Sukses

Mengungkap Fakta di Balik Air Alkali

Hingga kini, air alkali masih belum jelas manfaatnya bagi kesehatan. Jika masih penasaran, baca dulu artikel ini.

Klikdokter.com, Jakarta Mungkin masih jelas dalam ingatan Anda ketika beberapa tahun yang lalu dunia kesehatan dihebohkan dengan berbagai manfaat yang dijanjikan oleh air alkali. Air dengan pH basa ini memang sempat booming. Banyak orang berlomba-lomba mengonsumsi air alkali untuk mendapatkan kesembuhan dan tubuh yang sehat. Namun, apakah manfaatnya sungguh sudah terbukti?

Diuji coba pada hewan

Pemberian air alkali sebelumnya telah diujicobakan pada hewan. Air dengan pH basa ini terbukti dapat memberikan hidrasi dan elektrolit yang cukup untuk hewan, dan bermanfaat untuk kesehatan hewan tersebut.

Selain itu, konsumsi air alkali juga memberikan efek positif bagi pembentukan berat badan yang ideal serta perkembangan janin yang sehat pada hewan tersebut. Tidak hanya itu saja, air alkali juga diketahui dapat menekan pembentukan radikal bebas yang dapat menyebabkan beragam penyakit, mencegah timbulnya penyakit diabetes, melindungi DNA dari kerusakan, dan menstimulasi pertumbuhan.

Lantas, air alkali pun digadang-gadang dapat mencegah, bahkan menyembuhkan berbagai penyakit. Sebut saja beragam penyakit mulai dari yang ringan hingga berat seperti kanker.

Pengaturan asam-basa dalam tubuh

PH dalam tubuh manusia diatur dengan ketat oleh proses keseimbangan dalam tubuh, yaitu berkisar antara 7,35-7,45. Berdasarkan teori, pH dalam darah manusia sedikit banyak diatur dari jenis makanan yang dikonsumsi.

Pola makan manusia di zaman modern ini telah mengalami banyak perubahan jika dibandingkan dengan pola makan manusia purba. Manusia kini lebih banyak mengonsumsi sodium yang bersifat asam dibandingkan dengan potasium yang bersifat basa. Begitu pula dengan peningkatan konsumsi klorida yang asam dibandingkan dengan bikarbonat yang basa.

Kebanyakan pola makan masa sekarang dipenuhi dengan makanan tinggi lemak dan tinggi gula, sementara miskin magnesium dan serat yang bersifat basa. Dari kebiasaan ini, para ahli lalu menarik benang merah sehingga terciptalah diet alkali atau diet alkaline, yang utamanya adalah hanya mengonsumsi berbagai makanan yang bersifat basa, termasuk air yang memiliki pH basa.

Perbanyak sayur dan buah

Berdasarkan penelitian, pola makan yang kaya akan sayur dan buah bermanfaat dalam menguatkan otot dan mencegah penurunan massa otot (terutama pada lansia) serta menurunkan risiko terkena hipertensi dan stroke.

Selain itu, diet alkaline juga diketahui bermanfaat dalam meningkatkan hormon pertumbuhan yang mencegah anak menjadi pendek, serta memperbaiki memori dan fungsi kognitif pada anak. Tidak hanya itu, suplementasi mineral yang bersifat alkali diketahui dapat memperbaiki gejala sakit pinggang.

Hanya mengubah pH urine

Meskipun memiliki sederet kelebihan, beberapa penelitian selanjutnya menemukan bahwa konsumsi air alkali hanya dapat mengubah pH urine dan tidak dapat mengubah pH darah. Oleh karena itu, penelitian-penelitian tersebut tidak menyetujui konsep bahwa pH darah yang rendah dapat menimbulkan berbagai penyakit (termasuk kanker), dan sebaliknya, membuat pH darah menjadi basa dapat membantu mencegah dan mengobati penyakit.

American Institute of Cancer Research dan Canadian Cancer Society pun menyetujui pernyataan tersebut. Inilah sebabnya mereka tidak menganjurkan penggunaan air alkali dalam mencegah atau mengobati kanker.

Lewat sebuah studi, beberapa efek negatif air alkali adalah menurunkan tingkat keasaman lambung sehingga menghambat pembunuhan bakteri dan menyebabkan patogen masuk ke aliran darah. Kelebihan air alkali dalam tubuh juga dipercaya dapat mengakibatkan masalah gastrointestinal dan iritasi kulit.

Tak hanya itu, terlalu banyak mengonsumsi air alkali dapat mengganggu pH normal tubuh yang dapat memicu alkalosis metabolik. Ini merupakan kondisi yang dapat menghasilkan gejala mual, tangan bergetar, kesemutan, dan kedutan pada otot.

Karena hingga saat ini bukti manfaat air alkali belum jelas bagi kesehatan, Anda harus menjadi konsumen yang bijak. Jika Anda penasaran ingin mencobanya, lebih baik konsultasikan dulu dengan dokter.

[RN/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar