Sukses

Bahaya Kesehatan di Balik Tren Condom Snorting Challenge

Media sosial kembali ramai oleh fenomena condom snorting challenge. Amankah aksi dengan kondom ini bagi kesehatan pelakunya?

Klikdokter.com, Jakarta Pertama kali diketahui muncul pada 2007,  condom snorting challenge langsung memicu kontroversi. Aksi ini adalah satu “permainan tantangan” dimana pelaku memasukkan kondom ke salah satu lubang hidung. Kemudian pelaku menghirup kuat-kuat kondom tersebut, hingga muncul di dalam mulut, lalu menariknya keluar.

Lima tahun kemudian,  tahun 2013, tantangan nyeleneh ini kembali populer karena seorang vlogger Youtube melakukannya sambil mendengarkan lagu Taylor Swift. Sekarang tampaknya tantangan ini kembali populer dan meresahkan banyak pihak, khususnya kalangan medis.

Kalangan medis menganggap tren remaja ini dapat mengancam karena adanya potensi bahaya tersedak. Hal itu dikatakan oleh Dr. Ammar Ali, dokter ruang gawat darurat dari Rumah Sakit Beaumont Health, Amerika Serikat (AS), seperti dilansir di laman CBS. Menurutnya memasukkan sesuatu ke hidung untuk dikeluarkan di dalam mulut, yang terhubung ke trakea, dapat menyebabkan risiko tersedak.

Adanya risiko tersedak

Hampir semua ahli setuju bahwa condom snorting challenge termasuk dalam kategori aksi berbahaya yang tidak perlu ditiru. Dengan ukurannya yang besar dan dimasukkan secara paksa, kondom akan sangat mudah tersangkut di antara hidung dan tenggorok sehingga menyebabkan pelakunya tersedak.

Menurut dr. Dyah Novita Anggraini dari KlikDokter, tersedak adalah tersumbatnya trakea (batang tenggorok) oleh benda asing, muntah, atau cairan lain. Gejala dari tersedak antara lain:

  • Tidak dapat berbicara atau menjerit
  • Wajah membiru akibat kekurangan oksigen
  • Penderita seperti tercekik
  • Batuk dan pernapasan yang dipaksakan menimbulkan suara hempasan yang tinggi

Ditambahkan lagi oleh dr. Dyah, tersedak dapat disebabkan oleh keadaan tidak sadar atau banyak alihan saat makan, seperti tertawa, mengobrol, dan lain-lain. Pada kondisi condom snorting challenge ini, bahaya tersedak dapat muncul karena karet bisa tersangkut di saluran pernapasan dan menyulitkan seseorang dalam bernapas.

1 dari 2 halaman

Adanya risiko infeksi

Menurut Dr. Robert Glatter, dokter gawat darurat dari Rumah Sakit Lennox Hill, AS, mengatakan kepada Washington Post, selain bahaya tersedak, menghirup kondom lewat hidung dapat menimbulkan infeksi. Selain itu, kondom bisa tersangkut. Saluran hidung dan sinus memiliki sel-sel khusus yang bisa rusak jika benda seperti kondom masuk. Kondisi ini berpotensi menyebabkan infeksi bakteri atau jamur.

Ada sebuah kasus pada tahun 2004 yang diterbitkan di jurnal Indian Journal of Chest Disease & Allied Sciences. Seorang wanita mengalami pneumonia dan kolaps paru parsial akibat tak sengaja menghirup kondom ketika sedang melakukan seks oral. Ada juga laporan tahun 2016, yang menemukan seorang wanita menderita radang usus buntu setelah tak sengaja menelan kondom saat melakukan oral seks. Dan coba tebak di mana kondom tersebut bersarang? Ya, di dalam apendiksnya.

Tak hanya itu, seperti dikutip di laman LiveScience, Dr. Bruce Y. Lee dari John Hopkins Bloomberg School of Public Health, AS, mengatakan bahwa pelumas spermisidal yang ada pada sebagian besar kondom juga dapat membuat iritasi pada lapisan dalam hidung, yang dapat berujung pada reaksi alergi atau infeksi.

Ketika akhirnya seseorang “berhasil” melakukan condom snorting challenge – dimana kondom berhasil keluar dari tubuh - tetap ada bahayanya bagi tubuh. Menurut Dr. Robert, menarik kondom yang dihirup dari hidung lalu keluar mulut adalah proses yang menyakitkan. Dampaknya sangat buruk pada sinus, saluran hidung, saluran napas atas. Risiko-risiko tersebut seharusnya sudah lebih dari cukup untuk mencegah seseorang melakukan tantangan tersebut.

Penggunaan kondom memang bagus, tapi tentunya untuk tujuan dan aktivitas yang tepat, seperti seks yang aman. Kondom tidak dibuat untuk dihirup paksa masuk ke dalam hidung untuk lalu dikeluarkan lewat mulut. Jika Anda berpikir tantangan condom snorting challenge keren, Anda salah.  Jumlah like atau view dari melakukan tantangan ini tak sebanding dengan bahaya kesehatan yang dapat ditimbulkan. Karena tantangan ini banyak dilakukan para remaja, diharapkan orang tua dapat ikut memberikan edukasi dan mencegah anak remajanya ikut-ikutan tantangan tersebut.

[RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar