Sukses

5 Gangguan Kesehatan yang Biasa Menyerang Tukang Ojek

Anda sering naik ojek? Awas, tukang ojek juga rentan mengalami berbagai gangguan kesehatan. Simak penjelasannya di sini.

Klikdokter.com, Jakarta Transportasi ojek yang mungkin sudah menjadi teman Anda sehari-hari membuat Anda sering berinteraksi dengan tukang ojek. Meski terlihat sehat, ternyata tukang ojek juga dapat terkena berbagai jenis gangguan kesehatan jika tidak melaksanakan pola hidup sehat.

International Agency for Research on Cancer (IARC) menggolongkan gas buang mesin kendaraan yang biasa digunakan tukang ojek sebagai zat yang mungkin menyebabkan kanker. Yang lebih berbahaya adalah radon yang merupakan gas buang mesin diesel dan sudah digolongkan sebagai karsinogenik atau pemicu kanker.

Selain bahaya di atas, berikut ini adalah gangguan kesehatan yang mungkin dialami oleh para tukang ojek:

1. Dehidrasi

Cuaca panas, angin kenang dan perjalanan yang panjang dapat membuat pengendara motor mudah terkena dehidrasi atau kekurangan cairan tubuh. Sebuah penelitian mengatakan bahwa pengendara yang dehidrasi sama bahayanya dengan mereka yang mengonsumsi alkohol.

Pengemudi atau dalam hal ini tukang ojek yang mengalami dehidrasi akan kekurangan konsentrasi, sehingga bereaksi lebih lambat, daya ingat terganggu, dan memberikan efek negatif bagi suasana hati, sehingga tukang ojek pun cenderung melakukan berbagai kesalahan.

Jadi, para tukang ojek sudah seharusnya selalu membawa minum saat bekerja dan minum setiap ada kesempatan. Sesuai anjuran Kementerian Kesehatan RI, konsumsi air setiap harinya adalah minimal 8 gelas dalam sehari.

2. Penyakit kulit

Paparan sinar matahari yang berlebihan, apalagi setelah jam 9 pagi, dapat menimbulkan dampak negatif bagi tubuh. Bagi para tukang ojek yang sangat aktif menggunakan sepeda motor, kulit akan menjadi gelap akibat dari paparan sinar matahari tersebut.

Parahnya lagi, jika terus terpapar sinar matahari, maka kulit bisa terbakar dan terjadi penuaan dini. Oleh sebab itulah para tukang ojek yang mengerti akan bahaya ini biasa mengenakan jaket, sarung tangan dan sepatu saat berkendara.

3. Sakit tulang belakang

Duduk sepanjang hari di motor dapat memengaruhi tulang belakang. Agar hal ini tidak terjadi, tukang ojek harus berkendara dengan posisi yang benar, yaitu tulang punggung tegak. Pastikan tubuh dalam keadaan yang nyaman.

Saat tubuh lelah karena duduk terlalu lama di motor, ada baiknya pengendara motor melakukan beberapa gerakan peregangan sederhana untuk merelaksasi tulang punggung.

4. Gangguan pernapasan

Menurut dr. Nitish Basant Adnani dari KlikDokter, kendaraan bermotor merupakan salah satu polutan, yaitu penyebab polusi udara. Karbon monoksida, hidrokarbon, nitrogen oksida, dan zat-zat berbahaya lainnya ada dalam asap kendaraan bermotor.

Oleh sebab itu, terdapat penelitian yang menunjukkan gas hasil kendaraan bermotor dapat menyebabkan gangguan distribusi oksigen.

Kondisi ini akhirnya dapat menyebabkan gangguan pernapasan, kerusakan paru-paru, hingga dapat memicu sel kanker. Jadi, bagi para tukang ojek dr. Nitish menyarankan untuk selalu mengenakan masker serta konsumsi sayur dan buah yang memiliki kandungan antioksidan untuk menetralisir zat berbahaya.

5. Masalah pendengaran

Sebuah penelitian dilakukan oleh Dr. Michael Carley dari Departemen Teknik Mesin University of Bath dan Dr. Nigel Holt dari Depertemen Psikologi di Bath Spa University. Penelitian tersebut menyatakan bahwa kebisingan yang dialami pengendara motor dapat ditularkan melalui helm dan memengaruhi kemampuan pengendara berkosentrasi.

Menurut Dr. Carley, kebisingan yang memiliki kecepatan 70 mph lebih tinggi daripada kebisingan di tempat kerja dapat menyebabkan kerusakan pendengaran yang serius.

Wah, lumayan panjang juga ya daftar gangguan kesehatan yang rentan menyerang tukang ojek? Jika Anda berinteraksi dengan tukang ojek, mungkin ada baiknya Anda menginformasikan kepada  mereka mengenai pentingnya melakukan proteksi diri selama bekerja seharian mengendarai motor, agar kesehatan mereka bisa tetap terjaga.

[RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar