Sukses

Waspada Gejala Erotomania dalam Diri Anda

Anda sedang mabuk cinta? Hati-hati, jangan-jangan Anda tengah mengidap penyakit erotomania.

Klikdokter.com, Jakarta Jatuh cinta memang berjuta rasanya. Setiap bertemu dengan orang yang dicintai, pastinya ada rasa berbunga-bunga yang membuat Anda tersenyum sepanjang hari. Beruntunglah, orang yang Anda taksir juga memberikan “lampu hijau” dengan perilakunya yang baik dan perhatian. Tapi coba pastikan lagi, apakah si dia benar menyukai Anda juga atau Anda terkena gangguan jiwa erotomania.

Berdasarkan pemaparan yang tertera pada Journal of National Medical Association, erotomania adalah sindrom delusi yang membuat seseorang percaya bahwa orang yang dicintainya juga memiliki perasaan yang sama. Penyakit yang juga dikenal sebagai sindrom De Clerambault ini paling sering terjadi pada kaum wanita.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa erotomania ini berkembang karena seseorang memiliki kesehatan mental yang tidak baik. Bisa jadi penderita gagal mengelola stres atau mengalami trauma yang ekstrem terhadap suatu peristiwa.

Penyakit gangguan jiwa ini dapat muncul secara tiba-tiba, dan gejalanya sering berlangsung lama. Individu yang menjadi objek kasih sayang si pengidap erotomania, umumnya adalah sosok yang lebih tua. Meskipun tidak selalu, biasanya, si objek dan si pengidap erotomania pernah berinteraksi sebelumnya.

Gejala yang timbul dan penanganannya

Tanda-tanda utama yang akan terlihat ketika seseorang terkena erotomania adalah keyakinan yang tegas atas delusi yang dimilikinya bahwa orang lain jatuh cinta, atau bahkan telah memiliki hubungan khusus kepada mereka. Erotomania juga dicirikan dengan adanya bombardir pesan, hadiah, maupun panggilan telepon kepada target, hingga mengikuti target tanpa istirahat.

Perilaku yang terkait dengan erotomania termasuk melakukan upaya terus-menerus untuk membuat kontak dengan targetnya melalui penguntitan, komunikasi tertulis, hingga perilaku melecehkan. Yang perlu diwaspadai adalah orang dengan erotomania dapat menjadi ancaman bagi objek mereka, dan hal ini justru sering dianggap remeh.

Apalagi di zaman yang mendewakan media sosial saat ini, banyak kasus erotomania yang kondisinya semakin buruk atau semakin yakin kisah yang diciptakannya adalah riil. Sebab media sosial memudahkan penderita untuk mengamati, menghubungi, dan menguntit targetnya.

1 dari 4 halaman

Selanjutnya

Karena kondisi erotomania termasuk kasus yang sangat langka, beberapa psikiater terkadang tidak mengenali gejala yang ada. Namun, untuk menentukan seseorang terkena erotomania, harus memenuhi gejala berikut ini:

1. Delusi harus melibatkan hal yang mungkin terjadi, meskipun terkadang tidak realistis. Biasanya delusi dihubungkan dengan interaksi yang pernah dilakukan bersama.

2. Khayalan hanya berlaku untuk masalah yang relevan serta berkaitan dengan semua aspek lain dari kehidupan orang yang menjadi target penderita. Sehingga, kisah yang diciptakan penderita terkesan riil.

3. Ketika penderita juga mengalami bipolar, maka durasi delusional harus lebih lama dari durasi kambuhnya episode mania.

Mengobati gangguan mental delusional bisa saja sulit dilakukan, karena penderita tidak mungkin mampu menyadari bahwa keyakinan mereka hanya ada di pikiran mereka saja. Biasanya penderita akan mencari pengobatan atas kemauan mereka sendiri, meski sebagian merasa kesulitan saat menjalani terapi.

Menurut jurnal yang diterbitkan oleh American Psyhological Association tahun 2009, pengobatan erotomania dapat dilakukan dengan konsumsi obat antipsikotik. Biasanya, obat ini cukup efektif dan dikombinasikan dengan psikoterapi.

2 dari 4 halaman

Kasus yang pernah terjadi

Pada kenyataannya banyak selebriti yang telah menjadi korban fantasi erotomaniak. Sebagai contoh, David Letterman yang sempat dikuntit oleh seseorang yang menderita erotomania.

Jodie Foster juga pernah memiliki fans yang ternyata menderita gangguan mental ini. Pria tersebut bernama John Hinckley, Jr., yakni orang yang berusaha membunuh Presiden Ronald Reagan pada tahun 1981 untuk membuat Foster terkesan. Namun Hinckley dinyatakan tidak bersalah karena ternyata mengalami gangguan mental erotomania.

Seseorang yang terobsesi dengan Justin Bieber bernama Dana Martin bahkan pernah berencana membunuh idolanya tersebut karena merasa telah ditolak akibat surat-suratnya yang tak terbalas. Martin bahkan menyusun rencana untuk membunuh Bieber dengan merekrut dua orang untuk memasang bom di lokasi konser Bieber di New York.

Pada tahun 1971, seorang wanita yang berpenampilan rapi dan terlihat normal bahkan pernah mengaku seorang pria akan menjadi pacarnya. Padahal, pria tersebut belum pernah berkencan dengannya, sehingga ia terus mengawasi gerak-gerik pria tersebut.

Parahnya lagi, wanita tersebut merasa teman sekelas, keluarga, hingga tetangganya berusaha menghalangi dan merencanakan untuk menghancurkan hubungannya dengan pria yang dicintainya. Sebagian kasus penderita erotomania menyatakan penderita sangat mungkin mencoba untuk melukai atau membunuh orang yang mereka anggap akan menghambat hubungan mereka.

Dalam kasus Hinckley, ia terobsesi dengan Foster setelah menonton film Taxi Driver, dimana tokoh utama berencana utuk membunuh seorang calon presiden. Untuk menarik perhatian Foster, Hinckley pun berusaha untuk membunuh Reagan dan mengirimkan surat ke Foster yang berisi, “Aku melakukan ini demi kamu. Karena aku mencintaimu enam trilyun lebih dari orang lain.”

3 dari 4 halaman

Cegah dengan olahraga

Tak banyak yang tahu kalau olahraga ternyata dapat bermanfaat bagi kesehatan mental. Menurut dr. Andika Widyatama dari KlikDokter, olahraga dapat mengurangi kecemasan, depresi, suasana hati yang negatif, serta meningkatkan fungsi kognitif dan rasa percaya diri.

“Olahraga yang bersifat aerobik seperti joging, berenang, bersepeda atau sekadar berjalan kaki dapat mengurangi depresi karena peredaran darah ke otak menjadi lancar,” ucapnya. Selain itu, olahraga juga dapat meningkatkan produksi zat kimia brain-derived neurotrophic factor (BDNF) di otak, sehingga merangsang pembentukan sel otak baru dan memengaruhi kesehatan mental.

Hasil penelitian di Duke University, Amerika Serikat, juga menunjukkan bahwa orang yang mengalami gangguan depresi perlahan membaik kondisinya setelah melakukan olahraga secara rutin selama setahun.

Penyakit erotomania memang merupakan gangguan jiwa yang langka. Meski demikian, Anda perlu mengenali gejala erotomania seperti di atas untuk berjaga-jaga. Dan untuk menjaga kesehatan mental tetap baik, lakukan olahraga dan terapkan gaya hidup sehat.

[RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar