Sukses

Ini Dia Ciri-ciri Vagina Perawan

Sebagian besar orang beranggapan, keperawanan dapat dilihat dari selaput dara. Benarkah itu tanda dari vagina perawan?

Klikdokter.com, Jakarta Kondisi vagina perawan selalu dihubungkan dengan sudah robek atau belum selaput dara seorang wanita. Ketika diketahui seorang wanita selaput daranya telah robek, terkadang orang beranggapan bahwa ia telah melakukan hubungan seksual meski belum menikah. Benarkah selaput dara adalah kunci dari vagina perawan?

Serba-serbi selaput dara

Selaput dara atau dalam dunia medis disebut hymen, adalah membran atau selaput yang terletak pada pembukaan vagina atau bagian tepi bawah vagina. Pada umumnya, pemeriksaan keperawanan dilakukan dengan memeriksa keadaan selaput dara atau hymen.

Selaput dara dapat meregang dengan sendirinya atau bahkan pecah, meskipun selama pertumbuhan dan perkembangan tidak terjadi penetrasi. Wanita yang aktif bermain olahraga atau menggunakan tampon bisa jadi tidak memiliki selaput dara lagi.

Pada vagina perawan, ketika selaput dara pecah, mungkin terjadi pendarahan dan rasa sakit. Jika pecahnya selaput dara bukan karena berhubungan seksual untuk pertama kali, bisa saja selaput dara kembali ke kondisi normal.

Selaput dara ini cenderung tipis pada anak-anak dan menebal pada permulaan pubertas karena perubahan hormon.

Meski demikian, banyak wanita yang melakukan operasi perbaikan selaput dara karena ingin memperbaikinya sebelum menikah. Hal ini bisa jadi merupakan pilihan pribadi atau masalah moral.

Konsep keperawanan

Menurut dr. Ayutika Saraswati Adisasmito, M.Res, dari KlikDokter, dalam masyarakat ada dua pengertian soal vagina yang tidak lagi perawan. Ada yang beranggapan bahwa hilangnya keperawanan ditandai oleh robeknya hymen. Ada juga yang mengatakan keperawanan hilang karena telah berhubungan intim untuk pertama kali.

Namun, dr. Ayutika menjelaskan bahwa hilangnya keperawanan terjadi karena telah masuknya penis ke dalam vagina (penetrasi) atau telah melakukan hubungan intim.

“Pada umumnya, selaput dara akan robek saat hubungan seksual pertama kali dilakukan. Namun, robekan bisa saja tak terjadi pada selaput dara yang elastis,” jelasnya.

Selain itu, robekan selaput dara tidak selalu diakibatkan oleh hubungan seksual. Olahraga berat dan kecelakaan yang menyebabkan cedera di daerah pinggul juga dapat menyebabkan selaput dara yang tipis robek. Oleh sebab itu, selaput dara tidak bisa dijadikan sebagai patokan vagina perawan atau tidak.

Ciri-ciri vagina perawan

Selain dapat dilihat dari ada atau tidaknya selaput dara dan terjadi pendarahan atau tidak pada vagina saat pertama kali berhubungan seksual, vagina perawan atau tidak, bisa dibedakan lewat bentuk liang vagina.

Vagina perawan jika diperiksa akan terlihat rapat dan berbentuk seperti korona. Oleh sebab itu, tak jarang bagian ini disebut vaginal corona. Seperti dilansir dari News Health Advisor, vagina yang telah mengalami penetrasi oleh penis, bentuk liangnya akan berubah.

Meski bentuk liang vagina setiap wanita berbeda-beda, tetapi vagina perawan yang telah mengalami penetrasi bentuknya akan memipih. Jika sebelumnya liang vagina berbentuk lonjong dan cenderung ke arah bulat, wanita yang telah melakukan hubungan seksual, bentuk vagina tersebut akan memipih.

Jadi, vagina perawan memang tidak bisa diketahui hanya dari poin selaput dara saja. Untuk menghindari selaput dara robek, jagalah area vagina Anda dari aktivitas yang berbahaya.

[RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar