Sukses

Yuk, Konsumsi Kunyit agar Siklus Haid Teratur

Kunyit memiliki khasiat luar biasa untuk tubuh. Salah satunya, untuk melancarkan haid. Simak penjelasannya di sini.

Klikdokter.com, Jakarta Estrogen adalah salah satu hormon seks wanita yang penting untuk siklus haid dan kesuburan wanita. Dilansir dari National Center for Biotechnology Information, kunyit memiliki aktivitas estrogenik yang terbukti serupa dengan aktivitas hormon wanita tersebut. Oleh sebab itu, kunyit dipercaya dapat melancarkan siklus haid.

Penyebab siklus haid berantakan

Sikus haid wanita merupakan mekanisme yang kompleks dan dapat terganggu oleh situasi apapun yang menyebabkan stres atau kecemasan. Periode menstruasi yang tidak teratur atau dalam dunia medis disebut oligomenore dapat disebabkan oleh adanya ketidakseimbangan hormon atau anemia.

Penyebab umum siklus haid tidak teratur ada berbagai faktor, beberapa diantaranya adalah sebagai berikut:

  • Berat badan atau penurunan berat badan yang signifikan
  • Tekanan mental
  • Pengaruh obat-obatan tertentu
  • Konsumsi kopi dan kebiasaan merokok
  • Olahraga yang berlebihan
  • Asupan nutrisi yang buruk
  • Ketidakseimbangan hormonal

Meskipun Anda dapat mengatasi masalah siklus haid yang tidak teratur dengan obat-obatan yang beredar di pasaran, namun Anda juga dapat menggunakan kunyit dengan segudang manfaatnya sebagai alternatif mengatasi masalah ini.

Manfaat kunyit

Kunyit yang biasa digunakan untuk membuat makanan kari menurut Medline Plus berguna untuk mengobati sakit perut dan dipercaya menjadi pengobatan umum untuk penyakit kembung, gangguan pencernaan, diare, masalah kandung empedu hingga nyeri ulu hati.

Zat aktif kurkumin dalam kunyit dapat merangsang produksi empedu di dalam kandung empedu, sehingga dapat mengurangi ketidaknyamanan perut. Menurut University of Maryland Medical Center, karena memiliki sifat antiradang, kunyit juga dapat membantu mengurangi rasa sakit pada penderita osteoarthritis.

Menanggapi soal hal ini, dr. Nitish Basant Adnani dari KlikDokter mengamini khasiat kunyit yang memang terbukti relevan untuk mengobati kesehatan organ pencernaan, daya tahan tubuh hingga organ intim.

“Berbagai uji klinis telah menunjukkan bahwa kunyit bermanfaat dalam mengurangi gejala penyakit mag, seperti nyeri perut, mual, muntah, dan kembung. Ekstrak kunyit juga memiliki efek antioksidan koleretik yang memperbaiki aliran empedu, serta berfungsi sebagai antiradang, antikanker, dan antimikroba,” jelasnya.

Manfaat lain dari kunyit adalah untuk mengobati borok dan mencegah Anda terkena diabetes. Sebagai antioksidan yang kuat, kunyit dapat membantu melawan kerusakan yang disebabkan oleh radikal bebas dalam tubuh Anda.

Kunyit dan siklus haid

Kandungan kurkumin dalam kunyit nyatanya dapat bertindak sebagai fitoestrogen, yakni estrogen yang diperoleh dari sumber tanaman. Oleh sebab itu, kurkumin dapat berfungsi untuk mengatasi gangguan reproduksi wanita.

Berkaitan dengan siklus haid, kunyit sendiri memiliki sifat menjadi emmenagogue, yakni tanaman herbal yang menstimulasi aliran darah di area panggul dan rahim. Manfaat lain dari kunyit adalah menstimulan uterus, sehingga menyebabkan rahim berkontraksi. Oleh sebab itulah ibu hamil disarankan untuk menghindari konsumsi kunyit.

Sifat antispasmodik pada kunyit juga membantu meredakan gejala premenstrual syndrome (PMS) seperti kram perut dan nyeri haid. Mukta Agrawal, seorang nutrisionis asal India, memberikan resep untuk memperlancar siklus haid yang menggunakan bahan dasar kunyit.

Mukta biasa menyarankan orang yang memiliki masalah siklus haid untuk menambahkan ½ sendok teh kunyit ke dalam susu untuk mengatasi menstruasi yang tidak teratur. Minum selama beberapa minggu untuk melihat perubahan yang terjadi. Anda juga bisa mencampur kunyit dengan madu jika alergi terhadap susu.

Jadi, kunyit memang terbukti dapat memperbaiki siklus haid wanita yang tidak teratur. Kini Anda dapat mengonsumsi kunyit untuk mengatasi permasalahan menstruasi Anda. Jika masalah siklus haid tak kunjung membaik, Anda disarankan untuk melakukan konsultasi dengan dokter.

[RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar