Sukses

Jangan Naik Pesawat Jika Anda Sedang Alami Ini!

Kondisi kesehatan tertentu bisa membuat Anda perlu menghindari perjalanan menggunakan pesawat.

Klikdokter.com, Jakarta Bepergian jauh paling asyik menggunakan pesawat. Selain dapat sampai tujuan dengan lebih cepat, perjalanan via udara juga membuat Anda bisa “cuci mata”. Namun sayangnya, jika Anda sedang dalam kondisi medis tertentu, bepergian dengan naik pesawat adalah salah satu hal yang sebaiknya tidak dilakukan.

Ya, beberapa kondisi medis membuat Anda harus berpikir ulang sebelum memutuskan untuk melakukan perjalanan menggunakan pesawat. Ini karena tindakan tersebut dapat membuat kondisi yang sudah ada semakin bertambah buruk.

Apa saja kondisi medis yang membuat seseorang tidak boleh naik pesawat?

1. Gangguan jantung

Penderita nyeri dada angina, gagal jantung, atau gangguan irama jantung yang timbul saat sedang istirahat atau tidak beraktivitas sebaiknya tidak melakukan perjalanan menggunakan pesawat. Perubahan ketinggian saat naik pesawat membuat kadar oksigen semakin berkurang. Keadaan ini dapat memicu terjadinya gangguan peredaran darah di dalam tubuh, yang salah satu komplikasinya adalah serangan jantung.

Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, Anda dianjurkan untuk berkonsultasi terlebih dahulu kepada dokter yang merawat. Ini bertujuan untuk mengetahui apakah kondisi Anda sudah mumpuni untuk melakukan perjalanan jauh menggunakan pesawat.

2. Gangguan sistem saraf

Kondisi seperti kista pada paru-paru, emfisema berat, efusi pleura, pneumotoraks, atau belum lama menjalani operasi pada bagian dada sebaiknya menunda atau menghindari perjalanan menggunakan pesawat. Perbedaan tekanan di pesawat dapat menyebabkan komplikasi, dan memperberat keadaan yang sudah ada. Jika terjadi, hal ini dapat mengancam nyawa.

Sedangkan, jika Anda adalah penderita penyakit paru cystic fibrosis, pastikan Anda bertanya pada pihak maskapai mengenai ketersediaan oksigen di pesawat. Ini karena penyakit tersebut membuat Anda membutuhkan oksigen dalam jumlah cukup di setiap waktu, untuk mencegah terjadinya komplikasi berbahaya. Jika pihak maskapai tidak menyediakan oksigen tambahan, sebaiknya Anda mengurungkan niat untuk melakukan perjalanan menggunakan pesawat.

3. Diabetes

Jika Anda mengidap diabetes dan tidak mengontrol penyakit tersebut dengan baik, jangan sekali-sekali mencoba untuk melakukan perjalanan menggunakan pesawat. Ini karena diabetes yang tidak dikontrol dengan baik membuat kadar gula darah dapat melonjak kapan saja. Jika keadaan itu terjadi saat Anda sedang berada di atas pesawat, bukan tak mungkin Anda akan mengalami ketoasidosis diabetikum, salah satu komplikasi berbahaya dari penyakit diabetes.

4. Kehamilan

Wanita yang sedang hamil mendekati usia persalinan, yaitu di atas usia kehamilan 36 minggu, sebaiknya menunda perjalanan menggunakan pesawat. Mengapa? Karena, jika tiba-tiba terjadi tanda-tanda persalinan dan harus melahirkan di pesawat, kondisi-kondisi gawat darurat seperti perdarahan atau bayi yang terlilit tali pusat tidak dapat diatasi dengan segera.

Jika ditimbang antara manfaat dan kerugiannya, memaksakan diri untuk tetap berpergian menggunakan pesawat pada usia kehamilan di atas 36 minggu lebih memberikan kerugian dibandingkan dengan keuntungan. Jadi, alangkah lebih baik jika perjalanan ditunda hingga Anda melahirkan.

Itulah beberapa kondisi medis yang membuat Anda harus berpikir dua kali sebelum akhirnya memutuskan untuk melakukan perjalanan menggunakan pesawat. Memang bisa lebih hemat waktu. Tetapi, jika nyawa yang menjadi taruhannya, apa Anda tetap rela?

[NB/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar