Sukses

Saat Haid, Lebih Aman Pakai Menstrual Cup, Tampon, atau Pembalut?

Penggunaan menstrual cup saat haid tengah hangat dibicarakan. Lebih amankah daripada tampon dan pembalut?

Klikdokter.com, Jakarta Berdasarkan sebuah penelitian di Australia, rata-rata wanita menggunakan sekitar 10.000-12.000 produk saniter saat haid selama masa hidupnya. Kemunculan menstrual cup pun menimbulkan pertimbangan tertentu bagi para wanita tentang produk mana yang sebaiknya dipilih saat menstruasi, apakah menstrual cup, tampon, atau pembalut.

Sebagian besar wanita di Indonesia memang lebih familiar dengan penggunaan pembalut. Namun, ketika pembalut dibuang membutuhkan waktu sekitar 500-800 tahun untuk terurai. Jika dibakar selain dengan suhu 800 derajat, pembalut akan melepaskan gas beracun. Inilah yang kemudian menjadi salah satu hal penyebab orang mempertimbangkan menstrual cup.

Antara pembalut, tampon, dan menstrual cup

Menurut dr. Anita Amalia Sari dari KlikDokter, ketiga produk saniter ini memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Penjelasannya seperti di bawah ini:

● Pembalut

Produk yang disebut juga sanitary pad ini yang paling banyak dipilih oleh sebagian besar wanita saat ini karena mudah untuk digunakan. Beberapa wanita menggabungkan penggunaan pembalut dengan tampon untuk mendapatkan perlindungan ekstra. Meski demikian, terkadang wanita merasa pembalut tidak nyaman digunakan saat melakukan aktivitas fisik tertentu.

“Pembalut sangat cocok untuk orang-orang yang tidak ingin ribet dan lebih mudah didapat. Sayangnya, pembalut tidak ramah lingkungan,” terang dr. Anita.

● Tampon

Biasanya wanita memilih menggunakan tampon karena dianggap lebih nyaman dan bebas beraktivitas. Seperti pembalut, tampon juga hadir dalam berbagai ukuran dan tingkat serap.  “Wanita yang kegiatan adventure sangat pas dengan tampon, karena bisa bertahan lebih lama dari pembalut, yakni hingga 8 jam penggunaan,” terangnya.

Namun, beberapa penelitian menyebutkan bahwa penggunaan tampon ini menyebabkan peningkatan risiko infeksi saluran kemih dan masalah di area kewanitaan.

● Menstrual cup

Terdapat dua jenis menstrual cup, yakni dalam bentuk cawan yang lembut, fleksibel, sekali pakai dan menyerupai diafragma bentuknya, serta menstrual cup berbentuk lonceng yang terbuat dari karet lateks atau silikon yang dapat digunakan kembali setelah dibersihkan.

Berbeda dari konsep pembalut dan tampon yang menyerap cairan, menstrual cup dirancang untuk mengumpulkan cairan menstruasi. Beberapa wanita lebih memilih menggunakan menstrual cup karena aman dikenakan hingga 12 jam dan lebih jarang terjadi kebocoran.

1 dari 2 halaman

Mana yang lebih aman?

Berdasarkan pemaparan dari dr. Anita, penggunaan produk saniter apapun saat menstruasi harus dilakukan dengan kondisi yang higienis. Misalnya saja untuk pembalut yang harus diganti dalam jangka waktu maksimal 6 jam.

“Jika hal ini tidak dilakukan, pembalut dapat menyebabkan ruam parah, infeksi jamur, bau tak sedap, serta iritasi karena kurang cocok dengan bahan pembalut,” ucapnya.

Untuk tampon, penyerapannya pada dinding vagina yang lembap dapat menyebabkan Toxic Shock Syndrome (TSS). Menurut Dr. Charusheela Sabne sebagai ahli ginekolog, TSS ini adalah gangguan vagina yang ekstrem dan berpotensi fatal.

Hal ini diamini oleh dr. Anita. “Tampon bukan hanya menyerap cairan menstruasi, tetapi juga cairan yang melumasi vagina. Akibatnya, ada ketidakseimbangan bakteri di dalam vagina dan timbul gumpalan darah kehitaman,” jelasnya.

TSS bisa terjadi bila tampon digunakan di dalam vagina untuk waktu yang lama. Zat beracun dari pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus bisa menimbulkan kondisi TSS dengan gejala demam tinggi, ruam kulit dan muntah.

Mengenai penggunaan menstrual cup, dr. Anita menjelaskan dalam menggunakan produk ini, wanita harus berhati-hati saat memasukkannya melalui vagina dan membersihkanya. Jika tidak, kotoran dapat menyebabkan infeksi kelamin.

Yang membedakan mentstrual cup dengan produk lainnya adalah saat dikenakan, Anda masih bisa melakukan hubungan seksual.

Apapun pilihan yang ingin Anda gunakan saat haid, baik itu pembalut, tampon, maupun menstrual cup, pastikan untuk mencuci tangan sebelum dan setelah mengenakannya untuk mencegah infeksi bakteri dan iritasi vagina. Bagi Anda yang belum menikah, dr. Anita menyarankan Anda memilih pembalut. Hal ini juga berkaitan dengan isu selaput dara yang masih dianggap penting di Indonesia.

[RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar