Sukses

Benarkah Kecerdasan Anak Menurun dari Ibu?

Kecerdasan anak tak ubahnya warisan dari orang tua. Simak penjelasannya di bawah ini.

Klikdokter.com, Jakarta Kecerdasan adalah kemampuan seseorang untuk berpikir dan bertindak berdasarkan akal budinya. Merujuk pada Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), cerdas memiliki arti kesempurnaan perkembangan akal budi manusia untuk berpikir, mengerti, dan sebagainya.Tak pelak, kecerdasan juga bisa disebut warisan dari orangtua baik dari segi genetika hingga pola asuh yang telah diterapkan sejak kecil.

Berdasarkan pendapat dr. Alvin Nursalim dari KlikDokter, kecerdasan anak dapat mulai distimulasi, khususnya di tahun-tahun awal kehidupan. Menurutnya perkembangan otak yang cukup pesat terjadi pada tiga tahun pertama dalam kehidupan seorang anak.

Di samping kecerdasan anak yang berkembang pada tiga tahun awal kehidupannya, tahukah Anda bahwa hal ini juga berpengaruh besar dari segi keturunan? Dilansir dari Countryliving.com, sebuah penelitian membeberkan fakta bahwa kecerdasan anak, khususnya laki-laki, merupakan turunan dari sang ibu.

Kecerdasan yang menurun dari Ibu

Ketika berbicara soal kecerdasan intelektual alias IQ dan asalnya dari mana, jawaban tersebut belum bisa diberikan karena kondisi genetika yang kompleks.

Penelitian terbaru yang ditampilkan di Psychology Spot mengatakan bahwa seseorang terlahir dengan variasi genetika yang bekerja secara berbeda-beda, tergantung pada kedua orang tuanya. Namun ketika menyangkut kecerdasan, dipastikan gen tersebut berasal dari seorang ibu.

Meskipun orang zaman dahulu percaya bahwa kecerdasan merupakan kombinasi yang diturunkan dari ayah dan ibu, namun hal itu secara biologis tidak terjadi.

Seperti yang diketahui, gen kecerdasan terletak di kromosom X dan perempuan membawa dua kromosom tersebut. Sementara laki-laki membawa hanya satu kromosom X dan sisanya adalah kromosom Y.

Karena perempuan membawa dua kromosom X, maka bisa dipastikan kalau anak-anak memiliki kemungkinan dua kali lebih besar untuk mendapatkan kecerdasan dari sang ibu. Apalagi hal ini berlaku buat anak laki-laki, karena dia hanya membawa satu kromosom X saja, sama halnya dengan sang ayah.

Bahkan, ketika ayah menurunkan beberapa gen kecerdasannya kepada anak, kemungkinan hal ini tidak akan berdampak banyak pada otak. Ya, sekali lagi, seorang ibu berperan penting menurunkan kecerdasannya pada anak.

"Gen kecerdasan dari ayah secara langsung akan segera dinonaktifkan mengingat kromosom X yang lebih banyak dari sang ibu. Sementara itu, gen lainnya baru didominasi oleh laki-laki,” tulis penelitian dari Psychology Spot.

Terdapat bukti lainnya yang mendukung fakta ini. The Medical Research Council Social and Public Health di Amerika Serikat melakukan penelitian pada ibu-ibu pada tahun 1994. Uji tes ini dilakukan dengan mewawancarai 12.686 anak muda berusia 14 hingga 22 tahun.

Pertanyaan mereka berfokus pada IQ, ras, pendidikan dan sosial ekonomi anak. Ditemukan hasil bahwa seorang ibu adalah faktor kuat dari kecerdasan intelektual anaknya.

1 dari 2 halaman

Mengoptimalkan kecerdasan anak

Meski hasilnya demikian, namun Anda sebagai orang tua masih bisa mengoptimalkan lagi kecerdasan anak hingga titik maksimal. Menurut dr. Alvin, dalam melakukan stimulasi tumbuh kembang anak, ada beberapa prinsip yang mesti dilakukan sebagai berikut:

  • Stimulasi dilakukan dengan dilandasi rasa cinta dan kasih sayang.
  • Selalu tunjukkan sikap dan perilaku yang baik, karena anak akan meniru tingkah laku orang-orang yang terdekat dengannya.
  • Berikan stimulasi sesuai dengan kelompok umur anak.
  • Lakukan stimulasi dengan cara mengajak anak bermain, bernyanyi, bervariasi, menyenangkan, tanpa paksaan dan tidak ada hukuman.
  • Lakukan stimulasi secara bertahap dan berkelanjutan sesuai umur anak, terhadap keempat aspek kemampuan dasar anak.
  • Gunakan alai bantu/ permainan yang sederhana, aman dan ada di sekitar anak.
  • Berikan kesempatan yang sama pada anak laki-laki dan perempuan.
  • Anak selalu diberi pujian, bila perlu diberi hadiah atas keberhasilannya.

Untuk mengoptimalkan kecerdasan anak sejak dalam kandungan, salah satu cara termudah menurut dr. Alvin adalah dengan konsumsi makanan yang bergizi. Selain itu makanan harus tinggi protein, asam folat, zat besi dan multivitamin. Sedangkan untuk merangsang kecerdasan otaknya, berikan kegiatan yang ditujukan untuk merangsang kemampuan dasar anak.

Berdasarkan uraian di atas, kecerdasan anak dipastikan menurun dari sang ibu. Namun bagi Anda para orang tua, jangan terlalu berpatok pada hasil di atas. Optimalkan tubuh kembang buah hati Anda agar dia mampu mencapai titik maksimal kecerdasannya.

[NP/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar