Sukses

Awas, Tiba-Tiba Bangkrut Bisa Picu Kematian!

Bangkrut tentu amat menyesakkan hati. Benarkah dampak psikisnya dapat memicu kematian?

Klikdokter.com, Jakarta Mengalami kebangkrutan tentu akan menimbulkan syok. Bagaimana tidak? Harta benda atau kepemilikan selama ini, bisa jadi ludes sampai tidak menyisakan apa-apa. Ini menjadi hal yang menakutkan bagi para pebisnis dan wirausahawan. Dan tahukah Anda, bahwa bangkrut ternyata bisa memicu kematikan, jika tidak dihadapi dengan bijak?

Dilansir TIME, ketika seseorang kehilangan 75 persen atau lebih dari kekayaannya, mereka 50 persen lebih mungkin meninggal lebih awal daripada orang yang kekayaannya tetap stabil.

Lewat studi yang dipublikasikan pada hari Selasa di jurnal JAMA, para peneliti menelaah bagaimana kehilangan stabilitas keuangan berdampak pada kesehatan seseorang dari waktu ke waktu. Lindsay Pool, asisten profesor di Northwestern University Feinberg School of Medicine dan tim, meninjau lebih dari 8,700 orang usia 51–61 yang berpartisipasi dalam riset tersebut.

Para peneliti melihat bahwa kebangkrutan dapat memengaruhi mortalitas seseorang. Kebangkrutan di sini diartikan sebagai kehilangan 75 persen (atau lebih) dari total nilai aset mereka, selama lebih dari dua tahun, termasuk hal-hal seperti pensiun, rumah atau bisnis.

Selama 20 tahun memantau fenomena ini, 25 persen orang mengalami goncangan yang hebat saat bangkrut. Baik pria maupun wanita, mereka memiliki risiko kematian yang jauh lebih tinggi dari semua penyebab.

"Ini adalah sesuatu yang jutaan orang lalui dan bukanlah hal langka," ujar Pool.

Menurut para peneliti, seseorang yang mengalami kebangkrutan akan mengalami risiko  yang sama dengan mereka yang tidak memiliki kekayaan, dalam mengalami kematian dini.

Namun demikian, studi ini tidak mengaitkan langsung antara kebangkrutan dengan kesehatan seseorang. Hipotesis yang diambil para peneliti adalah kehilangan kekayaan secara menyeluruh dan mendadak dapat menimbulkan stress. Dan dalam jangka panjang, stres kronis dapat memengaruhi hampir semua sistem organ.

Tangani stres dan depresi sedini mungkin

Menurut Mayo Clinic, depresi bukanlah kesedihan biasa. Perasaan sedih akan muncul secara persisten (selama berminggu-minggu, bahkan berbulan-bulan), dan dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Berikut ini adalah gejala depresi yang harus Anda waspadai:

  • Perasaan sedih, kekosongan atau keputusasaan
  • Sering marah, muda tersinggung, frustasi
  • Kehilangan minat atau kesenangan dalam sebagian besar atau bahkan semua aktivitas, seperti seks, hobi atau olahraga
  • Gangguan tidur, termasuk insomnia atau tidur terlalu banyak
  • Kelelahan dan kekurangan energi, sehingga tugas-tugas kecil pun butuh usaha ekstra
  • Nafsu makan berkurang, tapi bisa juga terjadi peningkatan nafsu makan
  • Penurunan berat badan atau penambahan berat badan
  • Kecemasan, gelisah, agitasi
  • Berpikir, berbicara, dan bergerak lebih lambat
  • Perasaan tidak berharga atau rasa bersalah, terpaku pada kegagalan masa lalu atau menyalahkan diri sendiri
  • Kesulitan berpikir, berkonsentrasi, membuat keputusan, dan mengingat sesuatu
  • Pikiran yang sering atau berulang tentang kematian, bunuh diri, berusaha bunuh diri
  • Masalah fisik yang tidak dapat dijelaskan, seperti sakit punggung atau sakit kepala

Kondisi bangkrut bisa memicu kematian seseorang, karena dapat memberatkan pikiran dalam waktu sekejap. Anda pun rentan terserang stres, bahkan depresi. Oleh karena itu, jangan ragu untuk menemui dokter atau psikolog/psikiater untuk mendapat penanganan yang tepat, terutama jika Anda merasa memiliki gejala-gejala depresi. Stres hingga depresi, sejatinya dapat diatasi secara tepat bila Anda sadar bahayanya sedari awal.

[RS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar