Sukses

Cara Praktis Meredakan Batuk Kering

Batuk kering menjadi salah satu gejala penyakit yang paling sering dijumpai. Bagaimana kiat meredakannya? Simak cara mengatasi batuk kering di sini.

Batuk kering menjadi salah satu gejala penyakit yang paling sering dijumpai di segala usia, mulai dari anak-anak hingga lansia. Pada kasus batuk kering, penderita tidak akan mengeluarkan lendir atau dahak.

Kondisi ini dapat terjadi akibat infeksi virus, iritasi saluran pernapasan, alergi, penyakit asma, Gastroesophageal Reflux Disease (GERD), post nasal drip, efek samping obat anti-hipertensi, dan lain sebagainya.

Selain obat-obatan yang dijual bebas atau diresepkan dokter, Anda juga bisa mencoba beberapa cara rumahan untuk meredakan batuk kering. Berikut beberapa cara mengatasi batuk kering:

1 dari 6 halaman

1. Menjaga Hidrasi

Minumlah air putih setidaknya 8 gelas atau 2 liter per hari. Tindakan ini bertujuan untuk mencegah terjadinya dehidrasi. Minum air putih juga bisa membantu melembapkan selaput lendir di saluran napas, sehingga dapat mengurangi gejala batuk kering.

Hindari mengonsumsi air yang bersifat asam atau terlalu manis, seperti jus jeruk dan teh manis, karena dapat memperparah keluhan batuk.

Artikel lainnya: Batuk Kering di Musim Pancaroba? Bagaimana Cara Mengatasinya?

2. Madu dan Lemon

Kombinasi madu dan lemon sudah terkenal sebagai cara meredakan batuk kering. Keduanya merupakan penekan batuk dan anti-bakteri alami.

Anda dapat menambahkan perasan lemon dan madu ke dalam air hangat. Hindari memberikan madu untuk anak di bawah usia 1 tahun.

2 dari 6 halaman

3. Thyme

Bahan alami ini juga termasuk supresan atau penekan batuk alami. Flavonoid yang terdapat di dalam thyme dapat merelaksasi saluran napas, sekaligus mengurangi proses peradangan di dalam tubuh.

Anda bisa merebus 2 sendok teh daun thyme yang sudah ditumbuk pada secangkir air matang, selama kurang lebih 10 menit. Minumlah selagi hangat.

4. Kunyit

Kunyit merupakan salah satu pengobatan tradisional untuk mengatasi batuk kering. Berdasarkan studi, kunyit dipercaya memiliki efek anti-bakteri. Anda bisa mencoba mencampurkan kunyit ke dalam air hangat, susu, maupun madu.

3 dari 6 halaman

5. Gunakan Humidifier

Gunakan humidifier di kamar atau ruang kerja, terutama bila selalu menggunakan pendingin udara (AC). Hal ini bertujuan untuk menjaga kelembaban di area tersebut.

Artikel lainnya: Sering Sakit Batuk Kering, Kapan Harus Khawatir Ke Dokter?

6. Mandi Air Hangat

Mandi menggunakan air hangat bisa membantu mengurangi gejala batuk kering. Mandi air hangat bermanfaat untuk meregangkan saluran napas, sekaligus membuat tubuh lebih rileks.

4 dari 6 halaman

7. Hindari Pemicu

Cara mengatasi batuk kering berikutnya adalah dengan menghindari rokok dan paparan asapnya, debu, parfum dan zat iritan lain. Untuk hal ini, Anda dapat menggunakan masker saat bepergian ke luar rumah.

8. Atur Posisi Tidur

Bila batuk kering terjadi di malam hari hingga mengganggu tidur, cobalah untuk meninggikan posisi bantalan kepala. Iritan penyebab batuk lebih mudah masuk ke dalam saluran napas jika Anda tidur dengan posisi datar.

5 dari 6 halaman

9. Berkumur dengan Air Garam

Saat batuk kering, mungkin tenggorokan terasa tidak nyaman. Cobalah untuk berkumur dengan air garam hangat. Air garam juga dapat membantu mengurangi bakteri di mulut dan tenggorokan.

Larutkan 1 sendok teh garam ke dalam segelas air hangat. Kemudian kumur beberapa kali sehari. Cara meredakan batuk kering ini tidak dianjurkan untuk anak-anak karena dapat tertelan. 

10. Konsumsi Permen Pelega Tenggorokan

Terdapat banyak permen yang mengandung kandungan zat pelega tenggorokan. Biasanya permen ini dapat mengurangi rasa ingin batuk.

Itulah beberapa cara mengatasi batuk kering. Bila batuk kering tak membaik dalam satu minggu, keluhan semakin memburuk disertai timbulnya demam lebih dari 38⁰C, keringat malam, penurunan berat badan, mengi, sesak napas, atau dada terasa berat, segera periksakan ke dokter.

Masih mau berkonsultasi seputar topik ini? Tanyakan langsung dengan dokter melalui fitur Live Chat dari aplikasi Klikdokter.

[HNS/JKT]

0 Komentar

Belum ada komentar