Sukses

Apakah Diare Bisa Menular? Ini Fakta Medisnya

Diare menjadi salah satu penyakit infeksi yang dapat terjadi pada segala usia. Apakah penyakit ini juga bisa menular?

Klikdokter.com, Jakarta Hampir setiap orang pernah mengalami diare dalam hidupnya. Jika dilihat dari data statistik, diare menjadi penyakit yang lebih sering terjadi di negara-negara dengan ekonomi menengah ke bawah. Kondisi ini terjadi lantaran tingkat kebersihan yang cenderung tidak terjaga.

Diare adalah suatu penyakit yang menyebabkan peningkatan frekuensi buang air besar atau BAB menjadi 3 kali atau lebih dalam sehari, dengan bentuk tinja lunak atau cair. Penyakit ini dibagi menjadi 2 kelompok, yaitu diare akut dan diare kronik.

  • Diare akut

Pada kasus ini, diare biasanya hanya terjadi kurang dari dua minggu.

  • Diare kronik

Diare dikatakan kronik jika kejadiannya lebih dari dua minggu.

Apa saja penyebab diare?

Berdasarkan penyebabnya, diare dibagi menjadi 2 golongan: diare infeksi dan non-infeksi.

  • Diare infeksi

Diare infeksi terjadi akibat adanya paparan virus, bakteri, parasit atau jamur. Jenis diare ini juga bisa merupakan bagian dari penyakit infeksi lain, misalnya infeksi virus HIV, infeksi saluran kemih, dan infeksi dalam darah seperti demam berdarah dan penyakit tifoid.

  • Diare non-infeksi

Diare non-infeksi disebabkan oleh alergi makanan, intoleransi laktosa, peradangan saluran cerna, penggunaan obat-obatan tertentu, penyakit batu empedu, penyakit pada kelenjar pankreas dan sejenisnya.

Apakah diare bisa menular?

Ya, diare bisa menular jika penyebabnya adalah infeksi virus, bakteri, atau parasit. Cara penularannya adalah melalui feses penderita diare, akibat kontaminasi kuman-kuman tersebut.

Kuman pada feses dapat mengontaminasi tangan, makanan, air, dan perlengkapan makan, hingga akhirnya masuk ke dalam saluran cerna orang lain melalui mulut. Ujung-ujungnya, penularan diare dari satu orang ke orang lain tak bisa lagi dihindari.

Salah satu bukti bahwa diare bisa menular adalah adanya wabah diare pada suatu wilayah. Keadaan tersebut terjadi akibat kebersihan lingkungan yang tidak terjaga dengan baik, atau sumber air yang terkontaminasi oleh kuman penyebab diare.

Bagaimana cara mencegah penularan diare?

Untuk mencegah penularan diare, berikut ini beberapa kiat yang bisa Anda terapkan:

1.    Menjaga kebersihan

  • Rajin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, khususnya sebelum  atau setelah makan, sebelum menyiapkan makanan, setelah dari toilet, setelah memegang hewan atau memegang benda kotor, dan seusai melakukan aktivitas.
  • Pastikan halaman rumah dan toilet selalu terjaga kebersihannya.
  • Jaga kebersihan tubuh, dengan mandi setidaknya 2 kali sehari.
  • Jaga kebersihan pakaian, dengan menggantinya secara berkala.

2.    Siapkan makanan dengan baik

  • Cuci tangan sebelum dan sesudah menyiapkan makanan.
  • Gunakan alat memasak dan alat makan yang bersih.
  • Bersihkan bahan makanan dengan baik sebelum dimasak, dan gunakan bahan makanan yang masih segar.
  • Masak makanan dengan tingkat kematangan yang benar.
  • Habiskan makanan yang telah dimasak dalam dua jam, atau simpan dalam lemari pendingin.

3.    Perhatikan kebersihan air minum

  • Gunakan sumber air bersih untuk minum, seperti air minum dalam kemasan atau air bersih yang direbus hingga mendidih.
  • Hindari minum dari sumber air yang tercemar limbah, atau sumber air yang dekat dengan septic tank.

4.    Vaksinasi

  • Lakukan vaksinasi diare pada anak sebelum usia 6 bulan.

Beberapa kasus diare memang dapat menular dari satu orang ke orang lainnya. Karena itu, selalu waspadalah dengan memperhatikan kebersihan diri dan lingkungan sekitar. Jangan ragu untuk segera berobat ke dokter jika saat ini Anda sedang mengalami diare.

[NB/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar