Sukses

Mantan Ibu Negara Amerika Serikat, Barbara Bush, Meninggal Dunia

Mantan Ibu Negara Amerika Serikat, Barbara Bush, dikabarkan meninggal dunia di usia 92 tahun.

Klikdokter.com, Jakarta Kancah politik mancanegara tengah berduka karena mantan Ibu Negara Amerika Serikat, Barbara Pierce Bush, atau dikenal sebagai Barbara Bush, meninggal dunia Selasa (17/4). Istri dari presiden ke-41 George H. W. Bush sekaligus ibu kandung dari presiden ke-43, George W. Bush ini mengembuskan napas terakhir di kediamannya pada usia 92 tahun.

Melansir dari Liputan6.com, kesehatan Barbara konon menurun dalam beberapa hari terakhir. Ia dilaporkan menderita gagal jantung kongestif dan adanya permasalahan paru-paru, mengingat pada tahun sebelumnya pernah dirawat di rumah sakit karena mengidap bronkitis.

"Usai menjalani serangkaian perawatan di rumah sakit baru-baru ini, dan setelah berkonsultasi dengan keluarga beserta dokter, Nyonya Bush memutuskan untuk tidak mencari perawatan medis tambahan dan memilih fokus pada perawatan yang membuatnya nyaman," demikian ungkap juru bicara keluarga Bush, Jim McGrath, belum lama ini.

Wanita yang tabah dan berani

Keputusannya untuk tidak melanjutkan pengobatan tersebut dianggap sebagai sebuah pilihan yang berani.

"Dia menghadapi kematian dengan ketabahan, keberanian, dan itu nyata adanya. Dia sangat menginspirasi semua orang di dunia medis, dokter dan pasien," tulis Dr. Marc Siegel, profesor pengobatan klinis dan kepala medis di Doctor Radio NYU Langone Health, Amerika Serikat.

Sebelum kepergiannya, Barbara Bush cukup tegar berjuang melawan gagal jantung kongestif dan penyakit paru obstruktif kronis. Menurut pernyataan yang dirilis oleh kantor keluarga Bush, pada hari Minggu dia sempat ingin dikelilingi oleh keluarga yang disayanginya.

"Dia menjalani perawatan dengan tenang dan akhirnya membuat keputusan tidak melanjutkannya meskipun anggota keluarga tidak ingin melepaskannya," ujar Siegel, melanjutkan perkataannya.

Lansia dan risiko penyakit yang tinggi

Seperti yang dijelaskan sebelumnya, bahwa daya tahan tubuh atau sistem imun seseorang akan menurun sejak memasuki usia 20 tahun. Seiring menuanya usia, daya tahan tubuh Barbara Bush kian menurun dan menjadi rentan akan penyakit. Kalangan lansia lainnya juga bisa saja mengalami hal ini.

Dengan begitu, para lansia disinyalir memiliki daya tahan tubuh yang minim dan harus dibantu oleh banyak hal.

Menurut American Heart Association (AHA), gagal jantung kongestif adalah sindroma klinis yang berasal dari kelainan struktur maupun fungsi jantung. Kelainan ini mengakibatkan gangguan kemampuan dari ventrikel untuk memompa darah.

Manifestasi dari gagal jantung kongestif adalah sesak napas, mudah lelah, retensi cairan yang dapat merendam paru-paru, serta bengkak pada kaki.

Gagal jantung kongestif bukanlah suatu penyakit, namun sindroma atau kumpulan gejala. Gagal jantung umumnya merupakan penyakit sekunder dari penyakit dasar lainnya seperti penyakit jantung koroner, penyakit jantung rematik, penyakit jantung katup, dan sebagainya.

Mengingat organ parunya yang juga terganggu, besar kemungkinan bahwa Barbara  mengalami komplikasi dari jantung. Pada akhirnya, Barbara memilih untuk tidak melanjutkan perawatannya dan menghadapi segala risiko yang terjadi, sekalipun itu adalah kematian.

Menjaga kesehatan untuk lansia

Sederet upaya bisa dilakukan untuk menjaga kesehatan lansia, mulai dari gaya hidup, asupan makanan hingga olahraga yang tepat. Olahraga misalnya, baik untuk jantung namun tidak bisa dilakukan secara sembarangan.

“Pada prinsipnya, olahraga untuk populasi lansia harus dimulai pada kadar aktivitas yang sangat ringan, kemudian secara bertahap dan meningkat sampai pada aktivitas sedang. Lakukan semampunya dan jangan memaksakan diri,” kata dr. Fiona Amelia dari KlikDokter.

Pengaruh mantan Ibu Negara Amerika Serikat Barbara Bush semasa hidupnya dinilai besar, terutama saat memberantas buta huruf dan sosialisasi HIV. Oleh sebab itulah berita tentang kepergiannya menyisakan kesedihan bagi warga Amerika Serikat. Selamat jalan, Barbara Bush. Terima kasih atas dedikasinya terhadap dunia kesehatan!

[NP/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar