Sukses

8 Cara Mencegah Komplikasi Penyakit HIV/AIDS

Komplikasi penyakit HIV/AIDS sering menyebabkan kematian. Kenali cara mencegah komplikasi tersebut.

Klikdokter.com, Jakarta HIV adalah penyakit menular dan mematikan yang disebabkan oleh human Immunodeficiency virus (HIV). HIV menyerang sel kekebalan tubuh penderita sehingga menyebabkan penurunan sistem kekebalan tubuh. Pengobatan dilakukan hanya untuk memperlambat perkembangan penyakit serta mengendalikan gejalanya dan menghindari komplikasi, sehingga penderita dapat menjalani hidup normal. Ada banyak komplikasi penyakit HIV yang mudah menyebabkan kematian pada penderita HIV, yang sudah menjadi HIV/AIDS (jumlah sel kekebalan tubuh CD4 di bawah 200).

Mencegah komplikasi sangat krusial bagi penderita HIV/AIDS untuk kelangsungan hidupnya. Berikut ini adalah beberapa langkah pencegahan yang bisa dilakukan:

1. Kontrol dan jalani pengobatan HIV dengan teratur

Beberapa komplikasi terjadi karena infeksi HIV sudah parah dan menyebabkan sindrom HIV/AIDS. Menjalani pengobatan HIV secara teratur dapat mengendalikan jumlah sel kekebalan tubuh CD4 (yaitu jenis limfosit yang diserang oleh HIV) agar tetap banyak dan tidak di bawah 200.

Beberapa komplikasi HIV/AIDS juga dapat dihindari dengan menggunakan ART (terapi antiretroviral) seperti infeksi mycrobacterium avium complex (MAC atau penyakit berat yang disebabkan bakteri umum), pneumonia pneumocystis (PCP), cytomegalovirus (CMV), dan demensia. Berkonsultasilah ke dokter secara teratur minimal dua kali setahun, bahkan setiap bulan jika diperlukan.

2. Jalani gaya hidup sehat dan selalu jaga kebersihan

Dengan menjalani gaya hidup sehat seperti diet sehat dan rutin berolahraga, penderita HIV dapat terhindar dari beberapa komplikasi seperti lipodistrofi, kanker, dan masih banyak lagi. Menjaga kebersihan diri dengan sering mencuci tangan dapat menurunkan risiko infeksi oportunistik seperti CMV, yang penularannya melalui air liur dan urine. Selain itu, lakukan juga hal-hal ini:

  • Cuci bersih dan masak makanan hingga matang.
  • Hindari mengonsumsi makanan yang mentah atau kurang matang.
  • Hindari membersihkan kotoran hewan atau gunakan sarung tangan jika Anda harus membersihkannya.
  • Hindari memelihara hewan peliharaan di luar rumah atau membiarkannya berkeliaran bebas untuk menghindari hewan peliharaan membawa kuman berbahaya ke dalam rumah.
  • Jangan menelan air ketika Anda berenang di kolam renang ataupun danau karena dapat mengandung kuman.

3. Menghindari infeksi

Beberapa infeksi oportunistik seperti tuberkulosis (TB) ditularkan melalui udara seperti dari batuk atau bersin. Sebagai penderita HIV, sebaiknya Anda menggunakan alat pelindung seperti masker dan menghindari orang yang batuk atau bersin agar Anda tidak tertular. Anda juga sebaiknya tidak dekat-dekat dengan seseorang yang menderita penyakit menular seperti TB, baik di rumah, di tempat kerja, atau di mana pun. 

4. Hindari tempat ramai

Tempat yang ramai atau sarana publik yang sirkulasi udaranya kurang baik merupakan lingkungan yang dihuni banyak kuman. Hindari tempat-tempat seperti ini supaya penderita HIV tidak mudah terkena penyakit. Tempat-tempat lain seperti rumah sakit, klinik, tempat-tempat yang lembap, atau penjara juga rentan terdapat banyak kuman.

5. Hindari penggunaan jarum suntik, merokok, dan mengonsumsi alkohol

Penderita HIV akan lebih mudah terkena infeksi TB jika mengonsumsi alkohol dan menggunakan jarum suntik narkotika. Merokok juga meningkatkan risiko terkena infeksi oportunistik PCP pada penderita HIV/AIDS.

6. Cegah penularan

Jika Anda penderita HIV, jagalah diri Anda dan orang lain. Cegah penularan terhadap diri Anda dan orang lain baik dari infeksi HIV tersebut ataupun infeksi oportunistik lainnya seperti TB. Jika Anda sudah mengonsumsi obat TB selama 3 minggu, Anda sudah tidak akan dapat menularkan kuman tersebut. Menggunakan kondom ketika berhubungan intim juga dapat mencegah penularan CMV.

7. Mengonsumsi obat profilaksis dari dokter

Dokter dapat memberikan antibiotik seperti klaritomisin dan azitromisin jika jumlah sel CD4 Anda di bawah 50 untuk mencegah MAC. Ketika jumlah sel CD4 sudah di atas 100 untuk 6 bulan, Anda mungkin dapat menghentikan pemakaian antibiotik. Pemakaian obat profilaksis juga dapat mencegah infeksi lainnya seperti PCP, CMV, dan lain-lain.

8. Lakukan pemeriksaan rutin sistem reproduksi untuk wanita

Wanita penderita HIV sebaiknya melakukan pemeriksaan panggul (pelvis) dan pap smear secara teratur untuk mencegah adanya infeksi, bahkan kanker sistem reproduksi.

HIV/AIDS adalah penyakit dengan berbagai komplikasi yang dapat berujung pada kematian. Karena itu, lakukan langkah-langkah pencegahan seperti yang dijabarkan di atas. Selain itu, perubahan gaya hidup ke yang lebih sehat juga dapat membantu meningkatkan kesehatan. Jangan lupa untuk selalu menjalani terapi pengobatan secara teratur dan rutin cek kesehatan ke dokter yang menangani Anda, ya!

[RN/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar