Sukses

Inilah Efek Mematikan pada Tubuh Saat Minum Miras Oplosan

Masyarakat kembali dikejutkan dengan puluhan orang meninggal dunia akibat mengonsumsi miras oplosan. Ketahui efek mematikan miras oplosan di sini.s

Klikdokter.com, Jakarta Beberapa waktu belakangan berita mengenai minuman keras (miras) oplosan kembali menjadi perbincangan akibat puluhan orang meninggal akibat meminum minuman berbahaya tersebut. Di Provinsi Jawa Barat dan DKI Jakarta, diperkirakan hampir seratus orang meninggal dunia akibat efek mematikan miras oplosan; 58 orang di beberapa wilayah di Jawa Barat dan 33 orang di wilayah Jakarta. Hingga saat ini, pemerintah masih terus berusaha untuk menanggulangi kejadian luar biasa ini.

Minuman racikan yang memabukkan ini masih terus diteliti mengenai berbagai kandungannya yang berbahaya di laboratorium. Tanpa hasil laboratorium, mungkin sulit menentukan kandungan pasti dari miras oplosan tersebut. Namun, diperkirakan minuman ini mengandung alkohol dari metanol berkadar tinggi yang, ditambah bahan-bahan racikan sendiri.

Sering kali, bahan-bahan yang dicampur untuk membuat miras oplosan merupakan material yang tidak lazim dikonsumsi manusia. Contohnya, obat nyamuk (losion anti nyamuk), obat tetes mata, minuman berenergi, spiritus, dan masih banyak lagi.

Alkohol sendiri dalam jenis apa pun, apabila dikonsumsi dalam jumlah besar bisa menimbulkan gejala intoksitas atau keracunan alkohol. Namun, terdapat jenis alkohol tertentu yang digolongkan dalam alhokol beracun, yaitu isopropanol, metanol, dan ethylene glycol. Keadaan keracunan alcohol dapat memberikan berbagai gejala kesehatan serius, bahkan kematian seperti yang terjadi pada para korban miras oplosan ini.

1 dari 4 halaman

Efek buruk dari isopropanol

Isopropanol sering kali ditemukan dalam cairan pelarut dan disinfektan (misalnya dalam cairan mouthwash, hand sanitizer, dan sebagainya). Jika dikonsumsi, isopropanol akan dimetabolisme dan menghasilkan aseton. Aseton memberi efek depresi terhadap sistem saraf pusat, juga memberikan aroma buah-buahan pada napas.

Konsumsi isopropanol awalnya memberikan efek seperti seorang yang sedang mabuk, yaitu euforia, penurunan kemampuan dalam mengambil keputusan, koordinasi tubuh yang buruk, penurunan refleks, dan masih banyak lagi. Gejala dapat memburuk dan menimbulkan keluhan disartria (kesulitan berbicara), ataksia (gangguan koordinasi dan gerakan), letargi (lemah, lesu), dan kondisi koma. Jika kandungannya mencapai lebih dari 450 mg/dl, bisa terjadi penekanan fungsi sistem kardiovaskular.

2 dari 4 halaman

Efek buruk dari metanol

Metanol kerap digunakan dalam cairan pelarut industri dan kelautan, juga untuk penghilang cat (paint remover). Jika dikonsumsi, metanol akan dimetabolisme menjadi formaldehida (formalin), lalu asam format.

Metanol biasanya tidak menimbulkan gejala memabukkan sebanyak isopropanol. Namun, pasien dapat menunjukkan gejala hiperventilasi, yaitu pernapasan yang sangat cepat. Selain itu, gejala lain juga mungkin muncul seperti sakit kepala, mual, muntah, dan nyeri perut.

Lebih jauh lagi, seseorang yang mengonsumsi metanol dapat mengalami gangguan penglihatan. Dalam pemeriksaan, pupil mata akan tampak lebar dan kurang responsif terhadap stimulus cahaya. Dalam beberapa hari, pasien bisa kehilangan penglihatannya alias buta. Penderita juga dapat memiliki gangguan kesadaran dan koma. Metanol sebanyak 0,3-1 g/kgBB dapat mematikan. Jika selamat dari keracunan alkohol akibat metanol, seseorang dapat mengidap gangguan pergerakan serupa penyakit Parkinson, yang bisa dirasakan dalam jangka panjang.

Ethylene glycol juga merupakan zat yang banyak digunakan dalam proses industri. Zat ini sebenarnya tidak beracun, taoi jika dikonsumsi akan menghasilkan zat toksik. Gejalanya antara lain pasien tampak mabuk, hingga lalu berujung pada kondisi koma.

3 dari 4 halaman

Gejala keracunan alkohol

Terdapat beberapa gejala tanda bahaya berkaitan dengan keracunan alkohol, yang jika dialami harus segera mencari pertolongan medis.

  • Kesulitan bernapas atau nyeri dada mendadak
  • Kejang
  • Merasa sedih berlebihan, terutama jika timbul keinginan melukai diri sendiri dan orang lain
  • Halusinasi
  • Muntah secara terus-menerus
  • Mengalami kecelakaan yang disebabkan konsumsi alkohol

Semoga saja dengan adanya kejadian luar biasa akibat konsumsi miras oplosan yang baru-baru ini kembali terjadi, bisa membuat masyarakat lebih waspada terhadap dampak mematikan yang dibawanya. Tak waspada hanya terhadap miras oplosan, tapi juga terhadap konsumsi alkohol secara umum yang juga dapat berdampak buruk pada kesehatan tubuh.

(RN/ RH)

0 Komentar

Belum ada komentar