Sukses

Menangani Depresi Postpartum Setelah Melahirkan

Kenali lebih jauh mengenai depresi postpartum setelah melahirkan dan cara mengatasinya!

Klikdokter.com, Jakarta Depresi adalah gangguan suasana hati yang menyebabkan perasaan sedih berkepanjangan dan kehilangan minat dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Kondisi ini bisa dialami oleh siapa pun dan tidak mengenal waktu. Bahkan, depresi dapat terjadi pada ibu yang baru saja melahirkan, atau dikenal dengan istilah depresi postpartum.

Biasanya depresi postpartum terjadi 1–3 minggu setelah melahirkan. Namun, pada kondisi tertentu, depresi postpartum dapat terjadi hingga 1 tahun setelah melahirkan. Ada beberapa faktor yang diduga sebagai penyebab depresi postpartum, yaitu:

● Riwayat depresi

Wanita yang memiliki riwayat depresi sebelumnya, akan lebih berisiko mengalami depresi postpartum.

● Faktor emosi

Perasaan ragu terhadap kehamilan kadang bisa terjadi pada beberapa kondisi, seperti pada kehamilan yang tidak diinginkan atau direncanakan. Bahkan, terkadang butuh waktu untuk menerima kehadiran bayi di tengah keluarga.

● Perubahan kadar hormon

Beberapa waktu setelah persalinan, kadar hormon estrogen dan progesteron menurun secara drastis. Keadaan ini dapat mencetuskan depresi pada ibu yang baru melahirkan.

● Faktor lingkungan

Kurangnya dukungan dari keluarga dapat meningkatkan risiko depresi. Selain itu, depresi postpartum juga bisa dipengaruhi oleh kejadian-kejadian yang mengguncang, seperti kehilangan seseorang yang dicintai atau ada anggota keluarga yang sakit.

● Kelelahan

Kondisi ini sering dialami oleh wanita yang baru melahirkan. Butuh waktu untuk mengembalikan energi dan semangat di dalam diri. Hal ini dapat memengaruhi terjadinya depresi postpartum.

Untuk mencegah depresi postpartum, Anda harus berusaha menghindari faktor-faktor di atas. Namun, bila depresi postpartum sudah terjadi, maka perlu segera diatasi.

Depresi yang tidak ditangani dapat bertahan hingga berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun. Keadaan ini dapat memengaruhi kondisi kesehatan ibu, termasuk dalam mengurusi bayinya. Pada akhirnya, bayi tersebut dapat mengalami beberapa masalah, di antaranya gangguan tidur, gangguan makan, hingga gangguan perilaku.

Penanganan depresi postpartum biasanya meliputi pemberian obat antidepresan oleh dokter disertai dengan konseling. Bersamaan hal tersebut, ada kiat-kiat yang bisa dilakukan untuk mengatasi depresi postpartum, seperti:

● Berkomunikasi

Berkomunikasi yang baik terbukti dapat membantu mengurangi stres. Anda bisa menceritakan masalah yang dialami kepada orang-orang terdekat. Bila butuh pertolongan, jangan sungkan untuk menyampaikannya kepada suami ataupun anggota keluarga lainnya.

Sangat wajar jika Anda butuh penyesuaian untuk kembali beraktivitas usai melahirkan. Belum lagi Anda harus sambil mengurus bayi yang baru lahir. Dengan mengungkapkan kesulitan-kesulitan tersebut, orang-orang terdekat dapat mengetahui kondisi Anda serta meringankan masalah Anda.

● Istirahat yang cukup

Masa kehamilan dan persalinan menjadi saat-saat yang dapat menguras tenaga Anda. Oleh karena itu, selayaknya Anda memiliki waktu istirahat yang cukup setelah melahirkan.

Dengan istirahat yang cukup, maka dapat mengembalikan energi dan memompa semangat di dalam diri serta memperbaiki mood. Kondisi mood yang baik dapat mencegah terjadinya depresi postpartum.

● Lakukan aktivitas yang disenangi

Melakukan aktivitas yang disenangi dapat membantu mencegah terjadinya depresi postpartum. Asalkan Anda tetap memastikan bahwa Anda dan buah hati dalam keadaan sehat. Ajak keluarga Anda untuk melakukan aktivitas yang menyenangkan bersama-sama.

● Olahraga

Olahraga dapat memompa semangat Anda. Pastikan keadaan tubuh Anda sudah pulih setelah melahirkan. Sebuah penelitian menyatakan bahwa olahraga setelah melahirkan dapat memperbaiki suasana hati. Jangan lupa untuk berkonsultasi dengan dokter mengenai olahraga yang cocok bagi Anda.

Jadi, bagi para wanita, Anda bisa mencoba kiat-kiat tersebut untuk mengatasi depresi postpartum setelah melahirkan. Sudah semestinya Anda beserta keluarga merasa bahagia atas kelahiran bayi Anda. Nikmatilah momen tersebut dan pastikan buah hati Anda tumbuh diiringi kasih sayang dari kedua orang tuanya.

[RS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar