Sukses

Kiat Memahami Anak dengan Autisme

Bagi orang tua yang memiliki anak dengan autisme perlu mengetahui kiat untuk memahami mereka dengan lebih baik.

Klikdokter.com, Jakarta Autisme atau Autism Spectrum Disorder (ASD) merupakan suatu spektrum kelainan pada perkembangan yang dapat menyebabkan masalah pada aspek sosial, komunikasi, dan perilaku seseorang. Istilah spektrum di sini menggambarkan bahwa kelainan ini memiliki rentang luas dalam hal gejala, kemampuan, dan keterbatasan pada penderitanya. Gejala autisme paling sering muncul selama masa anak-anak, biasanya dalam dua tahun pertama kehidupan. Khususnya dalam hal interaksi, kadang rasanya sangat sulit untuk memahami anak penyandang autisme.

Seperti dijelaskan sebelumnya, salah satu masalah utama pada autisme adalah komunikasi. Hal ini dapat menyebabkan kesulitan interaksi antara seorang anak dengan autisme dan orang lain. Cara anak dengan autisme berkomunikasi atau saat ia menyatakan keinginannya mungkin dapat membingungkan Anda karena umumnya perkataan mereka sulit untuk dimengerti.

Cara berkomuniasi dengan anak penyandang autisme

Cara berkomunikasi yang sering dilakukan anak dengan autisme adalah ekolalia, yaitu pengucapan suatu kata secara berulang-ulang. Namun, ekolalia tidak selalu berarti anak mengucapkan sesuatu yang tidak ia mengerti, ekolalia dapat menjadi cara komunikasi yang berguna.

Seorang anak dengan autisme dapat melakukan ekolalia apabila dia tidak mengerti suatu pertanyaan atau karena kurang memahami cara terbaik menanggapi pertanyaan tertentu. Dalam kasus ini, Anda dapat memberikan beberapa opsi untuk menjawab pertanyaan. Misalkan, daripada menanyakan ingin makan apa, berikan pilihan makanan, sebagai contoh ayam goreng atau rendang.

Anda dapat juga memberikan gambaran visual untuk membantu anak mengerti pertanyaan, seperti dengan menunjukkan gambar pantai saat Anda menanyakan apakah ia ingin berlibur ke pantai. Yakinkan anak bahwa tidak masalah apabila ia bingung menjawab pertanyaan. Ajarkan pada anak untuk meminta bantuan apabila merasa bingung.

Anak dengan autisme dapat mengulang-ulang suatu kata karena mengasosiasikan situasi atau keadaan emosional saat anak mendengarnya. Misalnya menanyakan, “mau permen?” berulang-ulang bisa menandakan anak sedang ingin makan permen. Anak mengingat saat hal tersebut ditanyakan kepadanya, saat anak mendapatkan permen. Keadaan ini memang menantang bagi orang tua dan anggota keluarga lain, karena tidak selalu mengerti maksud dari perkataan anak dan keinginannya.

Anak juga bisa melakukan ekolalia setelah mendengar kata tertentu pada hal yang ia sukai, misalnya acara TV, iklan, dan lain-lain. Anda dapat menonton bersama anak tentang hal-hal yang ia sukai, sehingga Anda pun lebih memahami maksud anak saat mengatakan sesuatu berulang-ulang. Menanggapi anak saat mengatakan sesuatu berulang-ulang dan mencari alasan anak mengatakan hal tersebut bisa menjadi langkah awal bagi anak agar dapat menggunakan bahasa dengan cara yang dimengerti orang lain.

Selain dengan berkata-kata, anak dengan autisme juga bisa berusaha berkomunikasi dengan cara nonverbal. Hal ini dapat dilakukan melalui gerakan tertentu seperti menangis, melihat dan menunjuk objek yang diinginkan, meraih, menggunakan gambar, dan masih banyak lagi. Penting bagi Anda untuk memperhatikan petunjuk nonverbal yang diberikan oleh anak. Misalnya dengan memperhatikan suara yang dikeluarkan, ekspresi wajah, atau gerakan yang sering dilakukan anak saat lapar, lelah, atau ketika ia menginginkan sesuatu. Dengan memberikan perhatian yang ekstra dan lebih awas dalam mengamati anak, Anda dapat lebih mudah mengerti maksud anak, walaupun tanpa kata-kata.

Sering kali anak dengan autisme mengalami tantrum karena keinginannya lewat perkataan dan gerak-geriknya sulit dipahami oleh orang-orang di sekitarnya. Oleh karena itu, perhatikan jika anak Anda marah, bahkan mengamuk, hal ini bisa menjadi cara anak untuk mengomunikasikan rasa frustrasinya karena tidak dipahami, atau sebagai salah satu cara untuk menarik perhatian Anda.

Sebagai orang tua atau anggota keluarga, Anda dapat melakukan beberapa hal ini saat berusaha berkomunikasi dengan anak penyandang autisme.

  • Gunakan kata-kata sederhana dan pendek.
  • Ulangi dan berikan penekanan terhadap kata kunci yang ingin Anda sampaikan.
  • Gunakan bantuan visual untuk meyampaikan maksud Anda.
  • Panggil nama anak sebelum berbicara, dan pastikan anak memperhatikan Anda sebelum Anda mulai berkomunikasi.
  • maksud dengan jelas. Hindari menggunakan bahasa yang sarkastik, ironis, pertanyaan retorikal, dan sebagainya.

Berkomunikasi dan berinteraksi dengan anak autisme bisa dibilang tidak mudah. Namun, jangan patah semangat dan teruslah berusaha. Dengan menerapkan langkah di atas, diharapkan akan mempermudah komunikasi Anda dan anak.

[RN/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar