Sukses

Kiat Tepat Cegah Alergi pada Lansia

Lansia menjadi salah satu golongan usia yang rentan terserang alergi. Lakukan ini untuk mencegahnya.

Klikdokter.com, Jakarta Usia yang semakin bertambah membuat sistem kekebalan tubuh semakin menurun. Hal ini membuat mereka yang sudah lansia rentan terserang beberapa penyakit, salah satunya alergi.

Menurut dr. Fiona Amelia, alergi terjadi akibat reaksi terkait sistem kekebalan tubuh yang berlebihan terhadap suatu pemicu atau alergen.

“Adanya penurunan fungsi pada sistem kekebalan tubuh atau disebut immunosenescence menyebabkan respons sel-sel terhadap suatu alergen berubah. Akibatnya, bisa terjadi suatu reaksi alergi baru pada lansia, khususnya terhadap alergen dari makanan,” ungkapnya.

Mencegah alergi pada lansia

Terdapat beberapa kiat yang bisa dilakukan untuk mencegah timbulnya alergi pada lansia, di antaranya:

1. Penuhi kebutuhan vitamin dan mineral

Lansia yang tidak mampu mencukupi kebutuhan vitamin dan mineral seperti vitamin D3, seng, dan zat besi berisiko tinggi untuk terkena alergi. Ini karena ketiga zat gizi tersebut berperan penting dalam menjaga efektivitas sistem kekebalan tubuh.

Jika Anda kesulitan menemukan makanan dengan kandungan zat gizi tersebut, konsumsi suplemen dapat dijadikan sebagai solusinya. Namun sebelum itu, Anda dianjurkan untuk berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu untuk mengetahui jenis dan dosis suplemen yang sesuai.

2. Aktif bergerak

Agar daya tahan tubuh tetap prima, para lansia dianjurkan untuk tetap aktif bergerak. Beberapa tindakan yang bisa dicoba, misalnya berjalan-jalan di sekitar rumah, bersepeda, berkebun atau membersihkan rumah.

3. Istirahat cukup

Salah satu pemicu melemahnya daya tahan tubuh adalah kurang istirahat. Maka dari itu, agar daya tahan tubuh tetap baik, para lansia dianjurkan untuk tidur selama 7-9 jam dalam sehari.

4. Jaga kebersihan diri

Saat keluar rumah, tubuh berpotensi besar untuk terpapar berbagai alergen. Untuk memperkecil risiko terjadinya alergi, Anda dianjurkan untuk menjaga kebersihan diri dengan mandi dua kali sehari, mengganti pakaian ketika kotor atau berkeringat, menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah, serta mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir secara berkala.

5. Hindari pencetus

Selain makanan, alergi dapat terjadi akibat paparan debu, udara, serangga dan lainnya. Di antara alergen-alergen tersebut, cobalah untuk mencari tahu mana yang benar-benar menjadi “musuh” Anda. Jika sudah tahu, pastikan Anda tidak melakukan kontak dengan alergen tersebut di waktu mendatang.

Sedangkan, jika Anda adalah lansia yang punya penyakit hipertensi atau darah tinggi, berhati-hatilah saat harus mengonsumsi obat golongan Ace Inhibitor. Obat ini memiliki efek saping berupa batuk, yang dapat memancing timbulnya asma, salah satu gejala alergi berat.

6. Sedia obat-obatan

Pastikan Anda menyediakan obat-obatan golongan antihistamin di rumah. Obat ini dapat dikonsumsi saat alergi kambuh. Namun, agar tidak terjadi efek samping yang merugikan, Anda wajib mengonsumsi obat tersebut sesuai dengan petunjuk dokter.

Kapan perlu ke dokter?

Jika alergi mengalami kekambuhan dan gejalanya sulit dikontrol, lansia dianjurkan untuk segera membawa diri ke dokter. Hal ini bertujuan untuk mencegah terjadinya reaksi syok anafilaksis.

Perlu diketahui, syok anafilaksis merupakan komplikasi alergi berbahaya yang dapat membuat seseorang mengalami keluhan gatal seluruh badan, sesak napas, jantung berdetak cepat, dan hilangnya kesadaran. Jadi, bila kondisi ini terlambat ditangani, risiko kematian akan meningkat berlipat ganda.

Jangan sepelekan alergi, apalagi bila keluhan ini terjadi pada lansia. Selain dapat menurunkan kualitas hidup di hari tua, kondisi tersebut juga dapat merenggut nyawa. Tetap waspada, tetap jaga kesehatan Anda dan keluarga. Salam sehat!

[RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar