Sukses

Waktu Terbaik untuk Mengenalkan Olahraga pada Anak

Olahraga adalah gaya hidup sehat yang harus diperkenalkan pada anak. Kapan waktu terbaik untuk memulainya?

Klikdokter.com, Jakarta Olahraga merupakan bagian dari pola hidup sehat yang harus dilakukan oleh semua orang, termasuk anak. Nah, agar si Kecil memiliki kebiasaan hidup sehat, aktivitas positif ini harus diperkenalkan sejak dini oleh orang tua.

Jika tidak dibiasakan untuk berolahraga sejak dini, dikhawatirkan anak akan jadi malas bergerak dan lebih memilih gaya hidup sedenter, yakni dengan menonton tv atau bermain game seharian. Gaya hidup tidak sehat ini bisa menyebabkan anak mengalami kegemukan atau obesitas, yang turut meningkatkan risiko penyakit diabetes, jantung dan stroke di kemudian hari.

Manfaat Olahraga Sejak Dini

Olahraga memiliki banyak manfaat kesehatan untuk anak, di antaranya:

  • Meningkatkan massa otot
  • Meningkatkan kekuatan otot dan tulang
  • Menyehatkan jantung
  • Melancarkan peredaran darah
  • Mengontrol berat badan

Tidak hanya itu, olahraga ternyata juga memiliki manfaat untuk meningkatkan rasa percaya diri anak, kemampuan belajar dan berlatih, meningkatkan kesehatan mental psikologis, serta membantu mengurangi tingkat stres pada anak.

Waktu yang Tepat

Orang tua sudah dapat mengajak anak untuk melakukan aktivitas fisik sejak bayi. Namun, memang, olahraga yang sebenarnya baru dapat dilakukan ketika anak menginjak usia balita atau saat ia sudah bisa berjalan dan berlari.

Untuk anak usia 1–4 tahun (balita), Anda dapat memintanya melakukan aktivitas fisik seperti berjalan, berlari, dan melompat. Selain itu, Anda juga dapat mengajaknya menari mengikuti irama musik kesukaannya atau melakukan gerakan senam sederhana.

Ketika anak memasuki usia 5–18 tahun, olahraga yang dilakukan dapat lebih dinamis dan beragam. Pada usia ini, anak sudah dapat diajak melakukan olahraga permainan yang kompetitif, seperti bermain tangkap bola, sepak bola, basket, bulu tangkis, tenis, dan voli. Selain itu, Anda juga dapat mengajaknya untuk berenang, berlari, menari, senam, dan ilmu bela diri. Semakin bertambah usia anak, kerumitan dan tingkat kesulitan olahraga dapat ditambah.

Satu Jam Setiap Hari

American Academy of Pediatrics (AAP) serta Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menyarankan agar seorang anak melakukan aktivitas fisik selama 60 menit setiap hari. Olahraga tidak harus langsung dilakukan selama 60 menit, tetapi bisa ‘dicicil’ hingga mencapai 60 menit dalam sehari.

Sebelum mulai berolahraga, pastikan anak melakukan pemanasan terlebih dahulu. Jika perlu, berikan anak pakaian pelindung yang sesuai dengan olahraga yang hendak ia lakukan. Misalnya, pelindung lutut jika ia hendak bermain sepak bola, atau helm jika si Kecil hendak bersepeda.

Selain itu, siapkan botol minum berisi air putih untuk dapat dikonsumsi oleh anak selama dan setelah berolahraga. IDAI menganjurkan untuk mengonsumsi 200–250 cc air (satu gelas) setiap 20 menit berolahraga.

Beri tahu pula pada si Kecil untuk selalu menjaga kebersihan diri, agar kuman yang menempel di tubuhnya setelah berolahraga tidak menyebabkan kejadian penyakit infeksi. Dalam hal ini, beberapa tindakan sederhana yang bisa Anda ajarkan padanya adalah mandi pakai sabun setidaknya dua kali sehari, dan mencuci tangan dengan sabun dan air yang mengalir, khususnya sebelum makan, setelah menggunakan toilet, dan setelah selesai beraktivitas.

Berolahraga selama satu jam setiap hari mungkin terasa berat bagi anak. Namun, jika aktivitas positif ini dilakukan secara rutin dan teratur, lama-kelamaan si Kecil akan terbiasa dan tak akan merasa keberatan lagi untuk melakukannya. Pada akhirnya, saat dirinya tumbuh dewasa, kebiasaan baik nan sehat ini akan terus melekat pada dirinya. Yuk, olahraga!

(NB/ RH)

2 Komentar

  • Fikir lalaziduhu

    jual vinyl rumah sakit anti bakteri dan juga anti zat kimia, anti bethadine dll..tidak meninggalkan bekas harga murah, 085 28 000 2202 saran untuk ruang operasi, Ruang Laboratorium, Rawat inap dan juga bagus untuk ruang bedah. https://jualkarpetlantai.com/

  • Nita

    ya