Sukses

Kapan Gejala HIV Mulai Mengganggu?

Ketika sudah mulai menjalar ke seluruh tubuh, gejala HIV bisa sangat menyiksa. Lalu kapan gejala ini mulai mengganggu?

Klikdokter.com, Jakarta Perjalanan penyakit yang berkepanjangan memang tidaklah nyaman, terlebih jika penyakit ini disebabkan oleh gangguan sistem imun yang membuat aktivitas sehari-hari terganggu seperti timbulnya gejala HIV.

HIV atau singkatan dari Human Immunodeficiency Virus memang menyerang imun tubuh seseorang tanpa mengenal batasan. Penularan HIV dapat melalui hubungan seksual yang dilakukan secara bebas atau lewat pertukaran cairan tubuh dengan seseorang yang sebelumnya sudah terinfeksi.

Tidak seperti penyakit lainnya yang dapat langsung menunjukkan gejala tertentu setelah terinfeksi, pada penderita yang terkena infeksi HIV, baru menunjukkan gejala setelah bertahun-tahun kemudian. Perlu Anda ketahui, gejala yang muncul juga sangat tidak khas, kecuali jika sudah berat.

Mereka yang berisiko tinggi terkena HIV adalah pekerja seks komersial, pelaku hubungan sesama jenis, hingga tenaga medis di rumah sakit.

Gejala HIV yang timbul

Untuk menentukan sebuah diagnosis memang harus diikuti dengan pemeriksaan yang lengkap, termasuk mengetahui gejala yang dialami orang yang terinfeksi HIV. Pada penderita HIV sendiri biasanya akan mengalami beberapa tahap yang bisa saja tidak memiliki gejala secara khas.

Gejala HIV yang paling sering ditemukan adalah demam berkepanjangan yang tidak diketahui penyebabnya, berat badan menurun secara tidak pasti, rentan sekali terkena penyakit batuk, sakit kepala berulang, sering sariawan, sakit tenggorokan, diare tak kunjung sembuh, kelenjar getah bening yang membesar dan sebagainya.

Meski demikian, untuk lebih pastinya masih perlu juga dilakukan pemeriksaan penunjang terhadap gejala-gejala tersebut guna menentukan diagnosisnya.

Kapan mulai mengganggu?

Melewati beberapa fase, sekitar dua hingga empat minggu setelah seseorang mengalami infeksi HIV, merupakan saat pertama kalinya gejala muncul. Meskipun demikian, mungkin gejala ini belum terlalu mengganggu kehidupan sehari-hari.

Hal ini disebabkan karena virus HIV pun tengah memperbanyak diri, sehingga sistem imun belum terlalu terganggu dan penderita belum merasakan sakit. Lama-kelamaan tubuh mulai merasa lemah karena sistem imun tubuh mulai lelah melawan virus HIV yang semakin banyak.

Selanjutnya akan terjadi demam berkepanjangan, batuk, pilek, sakit tenggorokan yang mungkin dapat muncul kemudian menghilang. Terkadang kondisi ini membuat seseorang merasa gejala yang terasa bukanlah penyakit serius.

Biasanya jika sudah mulai ada keluhan diare yang tak kunjung terhenti barulah dipertanyakan. Pada saat itu gejala HIV yang muncul sudah mula mengganggu.

Dengan kondisi tersebut, aktivitas sehari-hari pun dapat terhambat dan dapat memengaruhi kegiatan apapun yang Anda lakukan. Pekerjaan berantakan dan kualitas hidup pun jadi menurun. Bahkan tidak sedikit yang berdampak dengan kesehatan mental seseorang.

Bukan hanya tekanan dari dalam diri, akan tetapi gangguan dari gejala HIV juga dapat dilihat dari cara lingkungan sosial bereaksi terhadap penderita, misalnya penderita HIV sering dikucilkan dari lingkungan.

Biasanya HIV tidak terdeteksi di awal dan bahkan seseorang dapat menderita HIV hingga10 tahun tanpa gejala berarti. Jadi, jika terdapat gejala HIV seperti di atas, jangan takut untuk memeriksakan diri. Dengan segera memeriksakan diri ke dokter, maka terapi juga dapat lebih cepat diberikan, sehingga kondisi imun tubuh terjaga dan kualitas hidup dapat ditingkatkan.

[NP/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar