Sukses

Komplikasi Diabetes yang Harus Anda Waspadai

Diabetes tak sekadar gula darah yang tinggi, berbagai komplikasi dapat timbul karena kadar gula yang melebihi normal. Ini beberapa komplikasinya.

Diabetes menjadi salah satu penyakit berbahaya yang tidak dapat sembuh. Penyakit ini bisa meningkatkan risiko terjadinya berbagai komplikasi dan gangguan kesehatan lain yang serius.

Namun, penyakit diabetes dapat dikontrol. Dengan penanganan yang tepat dan beberapa perubahan gaya hidup, para pengidap bisa mencegah dan menghambat munculnya komplikasi.

Apa saja komplikasi diabetes yang dimaksud? Berikut penjelasannya:

1 dari 6 halaman

1. Infeksi Jamur

Jamur yang biasanya menyebabkan infeksi pada pengidap diabetes adalah Candida albicans. Jamur ini menyebabkan timbulnya ruam merah dan gatal yang dikelilingi berbagai lepuh serta kulit kering.

Infeksi tersebut sering ditemukan di bawah lipatan payudara, bawah kuku, antara jari jemari tangan dan kaki, sudut bibir, ketiak, dan selangkangan.

2. Rasa Gatal Berlebihan

Gatal pada suatu area tertentu sering disebabkan oleh penyakit diabetes, infeksi jamur, kulit kering, atau peredaran darah yang buruk.

Ketika diakibatkan oleh peredaran darah yang tidak baik, area yang paling sering terasa gatal adalah betis.

2 dari 6 halaman

3. Glaukoma

Pengidap diabetes lebih mudah terkena glaukoma dibandingkan orang tanpa diabetes. Semakin lama seseorang mengidapnya, semakin besar risiko terkena glaukoma. Begitu pula dengan pertambahan usia.

Glaukoma terjadi ketika tekanan dalam rongga mata meningkat dan menjepit pembuluh darah yang membawa darah ke retina dan saraf mata.

Akhirnya, penglihatan dapat menurun secara bertahap karena kerusakan retina dan saraf mata.

Artikel Lainnya: 12 Jenis Diabetes Melitus yang Mungkin Mengintai Anda

4. Katarak

Sama dengan glaukoma, pengidap diabetes memiliki risiko katarak lebih tinggi.

Katarak dapat dialami pada usia yang lebih muda dari biasanya. Perkembangan penyakitnya pun akan lebih cepat.

Bila terkena katarak, lensa mata yang bening akan tampak seperti berawan. Akhirnya penglihatan jadi tidak sejelas yang seharusnya.

3 dari 6 halaman

5. Neuropati Perifer

Penyakit ini memengaruhi saraf di tangan, lengan, betis, dan kaki. Hal tersebut menimbulkan gejala kesemutan, nyeri, atau rasa terbakar di kaki, terasa memakai sarung tangan atau kaus kaki padahal tidak menggunakannya, dan rasa baal pada kaki.

Lalu, bisa juga timbul luka di kaki meski tidak terasa nyeri. Kondisi ini membutuhkan waktu yang lama untuk sembuh.

6. Kapalan

Pada pengidap diabetes, kalus atau kapalan dapat lebih mudah menumpuk dan sering ditemukan, karena adanya area yang memiliki tekanan lebih tinggi pada kaki. Hal ini membuat seseorang membutuhkan sepatu terapeutik dan insole.

4 dari 6 halaman

7. Amputasi

Sebagian besar pengidap diabetes juga akan mengalami penyakit arteri perifer, yaitu keadaan aliran darah ke kaki akan berkurang.

Kurangnya kemampuan saraf pada pengidap diabetes akan mengurangi sensasi yang dapat dirasakan.

Ketika digabungkan, berbagai masalah ini membuat pengidap diabetes mudah mengalami luka dan infeksi yang membuatnya harus diamputasi. Hal ini dapat dicegah dengan perawatan rutin dan alas kaki yang tepat.

Artikel Lainnya: Makanan Manis Ini Aman untuk Penderita Diabetes Melitus

8. Ketoasidosis Diabetikum

Kondisi serius ini dapat mengawali terjadinya koma diabetikum, bahkan kematian.

Ketika sel tubuh tidak mulai membakar lemak untuk mendapatkan energi, yang terbentuk adalah keton.

Keton dihasilkan tubuh ketika memecah karbohidrat. Tubuh melakukan hal ini ketika tidak memiliki insulin yang cukup untuk menggunakan glukosa.

Ketika terdapat penumpukan keton dalam darah, maka darah akan jadi lebih asam. Hal ini merupakan suatu pertanda bahwa diabetes sedang tidak terkontrol.

5 dari 6 halaman

9. Tekanan Darah Tinggi

Bisa dikatakan tekanan darah tinggi ketika nilainya 140/90 mmHg atau lebih. Ketika jantung harus memompa dan bekerja lebih keras dari biasanya, risiko penyakit jantung dan diabetes akan meningkat.

Hipertensi akan meningkatkan risiko terjadinya serangan jantung, stroke, penyakit mata, dan penyakit ginjal.

10. Stroke

Pada pengidap diabetes, risiko terjadinya stroke bisa lebih besar. Pasokan darah ke otak terganggu dan jaringan otak tersebut menjadi rusak.

Akibatnya, menyebabkan gangguan pada gerak, rasa nyeri, kesemutan atau baal, dan masalah dalam berpikir, mengingat, maupun berbicara.

Sebagian penderita juga akan mengalami gangguan emosi (seperti depresi) setelah terkena stroke.

Agar tidak terjadi komplikasi diabetes, cegahlah terlebih dahulu kemungkinan Anda akan mengidap diabetes.

Penyakit ini dapat terjadi bila memiliki keturunan diabetes, maupun yang punya gaya hidup tidak sehat, seperti tidak berolahraga rutin, makan sesuka hati, dan tidak tidur cukup di malam hari.

Lakukan gaya hidup yang sehat, sehingga Anda dapat terhindar dari bahaya diabetes dan berbagai komplikasinya yang mengintai. Lalu, konsultasikan kesehatan lebih praktis dengan dokter pakai LiveChat dari Klikdokter!

(FR/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar