Sukses

Ada Tren Penis Facial di Kalangan Selebritas. Apa Itu?

Perawatan kecantikan kerap dimotori oleh selebritas. Satu yang kini jadi perbicangan adalah penis facial. Perawatan jenis apa ini?

Klikdokter.com, Jakarta Ada banyak sekali jenis perawatan kecantikan yang kerap membuat dahi berkerut saking anehnya. Contohnya seperti Kim Kardashian yang melakukan vampire facial dengan menggunakan darahnya sendiri, lalu aktris Gwyneth Paltrow diketahui melakukan perawatan kecantikan dengan facial sengatan lebah, dan baru-baru ini aktris Cate Blanchett mengaku melakukan perawatan kecantikan yang ia sebut sebagai “penis facial”. Sempat mengundang kontroversi, kebanyakan orang awan akan berpikiran sama, “apakah facial ini melibatkan penis?!”

Lewat sebuah wawancara dengan majalah Vogue Australia, Cate mengungkapkan bahwa ia mengetahui perawatan ini dari rekan kerjanya, Sandra Bullock, yang melakukan perawatan tersebut di New York, Amerika Serikat. Penis facial ini sama sekali tidak melibatkan penis, tapi lewat wawancara tersebut, Cate mendiskripsikan bahwa perawatan ini menggunakan enzim yang  menurutnya berbau mirip sperma.

Mengungkap penis facial

Ahli estetika Georgia Louise, pemilik Georgia Louise Atelier tempat Sandra dan Cate melakukan penis facial, memberikan penjelasan mengenai facial ini ke PeopleStyle. Katanya, facial ini tercipta sejak setahun yang lalu, saat Sandra melakukan syuting di New York. Ia datang ke tempat Georgia, menginginkan sebuah perawatan untuk kulit wajahnya yang dapat membersihkan wajah secara mendalam, sekaligus wajah bercahaya yang tahan lama tanpa harus melakukan laser. Karena permintaannya itu, Georgia dan tim meracik jenis perawatan kecantikan yang kemudian diberi nama Hollywood Epidermal Growth Factor (EGF)—bukan penis facial seperti yang dikatakan Cate.

Dijelaskan lagi oleh Georgia, facial ini melibatkan peeling kimia, jarum berukuran mikro untuk membantu sel induk dan peptida masuk dan meningkatkan produksi kolagen pada wajah, masker untuk menenangkan kulit wajah, dan serum rahasia untuk kulit wajah—yang katanya terbuat dari kulit kulup bayi yang baru lahir, yang kemudian sel-selnya diambil dan dikloning di laboratorium. Jenis perawatan kecantikan yang telah tersertifikasi Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) ini diklaim dapat membantu menghasilkan kolagen dan elastin.

Dikatakan oleh dr. Astrid Wulan Kusumoastuti, salah satu fungsi penting kolagen adalah sebagai penyokong kulit. Mengingat sekitar 80 persen berat kulit terdiri dari kolagen, kolagen ini menyediakan struktur ke kulit yang bekerja sama dengan protein lain yang dinamakan elastin, yang berguna untuk membuat kulit lebih elastis.

Perlu diketahui bahwa kolagen dalam tubuh Anda menurun sebanyak 1,5 persen setiap tahunnya mulai usia 25 tahun. Karena itu, diperlukan bantuan asupan dari luar untuk membentuk kolagen dalam tubuh. Salah satunya adalah dengan mengonsumsi asupan nutrisi yang mengandung zat pencetus pembentukan kolagen, atau menjalani perawatan yang dapat membantu pembentukan kolagen, seperti yang dilakukan Sandra dan Cate.

1 dari 2 halaman

Sumber makanan untuk pembentukan kolagen

Bagi Anda yang tertarik untuk melakukan perawatan kecantikan ini, tampaknya Anda harus gigit jari karena hanya tersedia di New York—kecuali memang Anda memiliki rencana melakukan perjalanan ke sana. Namun, jangan khawatir, untuk membantu menghasilkan kolagen, seperti yang dikatakan oleh dr. Astrid, dapat diperoleh lewat makanan.

Beberapa jenis makanan yang dapat meningkatkan produksi kolagen antara lain:

  • Sayuran hijau seperti bayam, kol, dan kangkung
  • Asam lemak omega-3 dari ikan salmon, sarden, dan kacang mede
  • Kedelai karena adanya kandungan genistin yang dapat meningkatkan produksi kolagen dan melawan tanda-tanda penuaan dini
  • Dark chocolate, karena kemampuannya untuk meningkatkan peredaran darah dan melindungi kerusakan kulit akibat paparan sinar ultraviolet
  • Vitamin C dan A. Dalam International Journal of Cosmetics, disebutkan bahwa vitamin C berperan penting dalam pembentukan kolagen dalam tubuh
  • Susu
  • Tomat

Kembali diingatkan, produksi kolagen dalam tubuh akan mengalami penurunan seiring bertambahnya usia. Oleh karena itu, sumber makanan yang disebutkan di atas penting untuk dikonsumsi. Jika Anda seorang perokok aktif, cobalah untuk berhenti karena merokok dapat membunuh kolagen dalam tubuh. Daripada melakukan penis facial, terapkan pola hidup sehat, rutin berolahraga, dan pastikan mengonsumsi makanan yang dapat memicu produksi kolagen, agar kulit senantiasa kencang dan terhindar dari penuaan dini.

[RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar