Faktanya, memang studi menunjukkan bahwa jika seseorang mengalami batu ginjal, dalam 5 tahun kemudian ia memiliki 50% kemungkinan untuk mengalami batu ginjal lagi. Jadi, seseorang yang pernah mengalami batu ginjal memang rentan mengalami batu ginjal untuk kedua kalinya.

Hal ini bisa terjadi karena penyebab utama batu ginjal adalah karena gaya hidup, seperti sering dehidrasi, banyak makan tinggi oksalat, atau banyak makanan tinggi asam urat. Jadi selama gaya hidup tersebut tidak diperbaiki, maka batu ginjal rentan untuk berulang lagi.

Namun demikian, jika Anda salah satu orang yang pernah mengalami batu ginjal, Anda tak perlu khawatir. Untuk mencegah batu ginjal kambuh kembali, ada beberapa hal yang perlu Anda lakukan:

1. Hindari dehidrasi

Dehidrasi bisa menyebabkan timbulnya kristal oksalat, asam urat, atau kristal lainnya mengendap di ginjal. Hal ini bisa menyebabkan pembentukan batu ginjal. Untuk mencegah dehidrasi, biasakan untuk mengonsumsi air putih sebanyak 1,5-2 liter per hari.  Namun jika Anda berada dalam kondisi yang mengeluarkan banyak keringat, misalnya saat olahraga atau sauna, minumlah air dalam jumlah lebih banyak.

Salah satu tanda paling akurat untuk memastikan bahwa kebutuhan cairan tubuh terpenuhi dengan baik adalah dengan melihat warna air seni Anda. Air seni berwarna jernih atau kuning samar menunjukkan kebutuhan cairan tubuh tercukupi.

2. Konsumsi oksalat bersama dengan kalsium

Sebagian besar kasus batu ginjal merupakan jenis kalsium oksalat yang banyak didapatkan dari makanan sehari-hari, seperti sayuran hijau, kacang-kacangan, cokelat, dan teh. Kebanyakan penderita batu ginjal berusaha menghindari makanan tersebut agar sakitnya tak kumat lagi. Hal ini tidak sepenuhnya tepat.

Mengonsumsi makanan yang mengandung oksalat sebenarnya tidak apa-apa, asalkan dikonsumsi bersamaan dengan makanan tinggi kalsium. Hal ini akan menyebabkan kalsium berikatan dengan oksalat di usus, dan oksalat tidak mengendap di ginjal.

3. Menghindari makanan yang tinggi purin (asam urat)

Untuk mencegah batu ginjal jenis asam urat, penderita batu ginjal sebaiknya tidak mengonsumsi makanan yang tinggi purin (zat yang membentuk asam urat). Makanan yang tinggi purin antara lain adalah daging merah, jeroan, kerang, dan alkohol. Sebaliknya perbanyak buah, gandum, biji-bijian, dan susu rendah lemak.

4. Obat untuk membuat air seni menjadi lebih basa

Agar penyakit batu ginjal tidak kambuh lagi, dokter umumnya akan memberikan obat untuk membuat air seni menjadi lebih basa. Kondisi ini akan mencegah terbentuknya kristal dan batu di ginjal. Salah satu obat yang biasa diberikan dokter untuk hal ini adalah sitrat. Umumnya obat tersebut dikonsumsi dalam jangka panjang.

Penyakit batu ginjal memang bisa kambuh lagi, namun dengan menjalankan gaya hidup sehat serta pola makan dan pengobatan yang tepat, batu ginjal dapat dicegah. Ayo jalani hidup sehat dari sekarang!

[NP/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar