Sukses

Anak Laki-Laki Gemar Main Boneka, Haruskah Khawatir?

Permainan boneka identik dengan anak perempuan. Lalu, bagaimana jika anak laki-laki gemar main boneka? Wajar, atau haruskah diawasi?

Apa yang akan Anda lakukan jika mendapati anak laki-laki kesayangan main boneka? Membiarkannya, atau malah langsung merebut boneka itu dan menggantinya dengan mobil-mobilan? 

Permainan boneka memang kerap diidentikkan dengan anak perempuan. Wajar bila Anda sebagai orang tua merasa khawatir. Anda mungkin takut anak akan dihakimi orang lain, takut anak akan dijauhi teman-teman sebayanya, dan kecemasan lainnya.

Anak Laki-Laki Main Boneka, Apakah Bermasalah?

Tenang saja, bermain boneka adalah perilaku yang normal dan sangat sehat untuk anak laki-laki. Kegiatan ini justru dapat menjadi permainan imajinatif yang memicu daya kreativitas anak. Lebih lanjut, tidak ada hubungan antara perilaku bermain boneka dan homoseksualitas.

Bermain boneka dan mengagumi kecantikan menunjukkan sisi lembut seorang anak. Ini merupakan hal yang harus dirayakan oleh orang tua, bukannya ditakuti. Kemungkinan, anak meniru perilaku pengasuhan orang tua dan menunjukkan tanggung jawab serupa dengan merawat boneka tersebut.

Selain itu, antara usia 18 dan 30 bulan, seorang anak sudah tahu identitas gendernya bahwa mereka adalah anak laki-laki atau perempuan. Mereka juga paham anak laki-laki akan menjadi pria dan anak perempuan akan menjadi wanita. Pada tahap ini, umumnya seorang anak juga senang meniru tingkah ayah maupun ibunya. 

Jadi tak perlu khawatir. Main boneka untuk anak laki-laki bukanlah hal yang negatif. Bahkan, hampir semua balita tertarik untuk mencoba aktivitas lawan jenis mereka. 

Artikel Lainnya: Anda Takut Saat Melihat Boneka? Bisa Jadi, Ini Sebabnya!

1 dari 4 halaman

Manfaat Bermain Boneka untuk Anak

Bermain boneka tak hanya sekadar permainan saja, lho! Kegiatan ini ikut andil dalam mendukung perkembangan buah hati Anda. Berikut adalah beberapa manfaat bermain boneka untuk anak:

  1. Meningkatkan Keterampilan Motorik Halus

Main boneka bisa membantu si Kecil mengembangkan keterampilan motoriknya, khususnya motorik halus. Aktivitas mengganti pakaian boneka, menyisir boneka, maupun memberikan dot pada boneka merupakan latihan motorik halus yang tak disadari. 

  1. Mengembangkan Imajinasi Anak

Bermain peran dengan menggunakan boneka akan membantu mengembangkan imajinasi si Kecil. Misalnya, bersama boneka si Kecil bermain menjadi dokter-pasien, ibu-anak, maupun guru-murid.

Artikel Lainnya: Kiat Memilih Mainan Sesuai Usia Anak

  1. Melatih Tanggung Jawab

Dalam bermain peran bersama boneka, tentu anak Anda akan berlatih untuk bertanggung jawab. Misalnya ketika ia menjadi orang tua dan boneka menjadi anaknya, maka ia akan mencontoh dan melakukan kembali apa yang Anda lakukan.

Menyimpan dan merawat boneka juga akan membantu si Kecil untuk belajar memiliki tanggung jawab terhadap apa yang dimiliki. Dengan demikian, si Kecil akan terbiasa bertanggung jawab tak hanya pada boneka saja, tapi juga dalam hal yang lain.

  1. Meningkatkan Kemampuan Sosial

Di awal-awal perkembangan anak, main boneka bisa membantu meningkatkan kemampuan sosial. Pasalnya, boneka bisa menjadi alat untuk belajar berkomunikasi, misalnya saja jika menggunakan boneka tangan.

  1. Belajar Berbahasa dan Komunikasi

Main boneka dengan teman sebaya atau anggota keluarga lainnya bisa membantu melatih anak berdialog. Dengan melakukan dialog, si Kecil akan belajar berbahasa dan berkomunikasi dengan sendirinya.

  1. Mengasah Emosi

Permainan boneka akan membantu mengasah emosi si Kecil. Karena ketika bermain peran dengan boneka dan teman sebayanya, anak juga akan merasakan kasih sayang dan empati. 

Artikel Lainnya: Manfaat Bermain untuk Tumbuh Kembang Anak

2 dari 4 halaman

Gangguan Identitas Gender pada Anak

Dalam tahun pertama kehidupannya, wajar bila anak ingin mencoba peran gender yang berbeda. Ini sangatlah normal, artinya mereka tertarik mengeksplorasi apa artinya menjadi anak laki-laki atau perempuan. 

Karena itu, hendaknya orang tua tidak berasumsi bahwa anak laki-laki yang gemar main boneka akan selalu menyukai hal-hal “feminin”, atau bahwa anak perempuan yang lebih senang dengan tokoh superhero ketimbang Barbie akan selalu menyukai hal-hal “maskulin”.

Lebih lanjut, jika seorang anak laki-laki senang bermain boneka, bukan berarti mereka mengalami gangguan identitas gender. 

Berdasarkan DSM-IV, gangguan identitas gender ditandai dengan adanya penderitaan yang persisten dan kuat tentang jenis kelamin seseorang yang telah ditentukan, serta keinginan untuk menjadi jenis kelamin lainnya. 

Gangguan identitas gender ini dapat berawal dari masa kanak-kanak. Penyebabnya bisa karena stres yang terus-menerus, trauma dari orang tua, atau pengaruh lingkungan (seperti dari media massa). 

Artikel Lainnya: 5 Manfaat Mengejutkan Bermain Puzzle untuk Anak

Jadi, hindari memberikan hukuman atau cemoohan jika anak lebih menyukai boneka ketimbang mobil-mobilan. Apabila anak tetap ingin bermain boneka, persiapkan diri mereka ketimbang melarang sama sekali. 

Misalnya: orang tua dapat memberitahu anak, dengan bahasa yang mudah dimengerti, reaksi apa yang mungkin akan mereka hadapi terkait hobi bermain boneka tersebut. 

Jelaskan bahwa jika mereka tetap ingin bermain boneka, teman-temannya mungkin akan merasa tidak nyaman. Namun jika mereka tetap ingin bermain boneka, jangan melarangnya. Setidaknya mereka sudah paham dengan efek yang akan timbul. 

Dengan demikian, ketika teman-teman sebayanya menertawakan, mereka tidak akan merasa malu, canggung, atau sedih. 

3 dari 4 halaman

Kapan Harus Khawatir?

Lalu, kapan orang tua harus khawatir? Ada beberapa tanda dari DSM-IV yang dapat mengindikasikan adanya masalah identitas gender pada anak:

  • Berulang kali menyatakan keinginan untuk menjadi atau memaksakan bahwa ia adalah lawan jenis
  • Lebih suka memakai pakaian lawan jenis
  • Lebih suka berperan sebagai lawan jenis dalam bermain atau terus-menerus berfantasi menjadi lawan jenis
  • Lebih suka melakukan permainan yang merupakan stereotip lawan jenis
  • Lebih suka bermain dengan teman-teman dari lawan jenis

Oleh karena itu, sembari bermain boneka, pastikan Anda juga ikut mendampingi si Kecil untuk melihat ada tidaknya tanda-tanda yang mengarah ke gangguan identitas gender.

Permainan boneka bagi anak-anak, terlebih untuk anak laki-laki, bukanlah hal yang menakutkan maupun mengkhawatirkan. Ada manfaat main boneka yang bisa dipetik bagi anak laki-laki. 

Jika tidak ada tanda-tanda gangguan identitas gender, Anda tak perlu khawatir dengan kegemaran main boneka anak laki-laki Anda. Cobalah untuk rileks dan tidak berasumsi, serta hargai kesenangan anak dalam mengeksplorasi dunia bermainnya.

[FY/RS]

0 Komentar

Belum ada komentar