Sukses

Cegah Kanker Serviks dengan Vaksin HPV

Kanker serviks menjadi salah satu penyebab utama kematian pada wanita. Oleh karena itu, vaksin kanker serviks sangat penting untuk diberikan.

Kanker serviks diketahui sebagai salah satu kanker yang sering menyerang wanita, selain kanker payudara. Jumlah angka kematian wanita karena kanker serviks pun masih tinggi. 

Melakukan pencegahan sejak dini sangat penting untuk menurunkan angka kematian akibat kanker serviks. Salah satu cara pencegahan kanker serviks adalah dengan vaksin HPV.

Mengenal Kanker Serviks

Kanker serviks berkaitan dengan infeksi human papillomavirus (HPV). Infeksi virus jenis ini dapat menyebabkan perubahan struktur gen yang memicu pertumbuhan abnormal dari jaringan serviks. Lama kelamaan pertumbuhan tersebut bisa berubah menjadi kanker. 

Walaupun sebagian besar transmisi virus terjadi melalui kontak seksual, virus HPV dapat ditularkan melalui kegiatan non-seksual. Terdapat banyak jenis tipe HPV, meski yang paling erat dihubungkan dengan kanker serviks adalah HPV tipe 16 dan 18.

Gejala utama dari kanker serviks meliputi perdarahan yang tidak normal akibat jaringan kanker yang rapuh. Selain itu, tanda umum dari kanker serviks adalah adanya pendarahan usai berhubungan seks dan keputihan yang tidak normal atau bercampur darah.

Artikel Lainnya: 5 Gejala Kanker Serviks yang Wajib Anda Tahu

1 dari 4 halaman

Vaksinasi Kanker Serviks

Salah satu upaya pencegahan kanker serviks dapat dilakukan dengan vaksinasi HPV sejak dini. Vaksin HPV adalah vaksin inaktif yang telah dilemahkan. Vaksin kanker serviks ini melindungi tubuh dari empat tipe virus HPV yang mampu menyebabkan sejumlah penyakit, salah satunya kanker serviks.

Virus HPV tipe 16 dan 18 merupakan penyebab 70 persen kanker serviks pada wanita dan 90 persen kanker pada pria. Sedangkan vaksin HPV tipe 6 dan 11 menjadi penyebab 90 persen penyakit kutil kelamin.

Jika sudah pernah terpapar satu tipe virus HPV, pemberian vaksin akan melindungi Anda dari tipe virus HPV lainnya karena vaksin ini melindungi tubuh dari tipe virus HPV yang belum pernah menginfeksi Anda.

Pemberian vaksin dilakukan untuk mengantisipasi penyebaran virus saat usia seseorang telah memasuki masa-masa aktif secara seksual.

2 dari 4 halaman

Berbagai Jenis Vaksin HPV

Karena terdapat banyak tipe virus HPV, jenis vaksinasi untuk HPV juga beragam sesuai dengan tipe virus, yakni:

  • Jenis Pertama

Vaksin HPV jenis pertama adalah Cervarix, ditujukan untuk wanita berusia 10-25 tahun. Umumnya Cervarix digunakan untuk pencegahan kanker serviks dan pra kanker. Vaksin kanker serviks ini dilakukan untuk mencegah infeksi HPV-16 dan HPV-18 yang pada umumnya memicu kanker.

  • Jenis Kedua

Vaksin HPV jenis kedua atau Gardasil dapat dilakukan pada usia 9-26 tahun. Vaksin tipe ini digunakan sebagai pencegah kanker dan pra kanker serviks, vagina, vulva, dan anus. Vaksin jenis kedua ini digunakan untuk mencegah virus HPV tipe 16 dan HPV tipe 18.

Selain itu, virus HPV-6 dan HPV-11 yang menjadi penyebab kutil di kelamin juga dapat dicegah oleh vaksin ini.

  • Jenis Terakhir

Vaksin jenis terakhir atau Gardasil 9 dapat digunakan untuk mencegah beberapa tipe virus HPV, di antaranya HPV-31, HPV-33, HPV-45, HPV-52, dan HPV-58 yang menyebabkan terjadinya kanker serviks. Pada laki-laki, vaksin ini dapat diberikan pada usia 9-15 tahun.

Artikel Lainnya: Kapan Wanita Perlu Vaksin HPV Untuk cegah Kanker Serviks?

3 dari 4 halaman

Siapa Saja yang Perlu Vaksin HPV?

Vaksin kanker serviks ini dianjurkan bagi mereka yang akan menikah, pernah berhubungan seks, hingga akan melakukan kontak seksual secara aktif. Vaksin ini juga dianjurkan bagi mereka yang berisiko tinggi terkena infeksi HPV, yakni pada orang-orang yang:

  • Berhubungan seks pertama kali pada usia sangat muda.
  • Memiliki partner seksual yang berganti-ganti.
  • Memiliki partner seksual yang suka berganti-ganti pasangan.

Artikel Lainnya: Berapa Kali Vaksin HPV Harus Dilakukan?

The Centers for Disease Control and Prevention (CDC) merekomendasikan vaksin HPV rutin bagi pria atau wanita mulai dari usia 12 tahun. Vaksin sebaiknya diberikan sebelum seseorang memulai kontak seksual. Karena bila seseorang sudah terinfeksi virus HPV, vaksin menjadi kurang efektif dan bahkan tidak dapat bekerja sama sekali.

Cegah Sedini Mungkin

Sudah dipastikan bahwa infeksi HPV menular melalui kontak seksual, baik oral, vaginal, atau anal. Dengan demikian, untuk melindungi Anda dari virus HPV, gunakanlah alat pengaman saat berhubungan seksual.

Selain vaksin HPV, Anda dapat melakukan Pap smear secara rutin. Hal ini dilakukan untuk mendeteksi kanker serviks sedini mungkin, terlebih jika Anda kerap melakukan aktivitas yang meningkatkan risiko terkena penyakit tersebut. Deteksi dini dapat meningkatkan prognosis suatu penyakit.

Anda juga perlu waspada jika mengalami kondisi seperti nyeri saat hubungan seks, pendarahan setelah hubungan seks, atau perdarahan antar siklus haid atau setelah menopause. Segera periksakan diri Anda ke dokter untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.

Kanker serviks dapat dicegah dengan pemberian vaksin kanker serviks, salah satunya vaksin HPV sejak usia muda. Jika Anda merasakan sejumlah gejala yang mengarah pada penyakit ini, segera periksa ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Salam sehat!

[WA/RS]

0 Komentar

Belum ada komentar