Sukses

Infeksi Rahim pada Ibu Hamil, Apa Dampaknya bagi Janin?

Bagaimana jika ibu hamil mengalami infeksi rahim? Berbahayakah bagi janin?

Klikdokter.com, Jakarta Kehamilan adalah dambaan sebagian besar pasangan yang menikah. Adanya janin yang tumbuh di dalam tubuh seorang ibu adalah salah satu hal yang menakjubkan. Selain patut disyukuri, kehamilan mengharuskan ibu hamil untuk memastikan nutrisi dari asupan makanannya cukup untuk dirinya dan sang jabang bayi, serta terus menjaga kesehatan supaya bayi dapat lahir dengan selamat dan sehat. Namun, kadang harapan tak semulus kenyataan. Ada berbagai kendala yang dihadapi ibu hamil, yang salah satu di antaranya adalah infeksi rahim.

Infeksi rahim atau yang dalam bahasa medisnya disebut dengan korioamnionitis (yaitu kondisi pada hamil ketika korion, amnion, dan cairan ketuban terinfeksi bakteri), umumnya berasal dari infeksi pada vagina, dengan gejala umum berupa keputihan. Setelahnya, infeksi pada vagina menjalar ke atas, terutama mengenai membran dan cairan ketuban.

Infeksi ini berhubungan langsung dengan plasenta yang menjadi pelindung penting selama di dalam kandungan. Meski hanya terjadi pada 1-2 kehamilan, akan tetapi ibu hamil harus waspada karena apabila kondisi ini tidak ditangani secara cepat dan tepat, maka infeksi dapat menyebar lebih jauh ke tali pusar, yang pada akhirnya dapat membahayakan janin.

Infeksi rahim umumnya disebabkan oleh beberapa jenis bakteri, seperti Mycoplasma, Listeria, Gardnerella, Streptococcus, dan E. coli. Bakteri-bakteri tersebut dikenal sebagai penyebab infeksi vagina dan saluran kemih wanita.

Semua wanita berisiko mengalami infeksi rahim, terutama ibu hamil yang mengalami persalinan yang sulit dan memanjang, ketuban pecah dini, merokok, minum alkohol, bayi buang air besar dalam kandungan, serta keputihan (karena infeksi vagina).

1 dari 3 halaman

Gejala infeksi rahim pada ibu hamil

Seorang ibu hamil patut dicurigai menderita infeksi rahim apabila ia:

  • Mengalami demam
  • Nyeri perut
  • Jantung berdebar
  • Detak jantung janin tinggi
  • Cairan ketuban berwarna dan berbau
  • Berkeringat
  • Rahim pada perabaan terasa lembek

Dalam menentukan diagnosis koriamnionitis, perlu adanya pemeriksaan fisik, gejala-gejala yang disebutkan di atas, kultur darah, dan cairan ketuban (amnion). Namun, untuk mengetahui kesehatan janin, dapat dilakukan dengan pemeriksaan USG dan kardiotokografi.

2 dari 3 halaman

Bahayanya untuk janin

Infeksi rahim yang dialami oleh ibu hamil tidak hanya berbahaya untuk sang ibu, tapi juga bisa membahayakan bayi. Apabila terpapar oleh infeksi, bayi berisiko mengalami infeksi berat saat lahir, gagal napas, lahir prematur, cerebral palsy (kelainan pada otak yang berpengaruh terhadap gerakan motorik), hingga kematian janin.

Bayi dikatakan lahir prematur apabila usia kehamilannya masih kurang dari 37 minggu. Semakin muda bayi lahir, semakin tinggi pula risikonya mengalami infeksi dan kematian.

Selain itu, bayi yang lahir juga dapat mengalami gangguan pada berbagai organnya, mulai dari jantung, paru-paru, otak, mata, dan ginjal.

Pencegahan infeksi rahim

Apabila ibu hamil sudah terlanjur mengalami infeksi rahim, dokter akan memberikan antibiotik untuk mengatasi infeksi. Selain itu, dokter juga pastinya akan memeriksa keadaan janin. Apabila keadaan mengharuskan, dokter akan melakukan operasi sesar.

Oleh karena itu, ada baiknya mencegah infeksi rahim untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, salah satunya dengan mencegah atau mengobati keputihan dan infeksi saluran kemih pada ibu hamil.

Menjaga kesehatan dengan menjalani pola hidup sehat memang sangat penting. Meski sering kali terdengar klise, tapi pola hidup sehat dapat menjaga kesehatan ibu hamil dan janin. Kondisi ibu dan janin sangat menentukan segala tindakan medis yang akan diambil. Jika Anda merasakan gejala-gejala yang berhubungan dengan infeksi rahim atau korioamnionitis, segeralah berkonsultasi dengan dokter agar dapat menghindari terjadinya gangguan yang tidak diinginkan pada tumbuh kembang bayi dalam kandungan.

[RN/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar