Sukses

Benarkah Sering Makan Makanan Manis Picu Keputihan?

Ada beragam penyebab keputihan, salah satunya adalah akibat terlalu sering mengonsumsi makanan manis.

Klikdokter.com, Jakarta Berbagai cita rasa sajian makanan di Indonesia, makanan atau minuman manis punya tempat khusus bagi sebagian besar orang. Ya, sebagian besar orang menyukai rasa manis, karena rasa tersebut adalah rasa yang secara alami disukai oleh manusia sejak bayi. Meski demikian, bukan berarti Anda boleh makan hidangan manis secara berlebihan. Seperti yang umum diketahui, mengonsumsi makanan dan minuman manis berlebih dapat menimbulkan berbagai gangguan kesehatan, termasuk di antaranya adalah keputihan.

Menurut sebuah penelitian yang dilakukan di Universitas Maryland, Amerika Serikat, makanan yang banyak mengandung pemanis tambahan seperti cupcake, es krim, atau permen dapat menjadi sumber utama terjadinya keputihan. Gula dan pemanis tambahan dalam makanan yang Anda konsumsi bisa menjadi sumber makanan bakteri pada daerah kewanitaan. Akibatnya, pertumbuhan bakteri akan meningkat, yang kemudian menjadi sumber penyakit pada vagina. Bakteri inilah yang menjadi awal dari munculnya keputihan hingga aroma tak sedap pada vagina.

Keputihan pada wanita dengan diabetes

Seperti yang telah diketahui, mengonsumsi makanan manis dalam jumlah banyak dalam jangka waktu lama—apalagi ditambah dengan adanya riwayat diabetes di dalam keluarga—dapat meningkatkan risiko Anda terkena diabetes di kemudian hari.

Biasanya, wanita yang memiliki diabetes umumnya lebih sering mengalami keputihan dibandingkan dengan wanita lain yang tidak memiliki diabetes. Keputihan yang terjadi ini terutama disebabkan oleh adanya infeksi jamur Candida, yang dapat meningkatkan keasaman pada area kewanitaan sehingga mengganggu stabilitas kesehatan vagina.

Infeksi jamur Candida pada vagina dapat menimbulkan gejala berupa: keputihan berwarna putih susu yang menggumpal, rasa gatal, perih, dan terasa terbakar—terutama dirasakan setelah berhubungan intim.

Sebetulnya, jamur Candida merupakan flora normal yang terdapat dalam tubuh, yang terutama berada di dalam usus. Flora normal jika dalam jumlah normal dan berada di tempat yang tepat sebetulnya tidak akan menimbulkan masalah bagi kesehatan. Namun, masalah dapat timbul jika kuantitas flora meningkat dan berpindah ke tempat yang tidak seharusnya. Pada kasus ini, seperti ke vagina. 

Peningkatan kadar gula dalam darah penyandang diabetes menyebabkan kadar gula yang tinggi pula di dalam cairan vagina. Kondisi ini menjadi lingkungan yang baik untuk jamur Candida tumbuh dengan subur, dan menyebabkan infeksi di vagina.

1 dari 2 halaman

Solusinya, turunkan gula darah

Keputihan akibat jamur Candida sebenarnya dapat diobati dengan resep dokter, yang dapat berupa obat minum ataupun obat yang dimasukkan langsung ke dalam vagina. Meskipun demikian, keputihan akibat jamur Candida pada wanita dengan diabetes tidak dapat disembuhkan semudah wanita yang tidak mengidap diabetes.

Apabila kadar gula darah tidak dikontrol dengan baik, jamur Candida akan tetap mendapatkan asupan “makanan” untuk terus tumbuh, dan tidak mudah dibasmi oleh obat antijamur. Oleh karena itu, langkah pertama yang harus Anda lakukan adalah mengontrol kadar gula darah dalam tubuh dengan cara menjaga pola makan, berolahraga secara rutin, dan mengonsumsi obat diabetes secara teratur.

Langkah pencegahan supaya terhindar dari keputihan akibat jamur Candida

Agar Anda tidak terlalu sering mengalami keputihan akibat jamur Candida ini, selain dengan mengontrol kadar gula darah, ada beberapa hal yang harus diperhatikan.

  • Hindari mengenakan celana dan celana dalam yang terlalu ketat.
  • Pilih celana dalam berbahan katun agar lebih mudah menyerap keringat, sehingga area kewanitaan tidak lembap.
  • Perbanyak flora normal vagina, yaitu bakteri baik Lactobacillus untuk menyeimbangkan jumlah bakteri penyebab keputihan pada vagina, dengan mengonsumsi probiotik seperti yoghurt secara rutin.
  • Jika Anda mengonsumsi buah-buahan dengan rasa, makanlah secara perlahan dan bertahap, bukan dengan langsung menghabiskannya. Ini berfungsi untuk menghindari lonjakan gula darah dan gula dari buah yang dapat memengaruhi kondisi vagina.

Jika Anda memiliki diabetes atau punya riwayat diabetes dalam keluarga, bijaklah dalam memilih apa yang dikonsumsi. Untuk menghindari keputihan akibat terlalu banyak mengonsumsi makanan dan/atau minuman manis, kurangilah konsumsinya serta hindari aneka makanan dan minuman yang mengandung pemanis tambahan. Pastikan juga untuk menjaga kebersihan vagina, menjaganya tetap kering dan tidak lembap, serta kenakan pakaian dalam yang tepat agar sirkulasi udara vagina tidak terganggu.

[RN/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar