Sukses

5 Cara Agar Bayi Tak Lahir Cacat

Setiap orang tua tentu menginginkan agar bayinya lahir sehat. Apa yang harus dipersiapkan selama kehamilan agar bayi tak lahir cacat?

Klikdokter.com, Jakarta Bagi para pasangan yang sedang menantikan kelahiran si buah hati, tentu berharap agar sang bayi terlahir sehat, normal, dan tak kurang suatu apa pun. Untuk itu, tentu perlu adanya persiapan yang baik selama masa kehamilan.

Sebenarnya, tidak semua tindakan yang dilakukan dapat menjamin bahwa nantinya bayi akan terlahir normal dan tanpa cacat. Meski demikian, ada hal-hal yang dapat membantu untuk menurunkan risiko bayi terlahir cacat. Apa saja hal-hal tersebut?

Berikut beberapa kiat untuk dilakukan ibu hamil selama kehamilan agar nantinya sang buah hati terlahir sehat dan normal:

• Makanan bergizi

Hal penting yang harus diperhatikan selama masa kehamilan adalah memastikan agar ibu hamil memenuhi kebutuhan gizinya. Konsumsi makanan yang sehat dan bergizi dapat menjaga kesehatan sang ibu dan membantu perkembangan janin dalam kandungan. Hal ini nantinya turut menurunkan risiko bayi terlahir cacat.

Salah satu zat gizi penting yang diperlukan ibu hamil adalah asam folat atau vitamin B9. Menurut dr. Dyah Vita Anggraini, vitamin ini dibutuhkan untuk mencegah bayi lahir dengan neural tuba defect atau yang lebih dikenal dengan sebutan cacat bawaan.

Cacat bawaan tersebut timbul karena tidak sempurnya penutupan neural tube, yaitu tabung saraf, selama fase pertumbuhan embrional. Akibatnya terjadi kecacatan pada otak dan tulang belakang bayi.

Ibu hamil membutuhkan 600–800 mikogram asam folat setiap hari. Vitamin ini bisa didapat dari sayur-sayuran seperti bayam, kubis, seledri, asparagus, jagung, dan kailan. Selain itu, asam folat juga banyak terdapat pada

• Pemeriksaan kehamilan

Lakukan pemeriksaan ke dokter secara rutin. Pada dasarnya, pemeriksaan kehamilan ini bertujuan untuk mempersiapkan kondisi fisik maupun mental sang ibu selama masa kehamilan berlangsung hingga tiba waktunya persalinan.

Tak hanya sampai di situ, pemeriksaan kehamilan secara rutin juga dapat membantu mendeteksi kemungkinan terjadinya kelainan pada masa kehamilan, sehingga dapat ditangani sedini mungkin.

Pada akhirnya, pemeriksaan ini turut membantu mencegah terjadinya kelahiran bayi cacat. Bahkan yang juga penting adalah bisa membantu menurunkan angka kematian ibu dan janin.

• Hindari konsumsi alkohol dan berhenti merokok

Mengapa penting untuk memastikan ibu hamil agar tidak mengonsumsi alkohol? Sebab alkohol dapat masuk ke dalam peredaran darah dan tali plasenta. Hal ini tentunya akan memengaruhi perkembangan janin dan meningkatkan risiko kelahiran bayi cacat.

Beberapa orang menyarankan konsumsi alkohol secara moderat atau membatasi jumlahnya. Menurut dr. Dyah Novita Anggraini, tidak ada jumlah alkohol yang tergolong aman bagi ibu hamil. Meski hanya sedikit dan apa pun jenisnya, dapat membahayakan kehamilan.

Risiko yang mungkin terjadi jika Anda ‘membandel’ adalah keguguran atau janin meninggal dalam kandungan. Bahkan yang tak kalah buruk adalah meningkatnya risiko bayi terlahir cacat atau mengalami gangguan perilaku pada bayi nantinya.

Begitu juga dengan kebiasaan merokok. Hal ini juga dapat meningkatkan risiko kelahiran bayi cacat, seperti bibir sumbing atau kelainan pada langit-langit mulut (palatum). Merokok juga dapat menyebabkan kematian janin dalam kandungan dan kelahiran prematur.

• Lakukan vaksinasi

Ada beberapa jenis vaksinasi yang disarankan, baik selama masa kehamilan maupun setelah masa kehamilan. Salah satu vaksin yang diperlukan selama masa kehamilan adalah vaksin MMR. Sedangkan setelah masa kehamilan adalah vaksin DPT (difteri, pertusis, dan tetanus).

Namun sebaiknya Anda berkonsultasi terlebih dahulu pada dokter kandungan Anda sebelum melakukan vaksinasi.

• Hindari infeksi

Serangan infeksi pada ibu hamil dapat berakibat buruk, baik pada sang ibu maupun pada janin. Salah satu risiko yang dapat terjadi adalah kelahiran bayi cacat.

Apa yang harus Anda lakukan agar terhindar dari infeksi selama masa kehamilan? Berikut beberapa langkah yang bisa Anda lakukan:

o Cuci tangan setiap kali Anda selesai beraktivitas, mempersiapkan makanan, dan makan. Gunakan sabun dan bilas dengan air bersih agar kotoran terangkat.

o Konsumsi makanan yang telah dimasak dengan baik, khususnya daging-dagingan. Hindari konsumsi daging yang tidak matang atau kurang matang.

o Hindari orang-orang yang sedang terinfeksi virus. Bila Anda terpaksa bertemu dengan orang yang sedang terinfeksi, gunakan masker pelindung hidung.

Ingat, persiapan kehamilan yang baik akan membantu menjaga kondisi fisik dan mental sang ibu. Hal ini juga turut menjaga perkembangan janin dalam kandungan dan yang tak kalah penting adalah menurunkan risiko kelahiran bayi cacat.

(RH)

0 Komentar

Belum ada komentar