Sukses

Hobi Masturbasi Picu Kanker Prostat?

Di balik kebiasaan masturbasi, ada risiko kanker prostat yang mengintai. Simak faktanya.

Klikdokter.com, Jakarta Masturbasi adalah aktivitas secara seksual yang dilakukan oleh diri sendiri, dengan tujuan memuaskan diri sendiri juga. Kebiasaan ini mengundang pro dan kontra baik dari segi agama serta kesehatan, sehingga menimbulkan perdebatan panjang yang tak ada habisnya.

Aktivitas masturbasi dilakukan hingga yang bersangkutan mencapai titik klimaks dan mengalami orgasme. Efek dari kebiasaan tersebut lebih condong kepada masalah psikis. Dalam pikiran pelaku biasanya akan timbul keinginan terus-menerus untuk melakukan masturbasi.

Sejumlah seksolog sepakat bahwa masturbasi tidak merugikan kesehatan, bahkan ada anjuran untuk melakukan masturbasi setidaknya dua kali seminggu. Namun, ketika masturbasi dilakukan terlalu sering, hal ini bisa berpotensi mengakibatkan luka lecet pada daerah sekitar pangkal paha dan kelamin.

Berbicara dari kacamata kesehatan, masturbasi pada tingkat intensitas yang berlebih konon bakal memberikan dampak buruk buat tubuh. Bahkan, aktivitas ini bisa mengakibatkan penyakit tertentu seperti kanker prostat.

Kaitan erat antara masturbasi dan kanker prostat

Pria yang aktif secara seksual pada usia 20-30-an, memiliki risiko lebih tinggi untuk menderita kanker prostat. Hal ini makin menjadi-jadi apabila frekuensi masturbasinya juga cukup tinggi. Penelitian yang dilakukan oleh Universitas Nottingham, Inggris, mengambil subjek penelitian pada lebih dari 431 pria yang telah didiagnosis kanker prostat sebelum usia 60 tahun, bersama dengan 409 subjek kontrol.

Pria-pria yang berpartisipasi di dalam penelitian tersebut  diberikan pertanyaan dari berbagai aspek mengenai kehidupan seksual mereka sejak usia 20-an. Hal ini termasuk pada usia berapa mereka mulai aktif secara seksual, seberapa sering mereka bermasturbasi dan melakukan hubungan intim, berapa jumlah partner seksual mereka, dan apakah mereka memiliki riwayat penyakit menular seksual.

“Kami mencari hubungan antara aktivitas seksual dan pria muda sama seperti hubungan antara kanker prostat pada pria tua. Prevalensi penyakit tersebut meningkat pada pria berusia 50 tahun,” kata dr. Polyxeni Dimitropoulou dari Universitas Cambridge, Inggris.

Hormon memainkan peranan dalam kanker prostat dan umumnya pengobatannya adalah mengurangi kadar hormon yang menstimulasi pertumbuhan sel kanker. Libido seorang pria juga diregulasi oleh kadar hormonal ini. Karena itulah penelitian ini mencoba mencari hubungan antara libido seorang pria dengan risiko dari kanker prostat.

Ditemukan sejumlah hasil yang menarik dari penelitian tersebut. Konon, sebagian besar pria dengan kanker prostat memiliki aktivitas seksual (termasuk masturbasi) lebih tinggi. Sebanyak 40 persen pria dengan kanker prostat memiliki frekuensi tertinggi pada usia 20-an, yakni 20 kali atau lebih per bulan. Pola yang sama juga ditemukan pada pria usia 30 hingga 40-an.

Pria dengan kanker prostat lebih sering bermasturbasi dibandingkan dengan pria dari grup kontrol, dengan frekuensi tertinggi pada usia 20-an dan 30-an. Perbedaan tersebut tidak terlalu jauh pada usia 40-50-an.

Penelitian di atas mampu mengambil kesimpulan bahwa pada intensitas yang sering, masturbasi dapat memicu kanker prostat. Oleh karenanya, kebiasaan tersebut harus dikendalikan sedemikian rupa, agar tidak menimbulkan dampak kesehatan yang serius.

Selain kebiasaan masturbasi yang berlebihan, kanker prostat juga dapat dikendalikan dengan sejumlah cara. Salah satu upaya yang tepat adalah menjaga asupan serta menciptakan pola hidup sehat.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan Universitas Bristol, Inggris, mengonsumsi lebih dari 10 buah tomat dan 10 jenis kacang-kacangan dalam waktu satu minggu terbukti dapat mengurangi risiko kanker prostat. Kandungan likopen dan selenium yang terdapat di dalamnya, diketahui memiliki peran penting dalam pencegahan ini.

Nah, sampai di sini diketahui bahwa masturbasi secara berlebih dapat memicu kanker prostat. Oleh karena itu, pahami fakta tersebut dan hindari ancamannya dari sekarang. Kurangi melakukan masturbasi, lalu terapkan pola hidup sehat untuk menjaga kesehatan secara keseluruhan.

[RN/ RVS]

1 Komentar

  • Henry Ernawan

    payah nih klikdokter ! :p justru mengurangi resiko kanker prostat dong ? Kan ejakulasi sehingga sperma yg sudah kedaluarsa tergantikan oleh yang baru ( masih fresh ) justru kalo tidak ejakulasi.....akan menumpuk......dan itulah yg menyebabkan kanker prostat