Sukses

Menikmati Manfaat Sehat Selai Kacang

Selai kacang merupakan salah satu topping yang disukai banyak orang. Apa manfaatnya untuk kesehatan?

Klikdokter.com, Jakarta Selain selai stroberi, cokelat, atau nanas, selai kacang juga sering dikombinasikan dengan roti untuk membuat sarapan sehari-hari. Dengan rasanya yang lezat, topping selai kacang ini dapat membuat perut Anda langsung terasa kenyang dan siap untuk menjalani aktivitas sehari-hari.

Tak hanya enak dan mengenyangkan, selai kacang juga sangat bernutrisi. Selai kacang kaya akan lemak sehat dan merupakan sumber protein yang baik. Hal ini tentunya bermanfaat untuk orang yang tidak mengonsumsi daging, karena dapat menjadi pengganti protein yang dibutuhkan oleh tubuh.

Selai kacang sejumlah 2 sendok makan dapat mengandung hingga 8 gram protein dan 2 sampai 3 gram serat. Selain itu, hidangan ini juga mengandung vitamin dan mineral, termasuk vitamin B jenis niasin, zat besi, kalium, dan vitamin E.

Sebagian jenis selai kacang memiliki manfaat kesehatan yang lebih baik dibandingkan sebagian lainnya. Jenis selai kacang yang paling sehat terbuat dari kacang saja, dan selai kacang yang ditambahkan dengan garam, gula, atau minyak dapat mengubah profil nutrisinya.

Sebagai contoh, selai kacang yang ditambahkan dengan garam dapat mengandung 100 hingga 150 miligram natrium. Sedangkan selai kacang yang tidak ditambahkan dengan garam tidak mengandung natrium. Terkadang, selai kacang jenis tertentu juga dapat mengandung gula tambahan, yang dapat menambah hingga 7 gram, atau 28 kalori, untuk satu porsi.

Penelitian mengenai manfaat selai kacang

Kacang, termasuk kacang tanah, diketahui memiliki berbagai manfaat untuk kesehatan, di antaranya dalam menurunkan risiko terjadinya penyakit jantung, kanker, dan tekanan darah tinggi. Asupan kacang dan selai kacang juga dikaitkan dengan penurunan risiko dari diabetes mellitus tipe 2.

Namun, sebuah penelitian yang mengevaluasi 120,000 pria dan wanita menemukan bahwa walaupun asupan kacang dan kacang tanah dikaitkan dengan angka kematian yang lebih rendah pada manusia, tidak ditemukan efek protektif dari selai kacang secara khusus.

Para periset merujuk pada penelitian sebelumnya, dimana selai kacang ditemukan mengandung asam lemak trans (jenis lemak yang dapat meningkatkan kolesterol “jahat”), dan dengan demikian komposisi dari selai kacang berbeda dengan kacang pada umumnya. Dampak kesehatan dari garam dan asam lemak trans tersebut adalah dapat menghambat efek protektif dari kacang itu sendiri.

Namun, sebuah penelitian lain yang mengevaluasi kadar lemak trans dalam 11 jenis selai kacang yang dijual bebas di pasaran mengemukakan bahwa tidak ditemukan kadar lemak trans pada produk-produk tersebut. Meski demikian, mereka mendeteksi adanya kandungan minyak terhidrogenasi dalam jumlah kecil.

Sebagai tambahan, Linda van Horn, profesor di bidang kedokteran preventif dari Northwestern University, menyampaikan bahwa selai kacang yang dijual secara komersial telah dimodifikasi kandungannya karena industri pangan telah sadar akan lemak trans dan bahayanya. Jadi Anda akan menemukan produk selai kacang yang rendah lemak trans, atau bahkan mengandung nol lemak trans.

Perlu diketahui juga, meskipun sebagian besar lemak pada selai kacang merupakan lemak tidak jenuh yang baik bagi tubuh, hal ini tetap menjadikan selai kacang sebagai makanan tinggi kalori. Selai kacang sebanyak 2 sendok makan mengandung sekitar 200 kalori. Bagi Anda yang sedang berdiet dapat mengurangi jumlah porsi ini hingga setengahnya.

Sebagai kesimpulan, jika Anda ingin membeli selai kacang, pastikan produk tersebut mengandung rendah lemak trans dan rendah gula. Dengan demikian, Anda dapat memperoleh manfaat yang optimal dari selai kacang.

[RS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar