Sukses

Mariah Carey Ungkapkan Dirinya Mengidap Bipolar

Penyanyi pop Mariah Carey perlu tujuh belas tahun untuk mengungkapkan ia mengidap penyakit bipolar. Simak kisahnya.

Klikdokter.com, Jakarta Setelah hampir dua dekade menghilang dari panggung musik, Mariah Carey datang dengan berita yang mengejutkan bahwa dirinya ternyata memiliki penyakit bipolar II.

Pelantun tembang “Hero” ini mengatakan bahwa ia pertama kali didiagnosis memiliki gangguan jiwa bipolar pada tahun 2001, saat tengah dirawat di rumah sakit karena gangguan fisik dan mental. Ia mengaku, pada waktu itu, ia tak ingin memercayainya.

Diawali gangguan tidur

Sebelum deteksi tersebut, Carey pun percaya ia hanya mengalami gangguan tidur yang parah. Karena insomnia, waktu tidurnya pun ia gunakan untuk bekerja. Kemudian ia merasa mudah marah dan selalu takut mengecewakan orang lain.

Tak hanya itu, ia pun sering merasa sangat kesepian dan sedih bahkan sering menyalahkan diri atas karirnya yang tidak dijalankan dengan maksimal. Akibatnya, ia sering menabrakkan dirinya ke dinding karena kondisinya tersebut. Perceraiannya dengan rapper Nick Cannon pada 2016 pun semakin memperparah kondisinya.

“Beban ini terlalu berat dan saya sudah tak sanggup lagi, jadi saya mencari perawatan, mengelilingi hidup saya dengan orang-orang positif. Dengan begitu, saya bisa kembali melakukan hal yang saya sukai,” terangnya pada Time.

Setelah melewati pergolakan batin, akhirnya Carey berani mengungkapkan bahwa ia memang sudah tujuh tahun mengalami gangguan tersebut. Saat ini ia tengah menjalani perawatan dan mengaku sudah siap untuk membagikan kisahnya pada dunia.

“Saya telah berada di tempat yang sangat baik sekarang. Saya juga merasa nyaman mendiskusikan perjuangan saya dengan gangguan bipolar II,” ucapnya kepada People. Dengan pengakuannya tersebut, ia berharap masyarakat dapat menerima kenyataan yang ada dan tidak mengisolasinya.

1 dari 2 halaman

Ketika seseorang menderita bipolar II

Dilansir dari National Institutes of Mental Health (NIMH), bipolar II adalah kondisi kesehatan mental yang ditandai oleh perubahan suasana hati yang ekstrem, yang terombang-ambing antara emosi tertinggi dan terendah.

Tidak seperti bipolar I, bipolar II tidak menyebabkan perilaku yang berbahaya dan membutuhkan rawat inap. Penyakit jenis ini melibatkan perubahan suasana hati dan mengakibatkan gangguan tidur, energi dan perilaku.

Menurut dr. Karunia Ramadhan dari KlikDokter, saat mengalami depresi, penderita gangguan bipolar memang akan merasa sangat sedih, menangis tersedu-sedu dan sering kali merasa hidupnya tak berguna. Penderita masih dapat menjalankan aktivitas sehari-hari namun menjadi mudah tersinggung.

“Meski sepele penyebabnya, bisa memberikan dampak luar biasa pada penderita. Misalnya saja penderita tidak bisa mengerjakan soal ujian di sekolah, bisa saja dia merasa menjadi orang yang tak berguna dan malu bertemu dengan orang lain. Biasanya ada perasaan menyesal yang berlebihan,” jelasnya.

Penyebab gangguan bipolar belum diketahui secara pasti, sehingga para peneliti pun masih berusaha untuk menemukannya.

Berdasarkan penjelasan dari dr. Karunia, gangguan bipolar dihubungkan dengan berbagai gangguan otak, seperti gangguan struktur, fungsi kimia, neurokimia, neuroendokrin, dan pengiriman sinyal di otak. Faktor keturunan juga memegang peranan penting penyakit ini.

“Stres yang berat dan ketidaksiapan menghadapi sebuah masalah sering mengawali seseorang terkena bipolar,” tutur dr. Karunia.

Gangguan bipolar seperti yang dialami Mariah Carey paling sering menyerang dewasa muda dan lansia. Jika Anda merasakan tanda-tanda bipolar seperti di atas, segeralah periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

[RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar