Sukses

Saat Cacar Air, Bolehkah Pakai Bedak di Badan?

Anda mungkin pernah menaburkan bedak antigatal saat terkena cacar air. Tapi, apakah ini aman?

Klikdokter.com, Jakarta Cacar air adalah salah satu penyakit yang umum menyerang anak-anak. Tidak hanya anak, orang dewasa yang belum memiliki kekebalan tubuh terhadap virus cacar air juga dapat tertular.

Cacar air disebabkan oleh virus Varicella, dan umumnya hanya dialami sekali seumur hidup. Sangat jarang ada orang mengalami cacar air untuk kedua kalinya.

Anda dapat tertular cacar air apabila terpapar dengan virus tersebut (bisa melalui batuk, bersin, air liur, ataupun cairan yang terdapat pada lenting kulit). Gejala timbul kurang lebih setelah 3 minggu setelah terpapar.

Sebelum timbul lenting-lenting berair di kulit, Anda dapat mengalami demam, nyeri otot, sakit kepala, dan penurunan nafsu makan. Meskipun gejala cacar air relatif tidak berbahaya untuk anak-anak, namun rasa gatal yang ditimbulkan oleh lenting-lenting di kulit dapat terasa mengganggu.

Untuk mengurangi rasa gatal, banyak orang yang menggunakan bedak di badan. Namun, apakah hal tersebut diperbolehkan?

Boleh pakai bedak, asal…

Sebenarnya, menggunakan bedak di badan untuk mengurangi rasa gatal akibat lenting-lenting pada cacar air diperbolehkan. Anda dapat memakai bedak bayi biasa, atau bedak yang mengandung kalamin atau mentol ringan untuk mengurangi rasa gatal. Losio (bedak kocok) yang mengandung kalamin juga dapat digunakan.

Selain itu, penggunaan bedak pada lenting juga dapat mengurangi gesekan, sehingga lenting tidak mudah pecah. Usahakan untuk tidak menggaruk atau mengelupas lenting, karena hal tersebut dapat membuat luka yang dapat terinfeksi oleh bakteri. Apabila sudah ada lenting yang terkelupas, jangan bubuhkan bedak pada area tersebut karena dapat memperparah peradangan dan infeksi.

Agar cepat pulih

Cacar air adalah penyakit yang dapat sembuh dengan sendirinya, asalkan penderitanya beristirahat dengan cukup serta mengonsumsi makanan yang bergizi untuk membantu pemulihan.

Selain itu, beberapa obat dapat dikonsumsi untuk mengurangi gejala, seperti obat demam dan obat gatal. Obat antivirus sebenarnya tidak diperlukan, kecuali untuk beberapa kasus tertentu.

Agar tidak menularkannya kepada orang lain, penderita cacar air harus diisolasi di rumah. Hal ini perlu dilakukan karena cacar air sangat infeksius atau menular.

Cegah cacar air

Ketimbang sakit, memang lebih baik mencegah daripada mengobati. Karena itu, vaksinasi cacar air sangat penting untuk dilakukan. Anda dapat membawa anak untuk vaksinasi cacar air ketika ia sudah menginjak usia 12 bulan.

Di samping itu, jagalah daya tahan tubuh Anda dengan baik. Pada dasarnya, daya tahan tubuh seseorang berpengaruh terhadap rentan atau tidaknya seseorang untuk terkena suatu penyakit.

Untuk meningkatkan daya tahan tubuh, Anda dapat melakukan banyak cara, antara lain:

  • Konsumsi makanan bergizi seimbang. Kurangi makanan-makanan yang mengandung lemak jenuh. Perbanyak sayuran dan buah-buahan.
  • Tidur cukup. Hindari begadang, apalagi melakukannya terlalu sering. Orang dewasa dianjurkan untuk tidur 7–8 jam setiap harinya.
  • Kelola stres. Hidup ini terlalu sebentar untuk Anda sibukkan dengan pikiran-pikiran negatif. Ambil waktu untuk berelaksasi setiap harinya. Misalnya dengan membaca buku, menonton film, atau berkumpul bersama orang-orang yang menyenangkan. 

Terkena cacar air tak hanya menyulitkan Anda, tetapi juga keluarga. Untuk itu, cegahlah dengan selalu melakukan pola hidup sehat agar daya tahan tubuh meningkat. Ingat, makin tinggi daya tahan tubuh maka kemungkinan untuk terinfeksi makin kecil.

[RS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar