Sukses

Hati-Hati, Diare Bisa Terjadi Akibat Konsumsi Obat-obatan Ini!

Selain bisa diakibatkan makanan dan minuman yang terkontaminasi, diare juga bisa dipicu oleh jenis obat-obatan. Apa saja?

Klikdokter.com, Jakarta Diare adalah kondisi feses yang dikeluarkan encer atau berair, dengan frekuensi buang air besar (BAB) yang lebih sering dari biasanya. Umumnya, penyebab diare adalah makanan atau minuman yang terkontaminasi mikroorganisme. Meski demikian, diare juga dapat terjadi setelah mengonsumsi obat-obatan tertentu, seperti antibiotik.

Dikatakan oleh dr. Anita Amalia Sari, dari KlikDokter, kasus diare yang terjadi akibat antibiotik umumnya bersifat ringan. Gejala-gejala yang menyertai biasana berupa tinja lebih encer, frekuensi BAB meningkat, serta dorongan yang lebih sering untuk ke kamar mandi.

Gejala itu akan berhenti setelah Anda tak lagi mengonsumsi antibiotik tersebut. Diare yang disebabkan oleh antibiotik biasa disebut dengan antibiotic-associated diarrhea (AAD). Diare akibat antibiotik yang lebih serius dapat memerlukan penghentian atau penggantian antibiotik.

Penyebab diare karena antibiotik

Menurut dr. Anita, saluran pencernaan manusia, terutama usus, memiliki peran yang penting dalam proses pencernaan dan ekskresi. Seperti yang telah Anda ketahui, usus memiliki bakteri baik (probiotik) dan juga jahat (yang bisa menyebabkan timbulnya penyakit).

Pada kondisi tertentu, antibiotik yang dikonsumsi turut membunuh bakteri baik yang terdapat di dalam usus. Padahal, bakteri baik ini punya peran penting dalam membunuh mikroba yang tidak diinginkan. Selain itu, konsumsi antibiotik juga dapat mengganggu proses metabolisme, sehingga penyerapan asam lemak rantai pendek menjadi berkurang dan akhirnya memicu diare. Umumnya, diare dapat terjadi jika Anda mengonsumsi antibiotik dalam jangka waktu lama, biasanya setelah 7-10 hari.

Beberapa antibiotik yang biasa menyebabkan AAD umumnya adalah golongan penisilin, klindamisin, sefalosporin, kuinolon, dan tetrasiklin. Meski demikian, penggunaan jenis antibiotik tersebut memiliki reaksi yang berbeda antar individu.

Dokter Anita mengingatkan jika antibiotik terus-menerus dikonsumsi, maka gejala ringan yang dirasakan bisa menjadi berat karena jumlah bakteri di dalam usus makin berkurang. Gejala berat yang muncul meliputi sakit perut, demam, diare berair hingga berdarah dalam feses. Jika gejala berat tersebut tidak ditangani dengan baik, maka akan dapat memicu terjadinya kolitis (peradangan usus besar) dan kolitis pseudomembran (peradangan usus besar pada beberapa orang yang mengonsumsi antibiotik).

Obat-obatan lain penyebab diare

Menurut National Library of Medicine Amerika Serikat, ada banyak sekali obat-obatan yang punya efek samping terjadinya diare.

  • Laksatif (pencahar). Obat-obatan ini bekerja dengan menarik air ke usus atau membuat otot-otot pada usus berkontraksi. Konsumsi laksatif yang berlebihan dapat memicu diare.
  • Antasida yang mengandung magnesium juga dapat menyebabkan diare atau bahkan memperparah diare.
  • Obat-obatan kemoterapi sebagai terapi kanker
  • Obat-obatan yang digunakan untuk mengobati sakit ulu hati (heartburn) seperti omeprazole, esomeprazole, lansoprazole, rabeprazole, pantoprazole, cimetidine, ranitidine, dan nizatidine
  • Obat-obatan untuk menekan sistem kekebalan tubuh seperti mycrophenolate
  • Obat antiinflamasi nonstreoid (NSAID) untuk mengobati nyeri dan artritis seperti ibuprofen dan naproxen
  • Obat diabetes seperti metformin
  • Teh herbal yang mengandung senna atau kandungan laksatif “natural” yang dapat menyebabkan diare

Untuk menghindari terjadinya diare akibat konsumsi antibiotik atau efek samping diare dari jenis obat-obatan yang disebutkan di atas, konsultasikan hal ini dengan dokter Anda. Umumnya Anda akan diresepkan suplemen untuk meningkatkan jumlah bakteri baik, sehingga dapat meminimalkan dan mengatasi diare. Jika gejala diare masih berlangsung saat antibiotik sudah habis diminum, segera periksakan diri ke dokter. Ada kemungkinan diare yang dialami disebabkan oleh infeksi atau gangguan pada organ pencernaan lainnya.

[RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar