Sukses

Inilah Cara Kerja Vaksin Cacar Air dalam Tubuh

Yuk, kenali cara kerja dari vaksin cacar air terhadap tubuh.

Klikdokter.com, Jakarta Penyakit cacar air disebabkan oleh virus Varicella zoster dan sangat mudah menular melalui sentuhan serta droplet. Penyakit ini paling sering menyerang anak-anak dan biasanya akan sembuh sendiri antara 7-14 hari. Oleh sebab itu, vaksin cacar air sangat direkomendasikan diberikan pada anak.

Meski demikian, pada orang dengan daya tahan tubuh yang rendah seperti pada penderita kanker atau penyakit kronik lain, penyakit cacar air dapat mematikan. Setelah sembuh, virus akan bersembunyi pada serabut saraf dan pada suatu waktu dapat muncul kembali dalam bentuk cacar ular (herpes zoster).

Salah satu pencegahan terjadinya cacar air adalah dengan melakukan vaksinasi. Vaksin cacar merupakan salah satu jenis vaksin tertua di dunia. Hingga saat ini, vaksin cacar air masih dianjurkan diberikan pada anak atau pada orang dengan daya tahan tubuh yang rendah.

Biasanya produk vaksin cacar air digabung dengan vaksin lain seperti vaksin campak dan rubella (vaksin MMRV), namun ada juga produk vaksin cacar air yang diberikan sendiri. Pada anak, vaksin cacar air diberikan satu kali saja pada usia lebih dari 1 tahun

Namun pada anak di atas 13 tahun atau pada dewasa, vaksin cacar air diberikan 2 kali dengan selang 1 bulan antar pemberian. Nah, berikut ini adalah cara kerja vaksin cacar air dalam tubuh.

Mengenal antibodi

Sebelum mengetahui bagaimana cara kerja vaksin cacar air dalam tubuh, pahami terlebih dahulu mengenai antibodi. Antibodi merupakan salah satu alat pertahanan tubuh untuk melawan berbagai kuman yang masuk ke dalam tubuh. Antibodi juga bersifat spesifik terhadap suatu kuman penyebab penyakit tertentu.

Agar tubuh dapat memperoleh antibodi dapat dilakukan dengan cara alami dan dengan cara buatan. Antibodi alami diperoleh dari ibu (pada bayi yang baru lahir) atau setelah terkena suatu penyakit. Sementara itu, antibodi buatan diperoleh melalui vaksinasi.

Vaksinasi secara umum mengandung kuman yang dilemahkan atau komponen dari kuman yang spesifik (antigen). Kuman yang dilemahkan atau komponen dari kuman tersebut kemudian dimasukkan ke dalam tubuh seseorang. Tubuh akan mengenali kuman atau komponen kuman ini sebagai suatu antigen yang berbahaya bagi tubuh.

Akibatnya, tubuh akan membentuk antibodi untuk melawan kuman tersebut. Antibodi ini kemudian akan disimpan dalam bentuk sel memori. Jika sewaktu-waktu tubuh terinvasi kuman tersebut, sel memori akan teraktivasi dan menghasilkan antibodi untuk melawan kuman.

Bagaimana cara kerja vaksin cacar air?

Vaksin cacar air mengandung virus hidup yang dilemahkan. Virus ini dimasukkan ke dalam tubuh dengan cara disuntikkan di bagian lemak bawah kulit. Sama seperti pemberian vaksin lainnya, tubuh akan mengenali vaksin sebagai antigen yang harus ia lawan, sehingga terbentuklah antibodi terhadap virus cacar air.

Pada anak berusia di bawah 13 tahun, vaksin cukup diberikan satu kali saja. Pembentukan antibodi terhadap virus cacar cukup untuk melindungi tubuh dari infeksi virus cacar berikutnya.

Akan tetapi pada usia di atas 13 tahun yang seharusnya anak mendapat vaksinasi cacar (biasanya diberikan karena tahan tubuh yang lemah akibat suatu penyakit), dibutuhkan dua kali vaksinasi untuk memaksimalkan pembentukan antibodi tubuh terhadap virus cacar.

Antibodi ini bertahan selama kurang lebih 10 tahun. Setelah itu, antibodi terhadap virus cacar akan menurun, sehingga perlu dilakukan vaksinasi ulang cacar untuk mencegah terjangkit penyakit ini.

Nah, kini Anda telah mengetahui pentingnya vaksin cacar air serta bagaimana cara kerja vaksin ini di dalam tubuh. Untuk itu, jangan biarkan buah hati Anda terlewat mendapatkan vaksinasi cacar air. Jangan lupa, Anda juga perlu mendapatkan vaksinasi untuk melindungi tubuh dari penyakit cacar air.

[NP/ RVS]

1 Komentar