Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Risiko Efek Samping Menstrual Cup yang Perlu Diwaspadai Wanita

Risiko Efek Samping Menstrual Cup yang Perlu Diwaspadai Wanita

Menstrual cup semakin banyak digunakan oleh wanita saat haid. Namun, wanita harus tetap waspada akan risiko bahaya menstrual cup. Berikut ini fakta selengkapnya.

Penggunaan menstrual cup pada wanita haid tengah populer beberapa waktu belakangan. Namun, tahukah Anda, alat ini sebenarnya menuai pro-kontra di kalangan medis?

Menstrual cup bekerja dengan menampung dan mengumpulkan darah menstruasi di dalam wadah. Cara pemakaiannya pun cukup mudah, yaitu dengan ‘memasukkan’ benda ini ke dalam vagina.

Secara umum, menstrual cup cukup aman digunakan selama maksimal 12 jam dan dapat mewadahi sekitar 30 mililiter cairan. Jumlah tersebut merupakan dua kali lipat dari penggunaan alat bantu menstruasi lainnya, seperti pembalut atau tampon.

Di balik manfaatnya tersebut, penggunaan menstrual cup ternyata juga dapat meningkatkan risiko masalah kesehatan. Apa saja bahaya menstrual cup menurut medis? Yuk, cari tahu!

Artikel Lainnya: Ingin Memakai Menstrual Cup? Kenali Risikonya Terlebih Dahulu

1 dari 3 halaman

Bahaya Memakai Menstrual Cup saat Haid

Setiap alat bantu menstruasi punya kelebihan dan kekurangan, tak terkecuali menstrual cup

Beberapa keuntungan yang dirasakan pengguna adalah kebebasan beraktivitas, hemat, jangka pemakaian lebih lama, ramah lingkungan, dan sebagainya.

Di sisi lain, ada bahaya menstrual cup yang mengintai jika Anda memakainya sembarangan. Berikut ini beberapa bahaya memakai menstrual cup yang dimaksud:

  1. Iritasi pada Vagina

Pengguna menstrual cup lebih rentan mengalami iritasi. Risiko ini berkaitan dengan cara pemakaian dan perawatan menstrual cup yang kurang sesuai. 

Selain itu, efek samping menstrual cup berupa iritasi juga dapat timbul akibat reaksi alergi terhadap bahan dasar benda tersebut. 

Faktanya, salah satu bahan dasar menstrual cup adalah karet lateks. Meski jarang terjadi, seseorang yang alergi terhadap lateks dapat mengalami keluhan apabila berkontak dengan benda tersebut. 

  1. Bocor

Menstrual cup dengan ukuran yang tidak sesuai dapat bocor. Hal serupa juga dapat terjadi apabila Anda tidak segera membersihkan benda tersebut saat daya tampungnya sudah penuh.

Kebocoran saat memakai menstrual cup juga dapat timbul apabila benda tersebut tidak dipakai dengan cara yang tepat. Tentunya, haid yang bocor akan menimbulkan rasa tidak nyaman, bahkan mampu menurunkan rasa percaya diri.

  1. Terasa Tidak Nyaman 

Menstrual cup dipakai selayaknya tampon, yaitu dimasukkan ke dalam vagina. Hanya saja, menstrual cup perlu dilipat terlebih dahulu sebelum dimasukkan ke dalam organ intim Anda. 

Pada pemakaian pertama, sepertiga pengguna menstrual cup melaporkan rasa tidak nyaman dan kesulitan memakainya

  1. Rumit Memilih yang Sesuai

Kondisi vagina wanita memiliki variasinya masing-masing; baik dari bentuk uterus, serviks, dan lain-lain. Hal ini dapat menyulitkan pemilihan menstrual cup yang sesuai, agar manfaatnya dapat dirasakan optimal.

Nyatanya, menstrual cup hadir dalam berbagai jenis, ukuran, dan daya tampung yang berbeda-beda. Karenanya, Anda wajib mencari jenis yang pas, baik dari segi ukuran hingga bahan dasar. 

Artikel Lainnya: Menstrual Cup atau Pembalut? Saat Haid, Pilih Mana?

2 dari 3 halaman

Perhatikan Ini saat Pakai Menstrual Cup

Bahaya menstrual cup dapat dikurangi dengan menggunakannya secara tepat dan sesuai petunjuk dari masing-masing produk. 

Apa saja hal-hal yang perlu diperhatikan guna mencegah bahaya memakai menstrual cup?

  • Pilih Produk yang Sesuai 

Menstrual cup tersedia dengan berbagai ukuran dan bahan. Pastikan Anda memilih produk yang paling sesuai dengan kebutuhan dan kondisi kesehatan.

  • Sterilkan Secara Berkala 

Sebelum pemakaian pertama kali, menstrual cup sebaiknya disterilkan terlebih dahulu. Anda dapat merebusnya dalam air mendidih selama 10 menit. Angkat menstrual cup yang sudah steril, dan biarkan kering.

Setelah haid selesai, sterilkan kembali menstrual cup. Produk yang sudah steril dapat Anda simpan di wadah yang bersih hingga pemakaian di siklus haid berikutnya. Ikuti petunjuk penyimpanan sesuai dengan anjuran yang tertera di label produk.

  • Cuci Secara Rutin

Menstrual cup sebaiknya selalu dicuci sebelum digunakan. Kebanyakan pabrik merekomendasikan menstrual cup dicuci dengan air hangat dan sabun yang lembut, bebas pewangi maupun minyak.

  • Cuci Tangan

Pastikan tangan Anda bersih sebelum menggunakan atau melepas menstrual cup. Dalam hal ini, Anda wajib mencuci tangan menggunakan air mengalir dan sabun.

  • Perhatikan Cara Pakai

Untuk mengurangi rasa tidak nyaman, Anda dapat mengoleskan pelumas pada bagian luar menstrual cup. 

Umumnya, pelumas berbahan air lebih dianjurkan. Namun, hal tersebut tetap harus disesuaikan dengan petunjuk pemakaian pada masing-masing produk.

Sebelum dimasukkan, lipat menstrual cup dengan saksama. Pegang menggunakan satu tangan dengan bagian lingkaran menghadap atas. Setelahnya, masukkan benda tersebut ke dalam vagina Anda. 

Begitu di dalam, putar menstrual cup sehingga lipatannya terbuka. Anda dapat menyesuaikan kembali apabila terasa tidak nyaman. 

Pastikan memastikan menstrual cup sudah ‘membuka’ sempurna di dalam vagina. Untuk hal ini, Anda bisa menggerakkan jari untuk ‘memutari’ produk ini.

  • Lepaskan dengan Tepat

Sebelum melepaskan menstrual cup, pastikan tangan Anda telah dicuci menggunakan sabun dan air mengalir. 

Masukkan jari telunjuk dan jempol ke dalam vagina. Cubit bagian dasar menstrual cup dan tarik keluar. Buang isinya ke dalam toilet, dan siram hingga bersih. Setelah itu, bilas menstrual cup dengan air dan cuci bersih sebelum digunakan kembali.

Secara umum dan menurut pendapat medis, menstrual cup merupakan produk saniter yang cukup aman digunakan. Namun, Anda tetap perlu waspada akan kemungkinan terjadinya bahaya menstrual cup, khususnya jika dipakai dengan cara sembarangan.

Jika Anda ragu atau ingin tahu lebih lanjut mengenai cara menghindari efek samping menstrual cup, tak perlu sungkan untuk minta saran dari dokter dengan berkonsultasi melalui LiveChat 24 jam atau di aplikasi KlikDokter.

(NB/JKT)

0 Komentar

Belum ada komentar