Sukses

Perlukah Mencuci Baju Baru Sebelum Memakainya?

Ini saran dari para ahli tentang cara menangani baju yang baru saja Anda beli.

Klikdokter.com, Jakarta Punya baju baru memang menyenangkan, rasanya ingin langsung memakainya untuk jalan-jalan. Namun, ada satu langkah yang harus Anda lakukan sebelum mengenakannya pertama kali, yakni mencucinya dengan benar. Faktanya, pakaian baru yang tampak licin dan cemerlang tidaklah sebersih yang Anda duga!

Ancaman pada baju baru

Dilansir Refinery29, Donald Belsito, seorang profesor dermatologi di Columbia University Medical Center di New York, mengatakan bahwa pakaian baru sering kali mengandung bahan kimia berbahaya yang dapat menyebabkan ruam dan gatal-gatal.

Ada dua bahan kimia yang lazim ditemukan pada baju baru dan dapat memicu masalah pada kulit, yakni pewarna azo-aniline dan resin formaldehida. Keduanya diketahui dapat menimbulkan iritasi kulit.

Banyak kain sintetis yang mendapatkan warnanya dari pewarnaan menggunaan azo-aniline. Sementara itu, formaldehida merupakan karsinogen—zat penyebab kanker—kategori 3. Jumlahnya sangat kecil pada pakaian sehingga diasumsikan tidak akan mengancam untuk jangka panjang. Tapi tetap saja, siapa yang ingin terpapar karsinogen secara berulang-ulang?

Menurut Lana Hogue, ahli manufaktur pakaian, pembuat pakaian menggunakan bahan-bahan kimia karena kebutuhan. 

“Dalam sebagian besar industri komersial, tekstil yang sudah jadi diberi pelembap. Untuk mencegah jamur, benang disemprotkan dengan cairan antijamur dan bahan-bahan kimia. Untuk membuat pewarna menempel pada serat, juga memerlukan zat kimia. Bahkan serat alami sekalipun membutuhkan bahan kimia kaustik (bahan kimia yang merusak kulit),” papar Hogue, dikutip dari Elle.

Selain bahan-bahan kimia tersebut, ancaman juga bisa datang dari kebiasaan coba-mencoba baju di toko. Menurut Belsito, kamar ganti adalah tempat ideal bagi bakteri, kutu, dan jamur untuk berkembang biak. Kutu dan kudis merupakan dua penyakit kulit yang, berdasarkan pengamatan Belsito, dapat ditularkan melalui pakaian.

“Saya telah menjumpai kasus-kasus kutu yang mungkin ditularkan dari coba-mencoba baju di toko,” kata Belsito.

  Anda mungkin tidak mau membayangkan ini. Tapi, selalu ada kemungkinan Anda bukanlah orang pertama yang mencoba baju tersebut. Sulit juga untuk melacak berapa banyak orang yang telah menyentuh pakaian tersebut selama fase produksi, pengiriman, penyimpanan, dan penjualan. Daripada mengambil risiko, Belsito menyarankan orang untuk mencuci baju yang baru dibeli sebanyak dua kali, sebelum memakainya.

Will Kirby, M.D., dokter kulit yang berbasis di Hermosa Beach, California, mengatakan bahwa penularan penyakit dari pakaian bukanlah hal yang mustahil, tetapi risikonya sangat tipis. Menurutnya, unsur-unsur bakteri, virus, dan jamur tidak benar-benar menular dari pakaian. “Anda lebih mungkin mendapatkan infeksi dari menyentuh gagang pintu ketimbang pakaian,” ujar Kirby, dilansir Huffington Post.

Namun, ada satu hal yang menurut Kirby perlu diperhatikan. Jika Anda ingin mencoba pakaian dalam atau baju renang, Kirby menyarankan untuk tetap menggunakan pakaian dalam dan cucilah sebelum dipakai. Ini dikarenakan kulit pada area anus dan vagina lebih mungkin menularkan infeksi.

Hogue mengatakan bahwa mencuci pakaian yang baru Anda beli sangat penting, terutama jika akan bersentuhan langsung dengan kulit dan cenderung terkena keringat (atau jenis pakaian tersebut akan Anda gunakan untuk kegiatan berkeringat). Contohnya adalah kaus kaki, pakaian dalam, kaus dalam, pakaian olahraga, celana pendek, dan baju renang.

Untuk outerwear, menurut Hogue, Anda tak perlu mencucinya terlebih dulu karena tidak bersentuhan langsung dengan kulit. Selain itu, untuk pakaian yang berlabel “dry clean only”, tak usah buru-buru mencucinya dengan metode dry clean. Alasannya? Anda hanya akan menambahkan unsur-unsur kimia “segar” ke bahan tersebut. Jadi, Anda lebih baik mengangin-anginkannya sejenak di ruangan terbuka sebelum memakainya.

Sebenarnya wajar saja jika Anda tak sabar mengenakan baju baru. Akan tetapi, daripada terpapar bahan kimia yang merusak kulit serta mikroba, lebih baik Anda meluangkan waktu untuk mencucinya terlebih dulu.

[RS/ RVS]

1 Komentar